Cara Menjaga Kesehatan Mental pada Remaja
--None--
Selasa, 26/07/2022, 11:18:34 WIB

MASALAH Kesehatan mental telah mempengaruhi anak-anak dan remaja termasuk depresi, kecemasan dan gangguan perilaku yang seringkali merupakan respons langsung terhadap apa yang terjadi dalam hidup mereka. Perawatan Kesehatan mental pada remaja adalah hal yang sangat penting. Namun, sering kali diabaikan oleh masyarakat.

WHO memberikan pengertian tentang sehat sebagai suatu keadaan fisik, mental, dan sosial yang lengkap sejahtera dan tidak semata-mata karena tidak adanya peyebab penyakit atau kelemahan. Definisi ini semakin menjelaskan bahwa Kesehatan mental merupakan bagaian dari Kesehatan. Kesehatan mental juga sangat berhubungan dengan Kesehatan fisik dan perilaku. WHO lalu memberikan pengertian tentang Kesehatan mental sebagai “A State Of Well-Being In Which The Individual Realizes His Or Her Own Abilities, Can Cope With Normal Stresses Of Life, Can Work Producively And Fruifully, And Is Able To Make A Contribution To His Or Her Community” (WHO,2001) 

Sebelum abad pertengahan, kesehatan mental sering kali dikaitkan dengan kekuatan gaib, mahluk halus, ilmu sihir dan sejenisnya (Nolen,2009). Oleh karenanya terjadi, gangguan Kesehatan mental pada individu. Maka penangan yang dilakukan dengan upacar ritual atau perlakukan tertentu supaya roh jahat dalam tuuh individu tersebut dapat keluar. Seiring perekembangan waktu dan kemunculan para tokoh dalam bidang Medis di Yunani seperti Hippocrates (460 B.C). Konsep Kesehatan mental mulai menggunakan konsep biologis yang menganggap bahwa gangguan mental terjadi disebabkan adanya gangguan biologis seseorang. Penanganan atas gangguan tersebut pun menjadi lebih manusiawi. 

Hippocrates dan para tabib Yunani serta Romawi pengikutnya lalu menkankan pada pentingnya lingkungan yang menyenangkan, olahraga, diat tang tepat dan mandi yang menenangkan untuk gangguan Kesehatan mental.

Pada abad pertengahan akhir, banyak kota yang membangun rumah sakit jiwa untuk mengatasi orang dengan gangguan jiwa. Rumah sakit jiwa ini dibentuk seperti penjara, orang-orang dirantai dalam sel yang gelap, kotor dan diperlakukan sepeti binatang. Sampai pada tahun 1972, Philipe Pinel ditugaskan untuk mrlakukan perbaikan pada rumah sakit jiwa. Pinel melepaskan rantai dan menempatkan pasien di kamar yang bersih dan cerah. Pasien diperlakukan dengan baik dan akhirnya banyak orang yang sudah bertahun-tahun di dalamnya sembuh dan sudah keluar dari rumah sakit tersebut.

Pada awal abad 20, bidang kedoketeran dan psikologi memeiliki kemajuan pesat (Nolen,2009). Semakin banyak rumah sakit jiwa yang dibangun untuk menangani permasalahan gangguan Kesehatan mental. Para psikiater sudah memberikan aktivitas terapi sperti terapi individu dan kelompok, terapi keterampilan serta memberikan kursus Pendidikan untuk membantu pasien yang sudah keluar dari rumah sakit supaya dapat berfungsi secara normal dalam kehidpan sehari-hari. Walaupun begitu, masyarakat masih belum memahami ap aitu mental illness dan menilai bahwa rumah sakit jiwa merupakan tempat yang menakutkan.

Karakteristik atau ciri-ciri Kesehatan mental, yakni orang yang sehat secara mental, yaitu: Terhindar dari gangguan jiwa, baik neurosa maupun psikosa, Mampu menyesuaikan diri, Mampu meningkatkan potensi secara maksimal, Mampu mencapai kebahagian pribadi ataupun orang lain.

Menurut Mubasyiroh (2015), Faktor penyebab gangguan mentak pada remaja ditimbulkan dari banyak hal, seperti banyaknya tekanan dan kurangnya support system dari keluarga, pergaulan yang menyimpang pengaruh dari teman, tekanan dari tuntutan pelajaran disekolah yang diberikan guru kepada siswa. Gangguan mnetal relatif terjadi pada remaja perempuan dikarenakan banyaknya Tindakan pelecehan seksual yang terjadi pada perempuan, tidak dapat mencerna dengan hal positif yang ada dalam kehisupan. Remaja yang terindikasi mengonsumsi narkoba juga beresiko lebih besar mengalami gangguan mental.

Ciri-ciri mental pada remaja adalah kebersihan pribadi yang buruk, tidak dapat menontrol emosi, perubahan suasana hati yang ekstrem, perubahan pola makan dan jam tidur, kurangnya energi atau motivasi, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga penurunan presentasi akademis.

Beberapa pilihan pengobatan yang akan dilakukan dokter dalam menangani gangguan mental, antara lain yaitu Psikoterapi merupakan terapi bicara yang memberikan media yang aman untuk pengidap dalam mengungkapakan perasaan dan meminta saran. Psikoterapi beserta perawatan dengan menggunakan obat-obatan merupakan cara yang paling efektif untuk mengobati penyakit mental. Obat tersebut berupa golongan Selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), Serotonin norepinephrine reuptake inhibitor (SNRIs) dan antidepresan trisiklik. Obat-obatan ini umumnya dikombinasikan dengan psikoterapi untuk mengahsilkan pengobatan yang lebih efektif. 

Berikut ini adalah paduan umum yang bisa diterapkan untuk menjaga Kesehatan mental yaitu hargai diri sendir, usahakan untuk selalu melihat sisi positif dari suatu masalah, perlakukan diri sendiri seperti memeperlakukan orang yang disayangi, temukan cara terbaik untuk mengelola stress untuk diri sendiri, syukuri segala hal yang dimiliki dan mencintai diri sendiri, lakukakan hal-hal yang membuat bahagia, kembangkan potensi yang dimiliki atau mencoba hal-hal yang belumpernah dilakukan.

Kesehatan fisik yang buruk dapat meningkatkan resiko timbulnya masalah kesehatan mental. Begitu pula sebaliknya, walaupun kelihatanya pikiran hanya ada dalam benak saja, nyatanya pikiran yang bisa mempengaruhi fungsi-fungsi tubuh yang lainnya. Akibatnya, kiata akan rentan mengalami berbagi kondisi medis tertentu.

Gangguan gejala mental dapat diawali dengan beberapa gejala berikut:

-Delusi, paranoia atau halusinasi

-Kehilanagan kemampuan untuk berkonsentrasi

-Ketakutan, kekhawatiran atau perasaan bersalah yang selalu menghantui

-Ketidak mampuan mengatasi stress atau masalah sehari-hari

Kesehatan mental dapat diterapkan di semua unit kehidupan sosial, misalnya lingkungan keluarga, sekolah serta lingkungan sosial pada umunya. Penerapan serta pengembangan Kesehatan mental di unit-unit sosial teroranisir ini didasarkan pada prinsip psikologis artinya, perekembanagan Kesehatan mental individu ditentukan oleh kualitas kondisi psikologis atau iklim lingan dimana individu berada.

Cara mengatasi gangguan mental pada remaja. Bagi kita yang masih remaja dan merasa mengalami gangguan mental, kita bisa mengatasinya dengan Berbicarakan masalah dengan orang dewasa, Jangan mengurung diri, menerapkan pola hidup sehat, mengelola stress dan kecemasaan.

(Mentari Elvarreta adalah mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah)