Passive Infra Red Sensor Pengaman Anti Maling Sederhana
--None--
Jumat, 22/07/2022, 12:40:47 WIB

ANGKA pencurian di daerah Kabupaten Brebes mengalami peningkatan, hal ini sering terjadinya karena pencuri biasanya melakukan aksinya di malam hari. Oleh karena itu banyak warga yang resah dengan keberadaannya. Pasca pandemi ini banyak sekali orang yang tidak mempunyai pekerjaan akhirnya memilih jalan pintas menjadi Pencuri.

Saat ini banyak pemukiman yang dilengkapi dengan security dan cctv namun belum untuk meningkatkan keamanan rumah. Ada nya cctv pun belum cukup untuk pengamanan rumah karena cctv hanya merekam suatu tindakan pencuri tanpa ada bunyi yang menandakan rumah tersebut sedang terjadi pencurian. Sehingga maling pun sangat leluasa pada saat melaksanakan aksinya apa lagi pada malam hari saat warga sedang tidur.
Mengapa pencuri bisa seleluasa itu dalam menjalankan tindak kriminalnya?

Kejadian pencurian di desa tersebut pun bisa juga dikatakan sistem keamanan rumah yang kurang memadai, karena sistem keamanan rumah tidak ada secara teknologi yang bisa menjadi alarm rumah paling penting saat malam hari. Oleh karena itu warga membutuhkan keamanan yang canggih seperti alarm peringatan anti maling yang di pasang di setiap rumah dengan metode sederhana agar dapat di pasang disetiap rumah.

Definisi alarm secara umum yaitu sebagai bunyi peringatan atau pemberitahuan yang digunakan untuk memperingatkan operator adanya bahaya pada jaringan dalam bentuk sinyal, bunyi atau sinar (Wikipedia, 2015). Selain mampu mendeteksi tindakan pencurian atau bahaya lainnya, alarm juga mampu mengeluarkan reaksi panik pada seseorang yang menyebabkan seseorang membahayakan dirinya sendiri saat menyelamatkan diri, maka dari itu penggunaan alarm harus ditempatkan pada tempat yang strategis sehingga dapat dengan cermat mendeteksi kemungkinan adanya bahaya (Satria & Suraatmadja, 2013).

Dalam kegiatan pembuatan alarm yaitu menggunakan sensor gerak (PIR). Alat dan bahan yang diperlukan yaitu Airduino Uno, Passive Infrared Sensor (PIR), Buzzer, Switch/saklar. Secara umum menjelaskan bahwa Arduino Uno berfungsi membuat program untuk mengendalikan berbagai komponen elektronika. Passive Infrared Sensor (PIR) ialah sebuah sensor elektronik yang mengukur cahaya inframerah memancar dari benda-benda di lapangan pandang.mereka sering digunakan dalam detektor gerak berbasis PIR (wikipedia). Buzzer listrik ialah sebuah komponen elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara (pamungkas,2011).

Switch/saklar sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan jaringan listrik, atau untuk menghubungkannya. Jadi saklar pada dasarnya alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Selain untuk jaringan listrik arus kuat, saklar berbentuk kecil juga dipakai untuk alat komponen elektronika arus lemah (manoj Shenoy,2018).

Jika ada suatu pergerakan yang medekati PIR sensor akan mengeluarkan output logic HIGH. Jika nilai awal dari variabel ini adalah=0, maka pin buzzer akan akan bernilai LOW dan buzzer pun pun mati sehingga alarm/buzzer tidak akan berbunyi. Saat PIR sensor mendeteksi adanya suatu pergerakan dari suatu objek maka PIR sensor akan merubah nilai variabel menjadi=1 sehingga alarm/buzzer pun akan menyala terus-menerus. Alarm/buzzer akan mati saat saklar kita aktifkan saklar akan menghubungkan 5V ke salah satu pin Airduino sebagai input. Saat saklar aktif nilai variabel akan menjadi =0 kembali.
Kelebihan dari alat ini adalah sistem yang sederhana, bahan-bahan yang mudah untuk didapatkan,tidak membutuhkan koneksi internet dan harga pun terjangkau dengan kantong warga yang berada di daerah pemukiman. PIR sensor pun akan medeteksi pergerakan manusia kurang lebih 3 meter jika mendekatinya. Jadi sensor maling dapat mendeteksi adanya maling secara langsung melalui bunyi yang dihasilkan oleh buzzer sehingga orang yang berada dalam rumah dapat megetahui adanya maling. Namun PIR sensor pun memiliki kekurangan jika di dalam rumah memiliki hewan peliharaan yang lalu lalang saat PIR sensor diaktifkan.

Alangkah baiknya pemasangan PIR sensor di tembok yang dekat jendela dan pintu rumah warga yang rentan/mudah dibobol maling. Didalam PIR sensor pun terdapat yang namanya tamper supaya PIR sensor berfungsi dengan normal, tamper tersebut harus selalu tertekan maka disarankan untuk memasang PIR menempel pada tembok.

Fungsi tamper tersebut yaitu jika PIR dirusak atau di copot otomatis tamper tidak akan menempel lagi yang bisa memicu terjadi alarm. Maka tidak disarankan untuk memasang di gorden karena tidak bisa menekan tamper tersebut. Jika sensor ini dipasang disetiap rumah warga, maling pun merasa was-was jika mengetahui rumah tersebut memiliki PIR sensor. Warga tidak merasa resah dengan keberadaan maling berkeliaran di pemukiman.

(Alfiyan Mubarok adalah mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)