![]() |
|
|
PENDIDIKAN adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan yang diturunkan dari generasi ke generasi oleh sekelompok orang melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan biasanya dilakukan secara di bawah arahan orang lain, tetapi belajar mandiri juga memungkinkan dalam pendidikan. Pendidikan merupakan suatu upaya mencerdaskan manusia untuk hidup lebih baik dari sebelumnya. Pendidikan juga merupakan garda depan untuk memajukan suatu negara, kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh status pendidikannya.
Kondisi pendidikan di negeri ini sebenarnya sangat memprihatinkan. Hal ini dapat dirasakan pada setiap jenjang pendidikan. Apalagi kalau kita lihatlah pendidikan di pelosok desa bagaimana anak-anak banyak yang bekerja keras untuk membantu orang tua mereka mencapai kehidupan yang lebih layak dari pada untuk belajar di sekolah.
Banyak permasalahan pendidikan yang ada di desa seperti kurangnya tenaga pengajar, Seperti pendapat dari Benediktus Vito dan Hetty Krisnani Menyatakan bahwa Jumlah guru lebih banyak terdapat di perkotaan dibandingkan dengan di pedesaan. Rendahnya minat guru mengajar di pedesaan diakibatkan oleh minimnya akses transportasi serta fasilitas sekolah yang buruk yang terdapat di pedesaan. Selain itu kesenjangan pendidikan antara perkotaan dan pedesaan dapat terlihat dari sekolah-sekolah di perkotaan yang mempunyai fasilitas baik pastinya juga memiliki pengajar yang berkompeten sehingga nantinya menghasilkan siswa-siswa yang cerdas. Hal ini berbanding terbalik terhadap sekolah-sekolah yang terdapat di pedesaan yang mempunyai fasilitas sekolah yang kurang baik dan tenaga pengajar yang kurang kompeten.
Permasalahan susahnya jaringan internet pun sangat mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar, seperti kita ketahui bahwa Indonesia bahkan dunia sejak akhir tahun 2019 terserang wabah virus Corona yang membuat manusia mengurangi kegiatan di luar rumah untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dan proses belajar mengajar pun di ganti yang tadinya tatap muka di sekolah menjadi daring, kurangnya persebaran jaringan internet di desa sangatlah menyusahkan para siswa untuk mengikuti pelajaran secara online, seperti yang saya rasakan sendiri saya harus pergi kerumah teman atau pergi ke tempat yang lebih tinggi untuk mencari sinyal internet agar dapat mengikuti pembelajaran secara daring, terkadang juga sering kali tertinggal pembelajaran dikarenakan perubahan jadwal pembelajaran yang mendadak.
Kurangnya fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar juga sangat berpengaruh seperti kurangnya bahan ajar guru, ruang kelas yang kurang nyaman bahkan banyaknya genteng yang bocor seringkali mengganggu kegiatan belajar mengajar, keterbatasan komputer untuk melakukan ujian biasanya terjadi di sekolah menengah pertama, mereka harus pergi ke SMA/SMK untuk melakukan ujian.
Minimnya akses menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi di desa, termasuk akses pendidikan. Tanpa akses yang mudah, pemerintah, kepala sekolah, guru, dan pihak lain yang ingin meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pasti akan menemui kesulitan. Bahkan siswa kesulitan untuk sampai ke sekolah karena transportasi yang tidak nyaman atau malah jarangnya transportasi umum yang sering membuat sulit para siswa untuk menuju ke sekolah.
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pendidikan, sedikitnya kesadaran untuk melanjutkan pendidikan di daerah terpencil. Mereka lebih memilih bekerja daripada melanjutkan pendidikan. Faktor penyebab kurangnya kesadaran pribadi, faktor ekonomi, faktor sosial dan budaya. Faktor sosial budaya disini berkaitan dengan budaya masyarakat seperti pendapat, adat istiadat dan kebiasaan.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk menangani permasalahan pendidikan di desa antara lain, bantuan anggaran di bidang pendidikan, mengirimkan guru untuk membantu pendidikan di desa seperti Program Indonesia Mengajar, melengkapi fasilitas yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar, meningkatkan kenyamanan transportasi seperti memperlancar perjalanan seperti perbaikan jalan yang rusak, membangun sarana dan prasarana pendidikan.
(Ega Dany Pratama adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tinggal di Dk. Kedawung, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes)