Idza-Narjo Buktikan Kepemimpinan Monumental
LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Rabu, 31/08/2022, 22:40:47 WIB

PanturaNews (Brebes) - Sejak dilantik sebagai Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dan Wakil Bupati Narjo SH MH oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo pada 4 Desember 2012, pasangan Idjo ini tak lelah membangun Brebes. Dengan program andalannya berupa 6 pilar pembangunan Kabupaten Brebes diwujudkan secara cermat, runut, indah, mantap dan manfaat untuk masyarakat.

Selama 10 tahun berbagai prestasi ditorehkan sebagai bukti nyata yang tidak bisa dipungkiri. Pembangunan jasmani maupun rohani dijalankan. Pembangunan di segala bidang sebagai tujuan, digarap dengan penuh kesungguhan dan kematangan yang monumental.

Ditemui di ruang kerjanya, Bupati Idza memaparkan kalau awal programnya memfokuskan pada 6 pilar pembangunan. Wanita kelahiran Tegal, 9 Januari 1971 ini pada periode pertama mengusung program 6 pilar pembangunan Kabupaten Brebes telah mampu menggugah semangat masyarakat untuk turut serta membangun Brebes tercinta.

Keenam progam yang dimaksud adalah, pertama memberikan santunan kematian bagi keluarga tidak mampu sebesar Rp 1 juta. Kedua, menerima aspirasi masyarakat langsung di Pendopo Bupati (Open House). Ketiga, memberikan dana operasional bagi RT dan RW. Keempat, meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji, guru madin, imam mushola dan imam masjid serta hafidz-hafidzah, Kelima, meningkatkan ekonomi kerakyatan. Dan keenam, memperbaiki sarana dan prasarana (infrastruktur).

Di periode pertama, yang paling menonjol adalah pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang hasilnya sangat signifikan.

Idza membangun ratusan kilometer jalan dengan target lima tahun rampung, meskipun hanya berhasil memperbaiki 80 persen seluruh jalan rusak. Idza menyadari akan luasnya wilayah dan terbatasnya dana yang tersedia, karena membangun tak semudah membalikan telapak tangan.

Namun, momentum perbaikan jalan tersebut mampu meningkatan percepatan roda ekonomi dan membangkitkan semangat masyarakat. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi program prioritas Idza-Narjo yang tergolong sukses, bila dibandingkan dengan bupati-bupati sebelumnya.

Dari data Dinas Pekerjaan Umum tercatat, jalan dalam kondisi baik pada 2012 sepanjang 236,20 kilo meter atau 35 persen dari total panjang jalan 674,84 Km. Di tangan lembut Idza, berubah drastis pada tahun 2017 terbukti jalan yang kondisinya baik menjadi 478,373 kilo meter atau 67,36 persen dari panjang jalan 710,190 Km.

“Alhamdulillah hingga akhir 2021, jalan yang rusak berat tinggal 65,801 kilo meter atau 10,27 persen,” terang Idza.

Capaian tersebut menjadi catatan sejarah tersendiri, karena selama kepemimpinan Idza-Narjo telah menghiasai Kota Bawang ini dengan membangun infrastruktur jalan dan jembatan yang menakjubkan. Yang dulu, sering terdengar ejekan, bila melewati daerah lain bisa tidur pulas di dalam mobil, namun bila sampai Brebes yang tadinya tidur nyenyak, mendadak terbangun karena diguncang jalan yang rusak. Pameo jelek tentang Brebes akibat jalan rusak, kini tidak lagi terdengar.

Pembangunan infrastruktur lain, pada Tahun 2019/2020 terbangunnya Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) 1 tower, 3 lantai, 44 kamar dengan type 36. Rusunawa ini diperuntukan Masyarakan Berpenghasilan Rendah (MBR) yang Anggaran Pembangunannya oleh Kementrian PUPR.

Pemkab juga berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan masyarakat guna meminimalisir backlog kepemilikan rumah di tahun 2021 dan 2022 menyelenggarakan Rumah Berbasis Komunitas bagi MBR sebanyak 30 unit.

