![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes Idza Priyanti SH MH melakukan Ground Breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Pasar Seng di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, Kamis 30 Juni 2022. Pasar yang tahap awal pembangunannya menelan anggaran Rp 13,7 milyar ini, nantinya akan menjadi pengganti Pasar Kalierang Bumiayu.
"Alhamdulillah hari ini Pemda Brebes telah memulai pembangunan Pasar Kalierang yang baru," katanya.
Menurut Idza pembangunan pasar Seng yang lokasinya ada di belakang terminal bus Bumiayu itu penting dilakukan. Pasalnya akan memberikan manfaat yang banyak dalam tata pusat kota Bumiayu.
"Manfaatnya nantinya di antaranya mengurangi kemacetan lalu lintas di tengah kota Bumiayu. Karena trotoar dan jalan akan lebih tertib. Terus nanti pasar Kalierang akan menjadi ruang terbuka hijau, jadi kota akan segar dan lebih hijau," jelas Idza.
Kepala Dinas PU Brebes Sutaryono mengatakan total luas pasar sekitar 4.950 meter persegi. Dengan dibagi antara untuk pasar dan area parkir kendaraan.
"Kita telah mulai pembangunan Pasar baru Kalierang ini di dekat Terminal Bumiayu. Total anggaran Rp 13,7 Miliar," katanya.
Dikatakan, untuk target selesainya pekerjaan pada Oktober 2022 depan. Ia pun mengingatkan kepada rekanan untuk bekerja dengan seefektif mungkin.
"Harapannya agar pembangunan pasar ini memenuhi target pada 17 Oktober mendatang. Aspek bangunan agar dapat dikejar dan jangan lupa aspek sosial sekitar lokasi pekerjaan juga harus diperhatikan (keselamatannya)," ungkapnya.
Sementara pihak CV Surya Abadi, Slamet Riyadi selaku rekanan proyek mengatakan, optimis pekerjaan akan memenuhi target. Pihaknya akan terus memantau kemajuan pembangunan.
"Kami optimis pekerjaan akan memenuhi target yang telah ditetapkan. Karena untuk pekerja,bahan material, transportasi dan peralatan distribusinya lancar dan lengkap," tegasnya.
Perlu diketahui, total pedagang yang akan dipindahkan ke Pasar Seng mencapai 1.280. 175 pedagang di antaranya, merupakan PKL yang berjualan di trotoar Kalierang.
Adapun lokasi pasar merupakan lahan milik Pemprov Jateng. Nantinya untuk retribusi pasar akan masuk kas dengan dibagi dua yakni 70 persen untuk Pemda Brebes dan 30 persen untuk Pemprov Jateng.