![]() |
|
|
Menurut Irwandi D (2007), Kasus demam berdarah pertama kali ditemukan di Manila, Filipina pada tahun 1953. Di Indonesia sendiri pertama kali ditemukan di Surabaya pada tahun 1968. Sejak pertama kali ditemukan kasus Demam Berdarah cenderung meningkat. Berdasarkan jumlah kasus Demam Berdarah yang dilaporkan diwilayah Asia Tenggara, Indonesia termasuk peringkat kedua setelah Thailand. Saat ini pun kasus Demam Berdarah di Indonesia walaupun bisa diantisipasi, tapi mulai mendekati kategori luar biasa. Demam berdarah ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.
Sejalan dengan yang disampaikan oleh Karyawati AT (2011) bahwa dari beberapa penelitian, dilaporkan bahwa meniran (phyllantus Niruri) dapat menyembuhkan demam berdarah. Meniran memiliki khasiat yaitu sebagai obat antivirus dan antihepatotoksik yang dapat menyembuhkan demam berdarah.
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui apa itu daun meniran, manfaat meniran terhadap penyakit demam berdarah, macam-macam meniran, ciri-cirinya, efek samping terhadap meniran, sejarah penggunaan meniran , habitat meniran, zat yang terkandung dalam meniran, perbedaan meniran merah dan hijau, pencegahan demam berdarah, dan cara pengolahan/pemakaian.
Penelitian yang dilakukan oleh Dalinarta (2002) menyebutkan bahwa, Meniran (Phillanthus Niruri) merupakan famili Euphorbiaceae yaitu semacam tanaman liar berasal dari Asia Tropik yang tersebar diseluruh daratan Asia dna sangat mudah ditemui di Indonesia.
Menurut Karyawati AT (2011), Meniran memiliki manfaat sebagai obat antivirus. Senyawa immunomodulator meniran dapat meningkatkan sistem imun seluler maupun humoral dalam tubuh. Kandungan yang terdapat dalam meniran yaitu senyawa flavanoidflavanoid sebagai antioksidan yang lebih kuat dibandingkan dengan vitamin E. Senyawa ini mampu (merangsang) kekebalan tubuh. Menirna mengandung flavonoid yang menempel di sel imun dan memberikan sinyal intraseluler atau rangsangan untuk mengaktifkan kerja sel imun agar lebih baik. Aplikasi flavanoid sangat luas yaitu untuk mengobati penyakit infeksi bakteri dan infeksi virus. Penelitian menunjukan bahwa meniran berfungsi menghambat DNA polimerase dari virus, menghambat enzim reverse transkriptase dari retrovirus, sebagai antibakteri, antifungi, antidiare, dan penyakit gastrointestinal lainnya.
Sejalan dengan yang disampaikan oleh Karyawati AT (2011) bahwa, selain flavonoid, meniran jga mempunyai yaitu filatin dan hepofilatin yang merupakan komponen utama yang berkhasiat melindungi hati dari zat toksik, baik berupa parasit, obat-obatan, virus, maupun bakteribakteri. Karena itu meniran memiliki efek antihepatoksik. Perbaikan hati dimungkinkan oleh kandungan zat aktif yaitu filatin dan hepofilatin yang mengaktifkan sel kupffer dalam menghasilkan interleukin untuk proses regenerasi sel hati. Menurut teori sek Kupffer dapat memproduksi interleukin 6 yang akan merangsang sintetis protein pada sel hati.
Terdapat dua spesies meniran yang digunakan dalam pengobatan yaitu : meniran merah (Phyllantus Urinaria L.) dan meniran hijau (Phyllantus Niruri L.)
Meniran merah dengan nama lain Phyllantus Urinaria L dan memiliki warna batang dan tangkai daun merah walaupun kadang agak kehijauan. Sayatan batang muda berbentuk persegi lima. Jenis ini memiliki bentuk polihedral, bentuk sayatan cabang berbentuk pipih bersayap.
Sedangkan Meniran Hijau dengan nama latin Phyllantus Niruri L dan memiliki batang dan tangkai berwarna hijau.
Ciri-ciri Meniran Merah dan Hijau
-Meniran Merah
Daun bulat, Kecil, Batang berwarna merah
-Meniran Hijau
Daun Bulat, Kecil, Batang berwarna hijau
Efek samping yang terdapat pada meniran hijau dapat menimbulkan efek samping seperti sakit perut dan diare. Selain itu, setiap obat dan bahan bisa menimbulkan reaksi alergi. Hentikan penggunaan dan segera kedokter jika anda mengalami reaksi alergi, seperti munculnya ruam yang gatal pada kulitkulit, pembengkakan pada kelopak mata dan bibirbibir, serta kesulitan bernapas.
Penelitian yang dilakukan oleh Thomas ANS mnyatakan bahwa, Sejarah penggunaan meniran (Phyllantus Niruri L) banyak tanaman yang dilaporkan dapat menyembuhkan penyakit demam berdarah, salah satu yang pernah dilaporkan adalah meniran. Phyllantus Niruri termasuk famili Euphorbiaceae. Tanaman ini juga dikenal dengan nama dukung anak (Malaka), meniran ijo atau meniran (Jawa, Sunda) dan Gossau ma dugi (Ternate). Di India tanaman ini dijuluki dengan chancachanca-piedra, sedangkan di Amerika selatan disebut sebagai stone breaker. Meniran di kenal sebagai tumbuhan liar yang banyak ditemukan di hutan, ladang, kebun, maupun dihalaman rumah. Tanaman ini berasal dari Asia dan kini telah tersebar kebenua Afrika, Amerika dan Australia. Pemanfaatan meniran untuk pengobatan sangat luas-luas, terutama untuk penyakit infeksi seperti demam berdarah. Zat yang terkandung dalam meniran (Phyllanthus Niruri L) untuk mengobati demam berdarah diantaranya yaitu flavonoid, filatin dan hepofilatin.
Menurut Candra B (2002), Penyakit Demam Berdarah dapat dicegah dan disembuhkan sejak dini dengan menggunakan tanaman yang relatif mudah diperoleh dan murah harganya. Salah satu contoh tanaman/herbal yang dapat dimanfaatkan untuk terapi alami demam berdarah yaitu Meniran (Phyllanthus Niruri L). Hal ini karena pada tanaman tersebut memiliki kemampuan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kadar trombosit darah, sehingga mampu mengobati penyakit demam berdarah.
Sejalan dengan yang disampaikan oleh Hastuti O (2006) menyebutkan bahwa, cara penggunaan meniran secara tradisional yaitu rebusan daun meniran sering dimanfaatkan sebagai obat, salah satunya yaitu untuk penyembuhan penyakit demam berdarah. Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan adalah akar,batang,daun, dan buah (biji). Penggunaan bias dalam bentuk segar, simplisia (kering), atau sudah dikstrak. Untuk pengobatan dalam bentuk segar, tanaman direbus
lalu diminum airnya.
(Kharismatul Romadona adalah mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)