Back to Nature: Pengobatan Alami untuk Penyakit Stroke
--None--
Rabu, 27/07/2022, 06:28:57 WIB

STROKE menurut WHO dimaknai sebagai suatu keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular.

Menurut Samita (2018) Stroke dibedakan menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik (non hemoragik) adalah penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah otak berhenti sebagian atau seluruhnya. Sedangkan stroke hemorragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak.

Beberapa orang mengatakan bahwa stroke adalah silent killer. Artinya, meskipun kadang tidak menunjukkan tanda-tanda yang begitu berarti, serangan otak (stroke) ini bisa mematikan secara diam-diam. Prevelensi stroke menurut data world Stroke Organization menunjukan bahwa setiap tahunnya ada 13,7 juta kasus baru stroke, dan sekitar 5,5 juta kematian terjadi akibat penyakit stroke. 

Menurut Ummaroh (2019) Tanda dan gejala stroke yaitu mati rasa tiba-tiba di wajah, lengan atau tungkai terutama di sisi kiri atau kanan, tiba-tiba merasa bingung, kesulitan berbicara atau susah memahami, gangguan penglihatan yang tiba-tiba pada salah satu atau kedua mata, hilangnya keseimbangan secara tiba-tiba menyebabkan kesulitan dalam berjalan biasanya disertai pusing, dan sakit kepala tanpa sebab yang jelas.

Sekarang ini, masyarakat mulai memanfatkan bahan-bahan alami sebagai bahan pengobatan (back to nature). Kemujaraban dan tidak adanya efek samping pengobatan herbal memicu masyarakat menjadikan pengobatan herbal sebagai solusi alternatif di saat ekonomi yang kurang mendukung. Salah satu enis tumbuhan obat dan bahan alami yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengatasi penyakit jantung dan stroke adalah buah mengkudu, kepopuleran mengkudu kini semakin mendunia, apalagi setelah Dr. Heil Solomon melakukan terapi terhadap 8.000 pasien. Pemberian sari mengkudu secara kontinu memberikan korelasi positif terhadap penyembuhan penyakit kanker, jantung, mengontrol hipertensi, gangguan pencernaan, diabetes, dan stroke. Khasiat mengkudu antara lain dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kolestrol juga kadar gula darah tinggi. Khasiat tersebut dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Selain dengan menggunakan obat herbal, pengobatan tradisional juga bisa dilakukan dengan beberapa terapi yang menggunakan bahan alami (non-medis), salah satunya adalah terapi Bekam. Menurut Wadda, penulis buku “Bebas Stroke dengan Bekam” bekam sangat bisa digunakan untuk mengobati pasien stroke. Terutama untuk mengembalikan agar bagian-bagian tubuh yang lemah atau lumpuh bisa membaik kembali, jelas dokter yang juga anggota Asosiasi Bekam Indonesia ini. Lebih lanjut ia menjelaskan, bekam (hijamah) pada penderita stroke berfungsi memperbaiki organ hati, ginjal, kandung empedu, dan kandung kemih. Bekam juga memperbaiki meridian pada organ tersebut. Serta dapat memperbaiki fungsi motorik dan sensorik, ulasnya.

Hewan saat ini ternyata memiliki peranan yang sangat penting bagi penyembuhan alternatif berbagai penyakit. Salah satu hewan yang digunakan untuk terapi penyembuhan stroke sebagai perantarannya yaitu cacing Tanah (Lumbricus Rubellus), cacing tanah sangat berkhasiat untuk membantu menyembuhkan stroke, yaitu dapat mengatasi sumbatan aliran darah ke otak. 

Hal ini disebabkan kandungan enzim dalam cacing tanah mampu mencairkan gumpalan darah yang tersumbat. Di Indonesia penelitian mengenai manfaat cacing tanah bagi penderita stroke telah dilakukan oleh Dr. Zally Nurachman, seorang ahli enzim/protein dari ITB, Bandung.

Ilmuwan Iran sukses mengkloning kambing untuk pertama kalinya. Seekor anak kambing betina hasil kloning yang diberi nama hana lahir hari rabu (15/4) di Kota Isfahan, Iran bagian tengah. Kloning ini dilakukan Royan Research Institute yang dipimpin Dr. Mohammed Isfahani. Menurut Isfahani kloning domba dan hewan lainnya menjadi dasar penelitian kedokteran tingkat lanjut, antara lain menggunakan hewan kloning untuk menghasilkan antibodi bagi manusia untuk melawan penyakit. Ia mengatakan tujuan kloning kambing kali ini adalah untuk mengembangkan obat yang dapat mengobati penyakit stroke. Penelitian kloning hewan di Iran didukung penuh para ulama, meski kloning pada manusia dilarang. 

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis ketika terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Menurut Anshari (2020) Pada beberapa kasus menunjukkan seseorang yang menderita hipertensi untuk mengalami kejadian stroke. Ada beberapa obat herbal yang dapat mengendalikan hipertensi salah satunya adalah mentimun. Dari hasil penelitian Fauziah R.M. dari Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, 2010 mengenai pemanfaatan mentimun terhadap penurunan tekanan darah yang dilakukan selama tujuh hari dengan frekuensi konsumsi dua kali sehari terhadap pasien hipertensi rawat jalan, dilaporkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah setelah mengkonsumsi jus mentimun dengan menghentikan obat antihipertensi selama perlakuan. Sampel penderita hipertensi 81 kali lebih besar mengalami penurunan tekanan darah dibandingkan dengan responden yang tidak memanfaatkan mentimun.

Kadar gula darah juga merupakan salah satu faktor resiko untuk stroke. Beberapa tanaman yang dapat menurunkan kadar gula darah adalah pare, menurut gridhype.id. Air rebusan pare patut dicoba demi mencegah hal ini terjadi. Pasalnya, air rebusan pare kaya akan zat besi dan juga asam folat. Keduanya menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan gejala penyakit stroke. Bonusnya, kedua kandungan tersebut juga dapat membantu menyehatkan jantung.

(Erika Khairunnisa adalah mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)