Pentingnya Penalaran Matematika dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika
--None--
Jumat, 22/07/2022, 12:50:08 WIB

LITERASI merupakan kapasitas individu untuk memformulasikan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks.

Hal ini meliputi penalaran matematik dan penggunaan konsep, prosedur, fakta dan matematika untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi fenomena. Hal ini menuntun individu untuk mengenali peranan matematika dalam kehidupan dan membuat penilaian yang baik dan pengambilan keputusan yang dibutuhkan oleh penduduk yang konstruktif, dan reflektif.

Pengertian ini mengisyaratkan literasi matematika tidak hanya pada penguasaan materi saja akan tetapi hingga kepada penggunaan penalaran, konsep, fakta dan alat matematika dalam pemecahan masalah sehari-hari. Selain itu, literasi matematika juga menuntut seseorang untuk mengkomunikasikan dan menjelaskan fenomena yang dihadapinya dengan konsep matematika.
 
Sebelum dikenalkan melalui PISA, istilah literasi matematika telah dicetuskan oleh NCTM (1989) sebagai salah satu visi pendidikan matematika yaitu menjadi melek/literate matematika. Dalam visi ini literasi matematika dimaknai sebagai sebagai "an individual's ability to explore, to conjecture, and to reason logically as well as to use variety of mathematical methods effectively to solve problems. By becoming literate, their mathematical power should develop".

Pengertian ini mencakup empat komponen utama literasi matematika dalam pemecahan masalah yaitu pengoperasian, menghubungkan dan menalar secara logis serta menggunakan metode matematis yang beragam. Komponen utama ini digunakan untuk memudahkan pemecahan masalah sehari-hari yang sekaligus dapat mengembangkan kemampuan matematikanya.

Lebih sederhana, Ojose (2011) berpendapat bahwa literasi matematika merupakan pengetahuan untuk mengetahui dan menggunakan dasar matematika dalam kehidupan sehari-hari, dalam pengertian ini seseorang yang memiliki kemampuan literasi matematika yang baik memiliki kepekaan konsep-konsep matematika mana yang relevan dengan fenomena atau masalah yang sedang dihadapinya dari kepekaan ini kemudian dilanjutkan dengan pemecahan masalah dengan menggunakan konsep matematika.

Sejalan dengan pendapat tersebut, Stecey & Tuner (2015) mengartikan literasi dalam kontes matematika adalah untuk memiliki kekuatan untuk menggunakan pemikiran matematika dalam pemecahan masalah sehari-hari agar bisa lebih siap menghadapi tantangan kehidupan pemikiran matematika yang dimaksud meliputi pola pikir pemecahan, penalaran, secara logis mengkomunikasikan dan menjelaskan pola pikir ini dikembangkan berdasarkan konsep prosedur serta fakta matematika yang relevan dengan masalah yang dihadapi.

Sementara itu, Steen, Tuner & Burkhard (2007) menambahkan kata efektif dalam pengertian literasi matematika. Literasi matematika dimaknai sebagai kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan pemahaman matematis secara efektif dan menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari seseorang yang literatur, matematika tidak cukup hanya mampu menggunakan pengetahuan dan pemahamannya akan tetapi juga harus mampu untuk menggunakan secara efektif.

Dalam proses memecahkan masalah ini, seseorang yang memiliki literasi matematika akan menyadari atau memahami konsep matematika mana yang relevan mana masalah yang dihadapinya. dari kesadaran ini kemudian berkembang pada bagaimana merumuskan masalah tersebut kedalam bentuk matematisnya untuk kemudian diselesaikan. Proses ini memuat kegiatan, mengeksplorasi, menghubungkan, merumuskan, menentukan, menalar dan proses berpikir matematis lainnya.

Menurut (Agusjnaibaho, 2015) Penalaran matematika memiliki peran yang amat penting dalam proses berpikir seseorang. Penalaran matematika meliputi mengumpulkan bukti-bukti, membuat konjektur-konjektur, menetapkan generalisasi-generalisasi, membangun argumen-argumen, dan menentukan (dan validasi) kesimpulan-kesimpulan logis berdasarkan ide-ide dan hubungan-hubungannya.

