Pola Tidur dalam Menjaga Tingkat Insomnia Lansia
--None--
Rabu, 27/07/2022, 11:19:59 WIB

INSOMNIA berasal dari kata in artinya tidak dan somnus yang berarti tidur, jadi insomnia berarti tidak tidur atau gangguan tidur. The diagnostic and statistical of mental Disorder (DSM-IV) mendefinisikan gangguan insomnia primer adalah keluhan tentang kesulitan mengawali tidur dan menjaga keadaan tidur atau keadaan tidur yang tidak restoratif minimal satu bulan terakhir.

Erlina dalam Heny (2013), berpendapat Kesulitan tidur atau insomnia adalah keluhan tentang kurangnya kualitas tidur yang disebabkan karena sulit memasuki tidur, sering terbangun malam kemudian kesulitan untuk kembali tidur, bangun terlalu pagi, dan tidur yang tidak nyenyak.

Secara garis besar ada beberapa faktor yang menyebabkan insomnia yaitu: Stress, individu yang didera kegelisahan yang dalam, biasanya karena memikirkan permasalahan yang sedang dihadapi. Depresi, selain mnyebabkan insomnia, depresi juga menimbulkan keinginan untuk tidur terus sepanjang waktu karena ingin melepaskan diri dari masalah yang dihadapi, depresi bisa menyebabkan insomnia dan sebaliknya insomnia menyebabkan depresi. Kelainan-kelainan kronis, kelainan tidur seperti tidur apnea, diabetes, sakit ginjal, arthritis, atau penyakit mendadak seringkali menyebabkan kesulitan tidur. 

Efek samping pengobatan, pengobatan untuk suatu penyakit juga dapat menjadi penyebab insomnia. Pola makan yang buruk, mengkonsumsi makanan berat sesaat sebelum pergi tidur bisa menyulitkan untuk tertidur. Kafein, nikotin, dan alkohol. Kafein dan nikotin adalah zat stimulant. Alkohol dapat mengacaukan pola tidur. Kurang berolah raga juga bisa menjadi faktor sulit tidur yang signifikan.

Tanda dan Gejala Insomnia diantaranya ada: Kesulitan tidur secara teratur, Jatuh tidur atau merasa lelah di siang hari, Perasaan tidak segar atau merasa lelah setelah baru bangun, Bangun berkali-kali saat tidur, Kesulitan jatuh tertidur, Pemarah, Bangun terlalu dini, Masalah berkonsentrasi. Orang yang menderita insomnia biasanya terus berpikir tentang bagaimana untuk mendapatkan lebih banyak tidur, semakin mereka mencoba, semakin besar penderitaan mereka dan menjadi frustrasi yang akhirnya mengarah pada kesulitan yang lebih besar. 

Tidur adalah proses biologis yang bersiklus yang bergantian dengan periode yang lebih lama dari keterjagaan. Siklus tidur-terjaga mempengaruhi dan mengatur fungsi fisiologis dan respon perilaku. Menurut teori tidur adalah waktu perbaikan dan persiapan untuk periode terjaga berikutnya. Tidur adalah suatu keadaan yang berulang-ulang, perubahan status kesadaran yang terjadi selama periode tertentu.

Selama tidur, dalam tubuh seseorang terjadi perubahan proses fisiologis. Perubahan tersebut antara lain: Penurunan tekanan darah, denyut nadi, Dilatasi pembuluh darah perifer,Kadang-kadang terjadi peningkatan aktivitas traktus gastrointerstinal, Relaksasi otot-otot rangka, Basal metabolisme rate (BMR) menurun 10-30 %. 

Menurut hodgson, 1991 (di kutip dari Potter & Perry dalam Heny, 2013) kegunaan tidur masih belum jelas, namun di yakini tidur diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental, emosional dan kesehatan.

 Selama tidur semua fungsi- fungsi tubuh terisi diperbaharui lagi. Kualitas tidur yang baik juga dapat meningkatkan kualitas hidup individu. Tak hanya itu saja, tidur yang berkualitas dapat memberi beberapa manfaat penting bagi tubuh, yaitu:Membuat tubuh lebih sehat, membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang sehat, Menjaga berat badan agar tidak obesitas, Membuat kita aktif dan produktif sepanjang hari, Menjaga agar selalu fokus saat melakukan pekerjaan, Memperkuat sistem kekebalan tubuh, Mempertajam ingatan.agar mendapatkan manfaatnya. Usahakan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak kareana tidur yang cukup dan nyeyak merupakan kombinasi yang baik. 