Kegigihan Idza untuk menggapai piala Adipura juga membuahkan hasil, meskipun baru berwujud sertifikat. Penantian panjang masyarakat Brebes untuk meraih Adipura lebih dari 18 tahun terobati dengan diraihnya predikat Sertifikat Adipura 2015.

"Alhamdulillah, Kabupaten Brebes mendapatkan predikat Sertifikat Adipura dari penantian panjang sejak 1997," kata Idza Priyanti.

Pasangan Idza-Narjo menyeimbangkan pembangunan jasmani dan rohani. Sebagai Santri Idza menaruh hormat kepada peran ulama dan kiai. Untuk itu, Wakil Ketua Fatayat NU ini memberikan bantuan kesejahteraan untuk guru ngaji, imam masjid dan mushola, hafidz/hafidzah, dan pengasuh pondok pesantren.

“Peran ulama sangat besar sekali dalam membangun Kabupaten Brebes, terutama dalam membangun rohani, membangun spiritual sebagai pondasi ahlak masyarakat,” ungkapnya.

Istri dari Dr AKBP H Warsidin SH MH ini menyebutkan, data di Bagian Kesra Setda Brebes bantuan yang digelontorkan untuk para pegiat agama pada awal tahun 2012 hanya Rp 3,04 miliar untuk 5.802 orang. Selanjutnya terus meningkat baik jumlah nominal maupun penerimanya. Di tahun 2013 sebanyak Rp 4,64 miliar untuk 12.962 orang, tahun 2014 sebanyak Rp 6,46 miliar untuk 20.459 orang, tahun 2015 sebanyak Rp 8,91 miliar untuk 20.632 orang dan tahun 2016 digelontorkan lagi sebanyak Rp 11,10 miliar untuk 21.363 orang.

Untuk periode 2, program tersebut tetap dipertahankan bahkan meningkat signifikan dari tahun ke tahun yakni tahun 2017 sebanyak Rp 11,47 miliar untuk 21.683 orang. Dan untuk tahun 2021 sebanyak Rp 13,87 miliar untuk 22.321 orang.

Tak heran kalau keberhasilan menata peningkatan bisyaroh para pegiat agama menjadi daya dongkrak peningkatkan syiar agama dan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.

Di periode ke-2 kepemimpinan Idjo semakin matang karena tidak hanya fokus pada pembangunan jalan dan jembatan saja, namun menggarap infrastruktur yang monumental lainnya.

Antara lain, melakukan revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes. Secara bertahap RSUD Brebes menjadi gedung berlantai 5 dengan megah. Pemenuhan 37 dokter spesialis yang didukung dengan alat kesehatan mampu meningkatkan kualitas pelayanan.

RSUD Brebes menjadi percontohan penerapan Sistem Informasi Manajemen RS (SIM-RS) tingkat nasional oleh Kemenkes, dengan nama SIMRS GOS (Generic Open Source) sejak penerapannya 1 Mei 2021. RSUD Brebes juga telah membuka Bangsal Layanan Pediatric Intensive Care Unit (Picu) terstandar untuk pasien anak-anak.

Termasuk juga revitalisasi RSUD Bumiayu, yang tadinya hanya sekelas Puskesmas kini menjadi Rumah Sakit rujukan yang representatif untuk masyarakat Brebes di wilayah Selatan.  

Ruang terbuka hijau untuk masyarakat juga disediakan seperti dibangunnya Monumen Juang 45, Taman Edukasi dan revitalisasi Stadion Karangbirahi Brebes dan Gelanggang Olah Raga (GOR) Sasana Adhi Karsa Brebes. Stadion telah dirubah tampak mukanya, juga ditambah dan perbaiki lapangannya dengan rumput dan venue atletik, penambahan tribun timur, barat dan selatan.

Demikian juga dengan GOR telah ditambah dan diperbaiki venue-venue lainnya sehingga makin banyak sarana olahraga yang bisa dimanfaatkan untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.

