Kejar-Kejaran Copet dan Warga di Tengah Keramaian Jalur Pantura Pasar Induk Brebes
-LAPORAN TAKWO HERIYANTO
Sabtu, 30/04/2022, 18:22:33 WIB

Polisi mengamankan copet yang beraksia di jalur pantura Pasar Induk Brebes untuk menghindari amukan massa. (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Polisi berhasil mengamankan seorang copet yang nekat melakukan aksinya di tengah keramaian, yakni di jalur pantura Pasar Induk Brebes, Jawa Tengah, Sabtu 30 April 2022.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews. Com menyebutkan, sebelum ditangkap, terjadi aksi kejar-kejaran antara warga dengan pelaku copet.

Aksi kejar-kejaran itu, memancing perhatian pengguna jalan di jalur Pantura Kota Brebes. Ketika tertangkap, copet tersebut dihakimi massa.

Beruntung tindakan main hakim sendiri itu, langsung dihentikan petugas polisi yang sedang berjaga mengamankan arus mudik Lebaran.

Pelaku kemudian diamankan di Pos Satpol PP Kantor Bupati Brebes, untuk menghindari amukan warga yang emosi.

Kapolsek Brebes, AKP Wagito mengatakan, pihaknya bersama beberapa anggota saat itu sedang bertugas mengamankan arus mudik di Jalur Pantura Kota Brebes. Mendadak mendengar teriakan, dan diketahui ternyata ada warga yang menjadi korban pencopetan.

Pihaknya dan anggota langsung melakukan pengejaran. Namun pelaku ternyata sudah berhasil diamankan warga, bahkan telah menjadi bulan-bulanan. Untuk menghindari tindakan anarkis ini, pelaku langsung diamankan ke Pos Satpol PP di Kantor Bupati Brebes.

“Pelaku ini sudah diamankan dan di bawa ke Mapolres Brebes untuk pemeriksaan dan dilakukan pengembangan. Sebab, ada kemungkinan pelaku ini lebih dari satu orang,” terangnya.

Adapun, aksi pencopetan itu menimpa Mawar (35), warga Desa Bulakparen, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Ia menceritakan, kejadian itu bermula ia bersama bibinya berbelanja di Pasar Induk Brebes.

Kali pertama, dirinya mengantar Bibinya membeli perhiasan di toko emas setempat. Usai itu, berpindah untuk membeli pakai dalam.

Namun saat sedang memilih pakaian dalam yang akan dibeli, tiba-tiba pelaku yang menyamar sebagai pengamen, mendekati dan memepetnya. Dirinya tersentak kaget, saat akan membayar pakaian dalam yang dibeli, ternyata dompet sudah tidak ada.

“Saat itu, saya ingat pada pria yang memepet tadi dan langsung mengejarnya. Begitu menemukan pria ini, saya langsung menegur. Tapi, pria itu malah kelimpungan dan lari. Saat itu, saya meneriaki maling, dan warga mengejarnya,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, di dalam dompet yang dicuri itu berisi perhiasan seberat 7 gram yang baru dibeli, uang tunai Rp 300 ribu, KTP dan kartu vaksin.

“Itu perhiasan bibi saya yang baru dibeli. Kasihan, bibi saya sudah jompo kok tega,” tandasnya.