Berikut ini adalah tips-tips untuk membuat tidur nyenyak.yang pertama adalah berolahraga sebelum tidur, dengan berolahraga tubuh akan menjadi lelah dan memudahkannya untuk tidur nyenyak. Kemudian usahakan untuk membuat jadwal tidur yang teratur agar tidur menjadi suatu kebiasaan yang baik dan yang terakhir jangan makan-makanan yang berat sebelum tidur agar tubuh tidak kembung.

Tidur yang normal terdiri atas komponen gerakan mata cepat REM (Rapid Eye Movement) dan NREM (Non Rapid Eye Movement). Tidur NREM dibagi menjadi empat tahap. Tahap I adalah jatuh tertidur, orang tersebut mudah dibangunkan dan tidak menyadari telah tertidur. Kedutan atau sentakan otot menandakan relaksasi selama tahap I. Tahap II dan III meliputi tidur dalam yang progresif. Pada tahap IV, tingkat terdalam, sulit untuk dibangunkan. Tidur tahap IV sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik. 

Para ahli tentang tidur mengetahui bahwa tahap IV sangat jelas terlihat menurun pada lansia. Lansia mengalami penurunan tahap III dan IV waktu NREM, lebih banyak terbangun selama malam hari dibandingkan tidur, dan lebih banyak tidur selama siang hari. Kebanyakan lansia yang sehat tidak melaporkan adanya gejala yang terkait dengan perubahan ini selain tidak dapat tidur dengan cukup atau tidak bisa tidur. Banyak penelitian menunjukkan bahwa tidur di siang hari dapat mengurangi waktu dan kualitas tidur di malam hari pada beberapa lansia. 

Setelah memasuki tahap IV, akan berlanjut ke tidur REM. Tidur REM terjadi beberapa kali dalam siklus tidur di malam hari tetapi lebih sering terjadi di pagi hari sekali. Tidur REM membantu melepaskan ketegangan dan membantu metabolisme sistem saraf pusat. Kekurangan tidur REM telah terbukti menyebabkan iritasi dan kecemasan.

Tidur dengan pola yang teratur ternyata lebih penting jika dibandingkan dengan jumlah jam tidur itu sendiri. Kebutuhan tidur bervariasi pada setiap individu, umumnya dibutuhkan 5-9 jam perhari pada orang dewasa untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas tidur yang efektif. Namun, semakin bertambahnya umur, semakin sulit pula untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas tidur yang efektif. Untuk itu diperlukan sebuah pola tidur yang sehat diantaranya Disiplin waktu l, Perhatikan lingkungan yang nyaman dan kondisi ruang tidur, Usahakan tidak makan sesaat sebelum tidur. 

Menurut Potter dan Perry (2005) pola tidur mempengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola tidur antara lain: penyakit dapat menimbulkan masalah tidur, stres emosional tentang masalah pribadi dapat mempengaruhi situasi tidur, obat-obatan seperti obat tidur seringkali membawa efek samping, kebersihan sebelum tidur dapat mempengaruhi tidur seeorang, dan lingkungan tempat seorang tidur dapat berpengaruh pada kemampuan untuk tidur.

Lanjut usia merupakan bagian dari proses pertumbuhan dan perkembangan yang akan dialami oleh setiap orang. Proses menua disebabkan oleh faktor biologik yang terdiri dari 3 fase antara lain: fase progresif, stabil dan fase regresif. Dalam fase regresif mekanisme lebih ke arah kemunduran yang dimulai dari sel sebagai komponen terkecil dari tubuh manusia. Sel- sel menjadi haus karena lama berfungsi dan mengakibatkan kemunduran yang dominan dibanding dengan pemulihan. 

Di dalam struktur anatomi proses menjadi tua terlihat sebagai kemunduran dalam sel yang berlangsung secara alamiah dan berkesinambungan yang pada gilirannya akan menyebabkan perubahan anatomis, fisiologis dan biokemis pada jaringan tubuh, sehingga mempengaruhi fungsi dan kemampuan badan secara keseluruhan.

Setiap orang memiliki kebutuhan hidup. Orang lanjut usia juga memiliki kebutuhan hidup yang sama agar dapat hidup sejahtera. Kebutuhan hidup orang lanjut usia antara lain kebutuhan akan makanan bergizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara rutin, perumahan yang sehat dan kondisi rumah yang tentram dan aman, kebutuhan-kebutuhan sosial seperti bersosialisasi dengan semua orang dalam segala usia, sehingga mereka mempunyai banyak teman yang dapat diajak berkomunikasi, membagi pengalaman, memberikan pengarahan untuk kehidupan yang baik. Kebutuhan tersebut diperlukan oleh lanjut usia agar dapat mandiri.

(Dhikayuni Fauziah adalah mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)