Infrastruktur lain, dibangun RSUD Ir Soekarno Ketanggungan, Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT), Pendopo Bumiayu, Museum Buton, Jembatan Plompong Damai, dan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Tekad Idza membangun Kantor Bupati yang representatif dengan perjuangan yang gigih, akhirnya terwujud. Bangunan baru yang dinamakan Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) bergaya arsitektur modern mirip Istana Negara.

Pekerjaan pembangunan KPT Kabupaten Brebes Tahun 2021-2022 (multiyears) dengan Pagu Anggaran sebesar Rp 120 miliar dengan nilai kontrak senilai Rp 110.775.611.176,00. Waktu Pelaksanaan sejak 20 Agustus 2021 hingga 24 Agustus 2022 atau 370 hari kalender.

KPT dibangun diatas lahan seluas ± 29.919 m2 atau 3 hektar kurang. Sedangkan luas total bangunan dari lantai 1 hingga lantai 6 seluas ± 9.852 m2.

Pekerjaan KPT dilaksnakan oleh PT Istaka Karya (Persero) dan PT Chimarder 777 (KSO) dengan Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) PT Andaru Koncer Jagad-PT Elcentro Engineering Consultant-PT Adjisaka Konsultan Teknik (KSO)

Pada akhir masa kontrak per 24 Agustus 2022, telah dilaksanakan pemeriksaan bersama hasil pekerjaan dengan nilai progres sebesar 98,50%, dalam hal ini pekerjaan belum 100%. Terhadap kekurangan progres sebesar 1,50% diberikan pemberian kesempatan untuk penyelesaian pekerjaan dengan denda sebagaimana termuat dalam ketentuan kontrak pekerjaan.

Idza melanjutkan, kebangkitan ekonomi Brebes makin terasa dengan terbitnya Perpres nomor 79 tahun 2019 yang akan memenuhi sarana dan prasarana Kawasan Industri Brebes (KIB). Berdasar Perpres tersebut mengisyaratkan tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

“Kawasan Industri Brebes masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan luasan PSN 400 hektar," kata Idza.

Bupati dengan gigih memfasilitasi pendirian perusahaan dalam kurun waktu sepuluh tahun telah beroperasi sebanyak 15 perusahaan di Kawasan Industri Brebes (KIB). Sedangkan di Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB) sebanyak 30 perusahaan yang telah beroperasi.

“Mereka merupakan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanam Modal Asing (PMA),” ungkap Idza.

Berkembangnya KIB dan KPIB menambah gairah ekonomi masyarakat di sekitar pabrik. Seperti menjamurnya tempat kost, pedagang kaki lima dan tumbuhnya klaster perumahan hingga perbankan dan otomotif. Multi efek positif perekonomian, merupakan bagian dari pertumbuhan industrialisasi di Kabupaten Brebes.

Meski demikian, lahan pertanian di Kabupaten Brebes tidak tergerus karena masih tersedia dengan lahan yang sama luasnya ketika sebelum ada industrialisasi.

Dijelaskan Idza, luas lahan pertanian Brebes ada 62.524 hektar yang tetap dipertahankan. Luasan tersebut sangat produktif, terbukti Kabupaten Brebes mampu berkontribusi pada daerah lain di bidang pertanian, baik Padi maupun Bawang Merah. Produksi Bawang Merah sebanyak 401.615 ton, mampu menyangga 65,71 persen produksi Jawa Tengah dan berkontribusi 22,12 persen produksi Nasional. Sedangkan untuk produksi Padi 593.190 ton GKG (Gabah Kering Giling), mampu menyangga 6,19 persen produksi Jawa Tengah dan kontribusi 1,09 persen Nasional.

Lagi-lagi melalui perjuangan yang tak kenal lelah, selama tujuh tahun Pemerintah Kabupaten Brebes baru meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Tahun Anggaran 2019. Penghargaan tersebut menjadi bukti kinerja Pemkab Brebes yang akrual dan akuntabel. WTP diraih Kabupaten Brebes secara berurut selama tahun anggaran 2019, 2020, dan 2021.

“Perjuangan mencapai opini WTP sangatlah berat, tanpa dukungan semua pihak tentu sulit untuk diraihnya. Prestasi WTP bukan tujuan akhir, melainkan awal kerja untuk menuju lebih baik lagi. Karena telah menjadi kewajiban setiap pemerintah daerah dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan yang terbaik. Dan mari kita pertahankan dan tingkatkan prestasi ini,” ajak Idza.

Idza mengucapkan terima kasih kepada jajaran OPD Pemkab Brebes dan masyarakat dalam upaya pencapaian opini WTP. Hal ini menunjukan bukti bahwa sistem birokrasi di Brebes telah mencapai good and clean governance. Ketelitian dan kematangan dalam setiap program kegiatan merupakan poin penting. Seluruh tahapannya telah dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Selanjutnya, dari perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan anggaran sampai kepada pelaporan harus transparan dan akuntabel. Jangan lupa mengacu pada ketentuan yang berlaku. Baik secara administrasi maupun teknis,” ujar Idza.

Periode 2, Idza juga membangun Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjawab tantangan perubahan zaman, termasuk menyediakan tenaga kerja untuk Kawasan Industri Brebes. Peningkatan SDM diwujudkan dengan program Pendidikan Sepanjang Hayat guna menuntaskan anak-anak Brebes yang putus sekolah untuk melanjutkan sekolah meskipun di usia senja.

Hal yang membanggakan yaitu Kabupaten Brebes mewakili Asia Pacific pada KTT Open Government Partnership (OGP Global Summit). Ada dua program andalan yang dimiliki Kabupaten Brebes yakni Sambang Bansos dan Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

Idza memprogramkan SDM melalui bidang pendidikan, diantaranya dengan GKB dengan menerbitkan Peraturan Bupati (PerBup) Nomor 115 Tahun 2017.

Perbaikan pelayanan dasar dalam bidang pendidikan dengan gerakan mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) usia 7-21 tahun untuk kembali bersekolah sebagai upaya Pemerintah Kabupaten untuk peningkatan Angka Harapan Lama sekolah sebagai salah satu indikator IPM. Dari tahun 2017-2021 hasil yang dicapai atau anak yang bisa kembali bersekolah sebanyak 4.251 ATS.

Sedangkan Program Dewasa Tidak Sekolah (DTS) dengan dasar hukum Perbup Nomor 30 Tahun 2021 memberikan layanan pendidikan untuk warga usia 22-55 tahun untuk kembali bersekolah atau yang lebih populer dengan sebutan Pendidikan Sepanjang Hayat, sesuai SE Bupati Nomor 420/1751 Tahun 2021 sebanyak 1404 Warga Belajar.

Pemkab menggelontorkan biaya pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dan tidak mampu sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2018, hasil yang dicapai sebanyak 3.255 mahasiswa penerima bidik misi dari Pemkab Brebes.

Selanjutnya untuk anak-anak penyandang disabilitas di SD dan SMP belajar berdampingan dengan anak-anak normal. Sekolah dan guru inklusi juga ditingkatkan kapasitasnya.

Bencana Covid-19 yang melanda dunia, virus itu juga menyerang Kabupaten Brebes. Yang membawa beban luka adalah munculnya 164 anak yatim piatu, yatim atau piatu akibat Covid-19. Mereka kemudian diperhatikan penuh oleh Bupati Idza untuk mendapatkan Bapak Asuh.

Kata Idza, pihaknya sigap dalam menangani Covid-19. Untuk capaian vaksinasi sampai dengan Senin 29 Agustus 2022 berbasis faskes, total sasaran: 1.722.870. Capaiannya adalah untuk VAKSINASI PROGRAM Vaksinasi 1: 1.315.622 (76,36%), Vaksinasi 2: 1.119.062 (64,95%), Vaksinasi 3: 331.828 (24,54%), Vaksinasi 4: 2.164 (39,09%).

Tahap 1 SDM Kesehatan dengan sasaran: 5.536, untuk Vaksinasi 1: 7.266 (131,25%), Vaksinasi 2: 7.090 (128,07%), Vaksinasi 3: 6.144 (110,98%), Vaksinasi 4: 2.164 (39,09%).

