Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Wabah Penyakit Baru
--None--
Jumat, 22/07/2022, 13:08:37 WIB

PANDEMI menurut Departemen Kesehatan RI Tahun 2007 dimaknai sebagai wabah yang berjangkit serempak dimana-mana meliputi daerah geografi yang luas. Wabah penyakit yang masuk dalam kategori pandemi adalah penyakit menular dan memiliki garis infeksi berkelanjutan. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan ini diatur jenis-jenis penyakit tertentu yang dapat menimbulkan wabah, seperti Kolera, Pes, Campak, Rabies, Influenza, Antrax.

Penyakit-penyakit lain yang dapat menimbulkan wabah, akan ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Penyakit menular disebabkan oleh beberapa jenis mikroorganisme, seperti virus, bakteri, rickettsia, jamur, protozoa, dan metazoa atau cacing. Dengan demikian, penyakit dapat menular dari pejamu satu ke pejamu yang lain.

Snowden secara khusus menyebutkan bahwa dia hanya akan membahas wabah penyakit yang bersifat epidemik berdasar tiga alasan. “Pertama, wabah penyakit epidemis menyebabkan rasa cemas dan menyebarkan teror dalam masyarakat. Kedua, wabah penyakit epidemis ini berpengaruh langsung terhadap sejarah kehidupan manusia di dunia karena sampai saat ini menjadi salah satu penyebab utama kematian dan penderitaan masyarakat di seluruh penjuru dunia. Ketiga, wabah penyakit epidemis akan selalu ada sepanjang masa. Dari waktu ke waktu, akan terus bermunculan wabah penyakit baru yang melanda dunia dan menimbulkan gejolak dalam dinamika hidup manusia.”

Mengevaluasi interaksi antara wabah penyakit dan masyarakat pada masa lalu memberikan latar belakang yang diperlukan untuk menghadapi pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat ketika menghadapi SARS, flu burung, dan Ebola barubaru ini. Pembahasan wabah, selalu dimulai dengan pemeriksaan pengaruhnya terhadap tubuh manusia secara individu dan kemudian beralih ke pengaruhnya terhadap masyarakat luas. Manifestasi klinis dari setiap penyakit sangat penting dalam mengamati respons sosial masyarakat terhadap krisis medis.

Ada empat pelajaran penting yang bisa diperoleh dari wabah penyakit yang pernah muncul pada masa lalu, menurut pandangan Snowden pada bukunya. Pertama, rasa percaya diri yang berlebihan terhadap sistem kesehatan yang ada membuat manusia menjadi kurang waspada terhadap wabah penyakit yang muncul. Kedua, berkaitan dengan poin pertama, masyarakat harus menyadari bahwa sistem kesehatan yang ada memiliki banyak “lubang”. Ketiga, terkait dengan poin kedua, wabah penyakit bisa sangat cepat bermutasi dan hal itu mempersulit sistem kesehatan kita dalam mempelajarinya. Keempat, penanganan wabah penyakit di sebuah negara selalu berkaitan dengan dinamika politik yang ada di negara tersebut.

Corona Virus disingkat Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona jenis baru. Pada jenis virus corona sebelumnya, diketahui penyebaran utamanya adalah dari kontak jarak dekat, orang ke orang melalui jalur pernafasan dari percikan batuk atau napas (droplets). Kita tahu bahwa semua orang dari segala usia yang memeungkinkan terinfeksi virus, tetapi sejauh ini hanya ada beberapa kasus Covid-19 dilaporkan pada anak-anak. Virus ini bisa berakibat fatal pada kasus-kasus, sejauh ini terutama di kalangan orang tua dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya.

Berdasarkan pusat rujukan informas Kemenkes RI tentang Covid-19, ada tiga hal yang harus di ketahui untuk terkait pengurangan risiko, seperti berikut ini.

Cara Mengurangi Risiko Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir adalah pertahanan pertama dari virus Corona. Di samping itu, ada cara-cara lain yang harus Anda ketahui untuk melindungi diri dan orang lain. Dapatkan panduan terbaru dari para ahli.

Berikut rujukan Informasi terkait Covid-19;
Menurut Kementrian Kesehtan RI Tahun 2020, Cari Informasi yang Benar, Virus Corona adalah penyakit baru dan para ahli masih terus meneliti sejauh mana keganasan dan tingkat penyebarannya. Informasi berubah cepat dan banyak informasi menyesatkan beredar di masyarakat. Ikuti selalu informasi terbaru dari para ahli yang kredibel.

Apa yang Perlu Dilakukan Bila Sakit.
Gejala utama infeksi virus corona adalah demam, batuk dan sesak napas. Kelompok lansia (lanjut usia) dan orang dengan penyakit menahun (kronis) memiliki risiko lebih tinggi. Ketahui apa yang perlu dilakukan saat mengalami 3 gejala itu. Dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap suatu wabah penyakit sangat saling berkesinambungan karena PHBS sendiri merupakan bentuk perwujudan orientasi hidup sehat dalam budaya perorangan, keluarga, dan masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatannya baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial.

Melalui Kementrian Kesehatan, PHBS diharapkan masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalah sendiri dan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Manfaat PHBS secara umum adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau dan mampu menjalankan hidup bersih dan sehat. Hal tersebut menjadi penting untuk dilakukan agar masyarakat sadar dan dapat mencegah serta mengantisipasi atau menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang mungkin muncul.

Berikut adalah gambaran jenis-jenis perilaku hidup sehat yang harus dipahami menurut dari Depkes RI Tahun 2007, diterapkan dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar hidup sehat dan terjaga dari serangan penyakit (Depkes RI, 2007), mencuci tangan pakai sabun, makan makanan bergizi seimbang, melakukan aktifitas fisik setiap hari, dan menggunakan air bersih.

Menurut Kementiran Kesehatan Tahun 2012 dalam Program PHBS yang dibentuk pemberdayaan masyarakat bersifat preventif dan promotif dengan cara yang sangat mudah dan murah, namun hasilnya sangat luar biasa serta akan berdampak kepada kuantitas dan kualitas Indeks Keluarga Sehat (IKS) dan Indeks Individu Sehat (IIS) karena PHBS berisikan rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan dengan tahapan tahu, mau dan mampu dalam menjalani perilaku guna meningkatkan kualitas perilaku hidup bersih sehat sehari-hari.

(Putri Aulia Zahra adalah mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)