Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sebagai Alat Penerangan
--None--
Sabtu, 23/07/2022, 06:53:02 WIB

INDONESIA sebagai negara kepulauan memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Namun seiringn berjalannaya waktu ketersediaan sumber daya alam tersebut kini mulai menipis, sehingga perlu beralih ke energi terbarukan yakni dengan energi alterntif yakni memanfaatkan sinar matahari menjadi energi. menurut R. Mulyana, (buku panduan instalasi listrik tenaga surya, 2018,p.8). Kementerian ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 49 tahun 2018 tentang penggunaan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap oleh konsumen Perusahaan Listrik Negara PLN. Harapannya dengan aturan ini bisnis dan industri panel surya bisa berkembang.

Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) off-grid mengambil peranan penting dalam meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah perdesaan di Indonesia.
Matahari adalah sumber energi terbesar yang ada di permukaan bumi. Pada keadaan cuaca cerah, permukaan bumi menerima sekitar 1000 watt. Sedangkan total intensitas penyinaran perharinya diindonesia mampu mencapai 4500 wat haour per meter persegi. Sehingga bisa di katakan matahari sebagi sumber energi terbesar di bumi. Pemanfaatan energi matahari juga cukup banayak di antarana membantu tumbuhan berfotossintesis, dan sebagai sumber listrik Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber listrik dilakukan melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Menurut Harahap, & Partaonan (2019) Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah perkembangan teknologi energi surya yang terjangkau, tidak habis, dan bersih akan memberikan keuntunganjangka panjang yang besar, pada saat ini  sudah banyak yang memanfaatkan panel surya sebagai pembangikt listrik mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada PLN, setiap tahun kebutuhan akan energi listrik di dunia akan mengalami pertumbuhan. Pemanfaatan energi matahari sebagai pembangkit listrik telah banyak dilakukan dengan menggunakan panel surya. plts yakni sistem yang diguakan untuk menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan energi surya/panas dari matahari yang di serap oleh panel surya melalui proses fotovoltaik.

Fotovoltaik yaitu teknologi yang mengubah energi dari sinar matahari menjadi energi listrik secara langsung. Bahan bahan yang digunakan untuk membuat PLTS yakni panel suraya. Panel surya berfungsi sebagi alat untuk menyerap panas matahari/sinar matahari, controller. energi atau controller atau solar charge controller berfungsi sebagai mengatur energi surya yang didapatkan dari panel surya, batrai atau aki. Batrai berfungsi sebagai menyimpan energi listrik yang dihasilkan dari panel surya, lampu led, lampu led berfungsi sebagai penerang.

Cara kerja PJU-TS yakni Pada pju-ts terdapat panel atau sel sinar surya yang berfungsi untuk mengumpulkan energi matahari. Energi darisang ini disimpan di dalam baterai atau aki di siang hari. Kemudian diubah jadi energi listrik pada malam hari. Pada saat itulah lampu akan menyala secara otomatis dan mati dengan sendirinya saat memasuki pagi.Kekuatan sinar lampu pada PJU-TS ini tergantung seberapa banyak energi yang telah dikumpulkan ketika pagi dan siang. Dalam kondisi normal bisa bertahan 8 hingga 10 jam per hari. Namun bila cuaca mendung atau hujan dan tidak ada panas, keadaan akan berbeda. Sinar atau cahaya PJU tenaga surya yang dihasilkan tidak sempurna karena minimnya penyerapan cahaya matahari.

PJU tenaga surya ini mempunyai manfaat tertentu. Kegunaan ini akan sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan baik, terutama pada malam hari. Pemakaian penerangan jalan umum dapat meminimalisir kecelakaan lalu lintas dan dapat menambah produktifitas dan pendidikan. Lampu dari sumber energi matahari ini cocok dipakai di wilayah terpencil di Indonesia yang belum tersalur listrik.

Menurut Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi, PJU-TS (penerangan jalan umum tenaga surya) bisa menjadi solusi untuk digunakan di jalan-jalan pada daerah yang belum terjangkau aliran listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), juga pada daerah-daerah yang sudah terlistriki PLN, namun ingin mengurangi konsumsi listrik daerahnya. PJU-TS merupakan alternatif lampu penerangan jalan yang memiliki beberap kelebihan. Pertama, biaya energi PJU-TS lebih murah dibandingkan PJU-PLN, lantaran menggunakan sumber energi surya yang relatif tidak terbatas dan didapatkan secara gratis.

Menurut Fahmy, PJU-TS pun memiliki sejumlah kekurangan. Antara lain, pertama, sangat tergantung cuaca. Pada saat cuaca mendung dan hujan, kemampuan panel surya menangkap sinar matahari akan berkurang, sehingga tidak optimal dalam mengkonversi energi surya menjadi listrik.

Pemanfaatan PLTS ini sudaah banyak di gunakan salah satunya yakni sebagai alat penerengan jalan. Contohnya pemanfaatan plts di daerah Kec. Sirampog Kab. Brebes, daerah tersebut terletak di brebes bagian selatan. Pemanfaatan plts sebagai alat penerangan jalan sudah mulai terpasang di daerah tersebut tapi belum menyeluruh ke desa desa. Salah satu desa yang belum terdapat adanya plts sebagi penergangan jalan yakni di Desa Batursari Kecamatan Sirampog, di desa tersebut minim sekali alat penerangan jalan di karenakan banyak jalan yang tidak di lalui kabel pln atau jauh dari jangkauan listrik pln.
Kurangnya alat penerangan jalan ini mejadi permaslahan di daerah tersebut karena jalan di daerah sirampog memliki jalur yang ekstrim karen banyak jalan menurun dan berlubang, sehingga pada malam hari dapat memicu terjadinya kecelakan karena kurangnya alat penerangan jalan. Hal ini menjadi problem di masyarakat jalan yang seharusnya mempermudah masyarakat dalam bepergian sekarang sedikit terhambat karena kurangnya lampu penerangan jalan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, sebanyak 670 unit PJU-TS telah dipasang di lima kabupaten pada 2015, meningkat menjadi 5.015 PJU-TS di 67 kabupaten dan 7.462 PJU retrofit di 48 kabupaten pada 2016. Sementara pada tahun 2017, dipasang sebanyak 924 PJU retrofit di enam kabupaten, dan pada tahun 2018 total PJU-TS yang sudah terpasang mencapai 35.935 unit di 172 kabupaten dan kota, mulai dari Kota Banda Aceh hingga kabupaten Merauke.
PJU-TS yang seharusnya menjadi alternatif bagi jalan jalan yang jauh dari jangkauan kabel PLN, malah penggunaanya atau efisien karena PLTS lebih banayak di daerah perkotaan padahal di daerah pedesaan yang jauh dari jangkauan listrik pln lebih membutuhkan adanya plts sebagi alat alternatif penerangan jalan. Sehingga dapat menggangu masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dan pendidikan.

Pembangkit listrik tenaga surya sebagai alat penerangan jalan atau pju-ts sebuah inovasi baru yang memanfaatkan sinar matahari sebagi sumber ennergi. PJU-TS sekarang sudah banyak di gunakan di kota maupun di desa tetapi masih ada saja desa desa yang belum ada PJU-TS padahal di desa desa tersebut banyak jalan yang jarang di lalui kebel atau listrik PLN. Hal tersebut menjadi problem atau masalah di masyarakat karena kurangnya alat penerangan jalan dapat mempengaruhi produktifitas dan pendidikan di desa desa.

(Aris Apriyanto adalah mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. E-mail: arisapriyan11@gmail.com)