Tahap 2 Lansia, Sasaran : 152.822, Vaksinasi 1 : 134.882 (88,26%), Vaksinasi 2 : 110.157 (72,08%), Vaksinasi 3 : 39.076 (25,57%).

Petugas Publik, Sasaran : 104.980, Vaksinasi 1 : 104.453 (99,50%), Vaksinasi 2 : 93.830 (89,38%), Vaksinasi 3 : 47.434 (45,18%).

Tahap 3 Masyarakat Rentan & umum, Sasaran: 1.088.643, Vaksinasi 1: 759.811 (69,79%), Vaksinasi 2: 645.466 (59,29%), Vaksinasi 3 : 234.114 (21,51%).

Remaja, Sasaran: 185.343, Vaksinasi 1: 162.194 (87,51%), Vaksinasi 2: 143.444 (77,39%), Vaksinasi 3: 5.060 (2,73%).

Anak-anak, Sasaran: 185.546, Vaksinasi 1: 147.016 (79,23%), Vaksinasi 2: 119.075 (64,18%).

Ibu Hamil, Vaksinasi 1: 924 (0,08 %), Vaksinasi 2: 867 (0,07 %), Vaksinasi 3: 273 (0,02%). Disabilitas, Vaksinasi 1: 109 (0,01%), Vaksinasi 2: 106 (0,01%), Vaksinasi 3: 43 (0,00%).

Saat ini, lanjut Idza, calam capaian Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Kab.Brebes s/d 29 Agustus 2022 tercatat Imunisasi Kejar (usia 12-59 bln), Vaksin OPV Sasaran: 8.583 Tervaksin 7.638 (89,0%). Vaksin IPV Sasaran: 20.887 Tervaksin: 16.796 (80,4%), Vaksin DPT-HB-Hib Sasaran: 28.592 Tervaksin: 23.764 (83,1%).  Imunisasi Tambahan MR Sasaran pusdatin: 112.762 Tervaksin: 93.526 (82,9%).

Selain capaian vaksinasi Covid dan BIAN, prestasi selama 10 tahun terakhir (2012-2022) yang diperoleh Dinkes dan jaringannya antara berupa 1. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2018 (Kategori Puskesmas Kawasan Perkotaan/ Pusk. Banjarharjo), 2. Penghargaan 10 Besar Inovasi Publik TK. Prop. Jawa Tengah "PeDeKaTe ABK" oleh Pusk. Bumiayu (2021); 3. Quality Management System Certification ISO 9001 (2021); 4. Kabupaten ODF (Open Detecation Free) Stop Buang Air Besar Sembarangan (2021), 5. Nominasi penghargaan pada sentra pangan jajanan/kantin tahun 2022 yang akan di umumkan saat Hari Kesehatan Nasional 2022, September mendatang, dan 6. Penghargaan penghapusan alkes merkuri dari kementian kesehatan di 49 Fasilitas kesehatan.

Idza juga mengoptimalkan dunia digital agar masyarakat melek digital sehingga Kabupaten Brebes juga terpilih menjadi bagian dari 50 kabupaten/kota yang mengikuti gerakan menuju kota cerdas (smart city) tahun 2022 dari Kemenkominfo.

“Ini adalah program nasional yang akan mendorong kita menjadi salah satu kabupaten yang mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan layanan masyarakat,” terang Idza.

Kabupaten Brebes dalam keterbukaan informasi tahun 20218 dan 2020 mendapat predikat menuju informatif.

Inovasi, adalah upaya kongkrit yang harus dilakukan untuk pemberdayaan UMKM di masa Pandemi Covid-19. Inovasi yang cukup jitu, yang dijalankan yakni menjalin kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dengan membuka UMKM store  yang dikelola dan diisi produk-produk UMKM Kab Brebes.

Menjalin kesepakatan bersama antara PT Bukalapak dan telah berjalan dengan jumlah UMKM yang memiliki akun Bukalapak sebanyak 285 UMKM. Jumlah produk yang ada di Bukalapak sebanyak 17.660 produk dengan transaksi 1.747 kali transaksi, dengan nilai transaksi Rp 554.065.319,-.