Menurut (Killpatrick et all, 2001) yang mendefiniskan penalaran yang definisikan penalaran sebagai konsep kemampuan matematika yang membutuhkan lima alur saling terkait dan saling mempengaruhi pemahaman konsep tual, yang mencangkup pemahaman konsep, operasi, dan hubungan sistematis; Kelancaran prosedural, melibatkan keterampilan dalam menjalankan prosedur secara fleksibel, akurat, efisien, dan tepat; kompetensi strategis, yaitu kemampuan untuk merumuskan, mewakili, dan memecahkan masalah matematika; penalaran adaptif, yang merupakan kapasitas pemikiran logis, refleksi,penjelasan dan justifikasi; dan di posisi produktif, orientasi untuk melihat matematika masuk akal, berguna, bermanfaat, dan masuk akal, dan siapapun dapat memberikan alasan untuk memahami gagasan matematis.
Penalaran adalah “keterampilan dasar” matematika dan diperlukan untuk sejumlah tujuan - untuk memahami konsep matematika, untuk menggunakan gagasan dan prosedur matematis secara fleksibel, dan untuk merekonstursikan sekali dipahami, namun lupa pengetahuan matematika.

Sementara itu, didefinisikan pula bahwa penalaran matematika adalah penalaran tentang dan dengan objek matematika. Penalaran matematis adalah penalaran mengenai objek matematika (Brodie, 2010). Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa penalaran matematis adalah penalaran mengenai objek matematika. Objek matematika dalam hal ini adalah cabang-cabang matematika yang dipelajari seperti statistika, aljabar, geometri, dan sebagainya.

Referensi lain yaitu Math Glossary menyatakan definisi penalaran matematis adalah berpikir mengenai permasalahan - permasalahan matematika secara logis untuk memperoleh penyelesaian. Penalaran matematis juga mensyartakan kemampuan untuk memilih apa yang penting dan tidak penting dalam menyelesaikan sebuah permasalahan dan untuk menjelaskan untuk memberikan alasan atas sebuah penyelesaian. Dari definisi yang tercantum pada Math Glossary tersebut, dapat diketahui bahwa dapat dua hal yang harus dimiliki siswa dalam melakukan penalaran matematis yaitu kemampuan menjalankan prosedur penyelesaian masalah secara matematis yaitu kemampuan menjelaskan atau memberikan alasan atas penyelesaian yang dilakukan. Literatur juga menunjukan bahwa ada dua hal utama yang terlibat dalam penalaran matematis - yaitu pembenaran dan generalisasi.

Pemikiran dan penalaran matematika: Memunculkan pernyataan karakteristik matematika; Mengetahui jenis jawaban yang ditawarkan matematika; Membedakan antara berbagai jenis pernyataan; Memahami dan menangani batas dan batasan konsep matematis.

Argumentasi Matematika: Mengetahui bukti apa adanya; Mengetahui bagaimana bukti berbeda dari bentuk penalaran matematika lainnya; Mengikuti dan menilai rantai argumen; Merasa untuk heuristik; Menciptakan dan mengekspresikan argumen matematika.

Komunikasi Matematika: Mengekspresikan diri dengan berbagai cara dalam bentuk lisan, tulisan, dan bentuk visual lainnya; Memahami pekerjaan orang lain.

Pemodelan: Penataan lapangan untuk dimodelkan; Menerjemahkan realitas ke dalam struktur matematika; Menafsirkan model matematika dalam konteks atau realitas; Bekerja dengan model; Memvalidasi model. mencerminkan, menganalisis, pemodelan.

Pengajuan dan Pemecahan Masalah: Merumuskan, mendefinisikan, dan memecahkan masalah dengan berbagai cara.

Representasi: Menguraikan, mengkodekan, menerjemahkan, membedakan antara, dan menafsirkan berbagai bentuk representasi yang beda.

Simbol: Menggunakan bahasa dan operasi simbolis, formal, dan teknis.
Media dan Teknologi: Menggunakan alat bantu dan peralatan, termasuk teknologi jika sesuai.

Literasi matematika menuntut seseorang untuk mengkomunikasikan dan menjelaskan fenomena yang dihadapinya dengan konsep matematika. Literasi matematika tidak hanya pada penguasaan materi saja akan tetapi hingga kepada penggunaan penalaran, konsep, fakta dan alat matematika dalam pemecahan masalah sehari-hari. Salah satu kompetensi dasar dari literasi matematika adalah kemampuan penalaran. Penalaran matematika. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika adalah dengan menerapkan pembelajaran yang memberikan tugas-tugas matematika yang membutuhkan penalaran matematika dalam penyelesaiannya. Melalui pemberian tugas-tugas tersebut, kemampuan penalaran peserta didik akan terlatih yang kemudian akan meningkatkan kemampuan literasi matematika (Dyah Retno Kusumawardani, 2018).

(Salsah Padilah adalah Mahasiswa jurusan pendidikan matematika Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tinggal di Dk. Karanganyar, Desa Tambakserang, Bantarkawung, Brebes)