![]() |
|
|
MEMBACA merupakan suatu pemahaman isi dari apa yang tertulis dari buku. Membaca bertujuan untuk membentuk pemahaman oleh pembaca apa yang sedang di baca. Membaca juga memperoleh pengetahuan dan ilmu baru serta mendapatkan manfaat apa yang telah dipahami isi dari tulisan dan kata-kata yang terdapat dalam bacaan.
Menurut Puji Santoso (2009) berpendapat, membaca merupakan kegiatan memahami bahasa tulisan. Pesan dari sebuah teks atau barang cetak lainnya dapat diterima apabila pembaca dapat membacanya dengan tepat, akan tetapi terkadang pembaca juga salah dalam menerima pesan teks atau barang cetak manakala pembaca salah dalam membacanya. (Santoso Puji : 2002)
Minat membaca merupakan keinginan, kemauan dan dorongan diri sendiri siswa yang bersangkutan. Selain itu minat membaca merupakan minat yang mendorong siswa supaya siswa dapat merasakan ketertarikan dan senang terhadap aktivitas membaca dan mendapatkan pengetahuan yang luas dalam kegiatan membaca baik itu membaca buku supaya dapat memahami bahasa yang tertulis dalam buku tersebut. Menurut Tarigan (1982) menyatakan minat baca merupakan kemampuan seseorang berkomunikasi dengan diri sendiri untuk menangkap makna yang terkandung dalam tulisan sehingga memberikan pengalaman emosi akibat dari bentuk perhatian yang mendalam terhadap makna baca. (Tarigan : 1982)
Membaca hendaknya mempunyai tujuan. Sebab seseorang, yang hendak membaca dengan sesuatu, cenderung lebih memahami dibandingkan orang yang tidak memiliki tujuan. Tujuan utama dalam meningkatkan minat baca adalah untuk memahami seluruh informasi yang tertera dalam teks bacaan untuk mengembangkan intelektual yang dimiliki pembaca. Selain itu, masih banyak lagi tujuan membaca untuk kehidupan sehari-hari.
Selain itu, membaca juga sangat penting bagi siswa sekolah dasar. Karena siswa yang senang membaca akan mempunyai pengetahuan yang luas dari buku yang dibacanya. Sangat disayangkan, apabila siswa tidak suka membaca atau mempunyai minat membaca yang rendah karena pengetahuan siswa terbatas.
Rendahnya minat baca dapat berdampak buruk baik dari diri siswa maupun orang lain. Penyebab utama rendahnya minat baca siswa bisa jadi dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah yang kurang mendukung aktivitas membaca. Menurut Hardjoprakosa (2005:145) menyatakan bahwa yang menyebabkan rendahnya minat baca yaitu para orang tua yang tidak memberi dorongan kepada anak untuk mengutamakan membeli buku dari pada mainan. (Hardjoprakosa : 2005)
Upaya sekolah atau guru untuk meningkatkan minat baca siswa dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah diantaranya sekolah atau guru mendata buku bacaan yang sesuai untuk siswa sekolah dasar di perpustakaan. Guru membacakan sejumlah judul buku bacaan dan memperlihatkan beberapa buku bacaan yang sesuai dengan siswa sekolah dasar yang tersedia di perpustakaan sebagai salah satu bentuk motivasi agar siswa berminat membaca.
Selanjutnya, guru memberikan siswa tugas membaca bacaan yang dicarinya sendiri dari mulai majalah anak-anak atau buku sesuai dengan tema yang disenanginya. Menurut adzim (2004) beberapa hal yang dilakukan dalam upaya meningkatkan minat baca diantaranya: (a) orang tua menjadi figure membaca kepada anak (b) memilih bacaan yang sesuai pada dengan anak (c) buatlah saat membaca saat dengan anak). (Adzim : 2004)
Dalam meningkatkan minat baca siswa di sekolah dasar terdapat beberapa strategi yang dapat di lakukan oleh pihak sekolah yaitu mengkondisikan fisik ramah membaca, mengupayakan lingkungan sosial dan afektif, mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademis yang literatur, menumbuhkan kesadaran pentingnya membaca, membaca 10 menit sebelum KBM, optimalkan peran perpustakaan, membuat karya tulis, dan yang terakhir membuat komunitas baca. Jadi strategi di atas yang paling tepat meningkatkan minat baca siswa.
Dampak positif meningkatkan minat baca yaitu menjadikan minta belajarnya pun juga tinggi dan membuat siswa memiliki wawasan yang luas. Siswa yang senang membaca akan mempunyai pengetahuan yang luas dari buku yang dibacanya. Sedangkan dampak negatif siswa yang tidak memiliki minat baca diantaranya minimnya wawasan dan keilmuan yang terbatas, kurang membaca akan menyebabkan kreatifitas seseorang tidak berkembang, dan tidak mengetahui informasi teraktual sehingga mengalami kesulitan untuk meningkatkan kualitas diri.
Tantangan dalam menerapkan minat baca siswa sekolah dasar memang tidak mudah. Dimana mayoritas siswa belum terbiasa membaca pada kegiatan belajar di sekolah. Maka dari itu adanya peran sekolah atau guru dengan menerapkan gerakan membaca buku minimal 10 menit dalam sehari. Tugas guru sebagai orang tua di sekolah yaitu memperkenalkan buku dan membuat kegiatan membaca menjadi lebih menyenangkan.
Solusi meningkatkan minat baca siswa dengan menerapkan membaca 10 menit sebelum KBM di mulai, di laksanakan rutin setiap hari. Dengan cara itu lebih afektif guna meningkatkan minat baca siswa. Dan sekolah pun menyediakan buku bacaan yang disenagi siswa. Dengan begitu minat baca siswa sekolah dasar dapat meningkatkan dan tercipta generasi yang berkualitas.
Jadi upaya meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar masih rendah di kalangan siswa sekolah dasar. Bagaimana upaya Meningkatkan minat baca menjadi tanggung jawab bersama baik dari pihak orang tua, guru, sekolah, teman-teman sebaya lingkungan sekitar.Siswa diberi dukungan agar minat baca muncul dari diri siswa itu sendiri. Hal tersebut minat baca sebaiknya lebih dikembangkan lagi supaya dalam kegiatan membaca siswa mendapatkan banyak manfaat membaca, mendapatkan pengetahuan yang baru dan mengetahui makna yang terkandung dalam isi dari teks bacaan yang dibaca. (Magdalena Elendiana. JURNAL PENDIDIKAN dan KONSELING : 2020)
(Eva Oktaviana Sari adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tinggal di Kramat, Bumiayu, Brebes)