Untuk kerja sama dengan PT Indomaret, UMKM yang mengikuti kurasi produk sebanyak 25 UMKM, yang lolos kurasi produk sebanyak 8 UMKM dan jumlah ragam produk yang tayang di gerai ada 10 produk di 50 gerai, dengan total omset perbulan Rp 28.483.109,-.

PT Sumber Alfaria Trijaya atau Alfamart, mengakomodir UMKM Brebes yang mengikuti kurasi produk 25 UMKM meski yang lolos hanya 6 UMKM dengan 6 produk dan ditempatkan di 63 gerai Alfamart dengan total omset perbulan Rp 59.976.000,- Jalinan kerja sama dengan Sampoerna Retail Community (SRC) di berbagai outlet  SRC juga telah dilakukan yang mengisi ada 11 UMKM dengan jumlah ragam produk yang dijual  43 produk di 11 gerai dengan omset perbulan Rp 8.550.000,-.

Pengelolaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Brebes Berkarya Mandiri anggota dari Forum UMKM Guyub Rukun Saklawase Kab Brebes. Ada 31 UMKM yang mengisi UMKM Store di Anjungan TMII Jawa Tengah dengan jumlah ragam produk yang dijual sebanyak 115 produk dengan omset perbulan sebesar Rp 435.750,-.

Idza menerangkan, di bidang Seni Budaya Sanggar Binendrang Desa Jipang, Bantarkawung meraih juara 2 tingkat nasional lomba Tari Kreasi Nusantara yang diselenggarakan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan juara 3 tingkat nasional yang diselenggarakan FKIP Universitas Sriwijaya Palembang.

Pencanangan program desa berdikari pada Kampung Adat Jalawastu dan Desa Ciseureuh oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI. Juga penetapan telor asin sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud dan Ristek RI termasuk Upacara Ngasa Jalawastu di Desa Ciseureuh, Ketanggungan.

Di bidang Pertanian antara lain menerima penghargaan Abdi Bakti Tani dari Wapres karena Brebes mampu meningkatkan produksi padi tertinggi ke 2 tingkat nasional di masa Pandemi. Juga BPP Kersana, Bumiayu dan Losari menerima sertifikat penghargaan abdi tani dalam pelayanan masyarakat tingkat nasional.

Di bidang peternakan, juara 1 Kelompok Tani Ternak (KKT) Itik Berhias Limbangan Wetan menjadi KTT Itik terbaik tingkat Provinsi Jateng.

Selanjutnya, pada pengembangan literasi Kabupaten Brebes juga mendapatkan prestasi antara lain, Perpustakaan Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog sebagai Perpustakaan Terbaik Nasional Implementasi program transformasi perpustakaan desa berbasis inklusi sosial. Perpustakaan Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan sebagai pemenang lomba foto perpustakaan nasional. Perpustakaan Desa Pepedan kecamatan Tonjong sebagai pemenang lomba Cerita Dampak Perpustakaan Berbasis inklusi sosial perpustakaan nasional.

Penghargaan lainnya, papar Idza, Brebes sebagai Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya dan Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya Kategori Utama. Pencapaian pajak daerah 100 persen per jenis pajak. Penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia atas Kinerja Pengelolaan Dana Desa, yang penyerapannya mencapai 100 persen.

Perumda Tirta Air Minum Tirta Baribis sejak 2017 hingga 2022 dalam ajang BUMD Award, menerima penghargaan Top BUMD Award bintang 4. Titrta Baribis juga menjadi CSR terbaik kategori BUMD dari Menko Perekonomian, mendapatkan penghargaan dari BPJS Keenagaerjaan dalam gerakan perlindungan karyawan (Lingkar) juga mendapatkan 10 besar perumda terbaik se Jawa Tengah.

Penghargaan pemerintah daerah dengan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) terbaik dari Bank Indonesia. Idza juga mendapatkan Satria Brand Award dari Hairan Suara Merdeka dan sebagai Kepala Daerah Inovatif.