Nilai Investasi Tak Capai Target. Zaenal: Harus Upgrade Media Promosi
-LAPORAN SL. GAHARU
Jumat, 22/04/2022, 17:13:58 WIB

“Meski kita punya keterbatasan kawasan industri, tetapi tidak boleh mati kreativitias,”

PanturaNews (Tegal) - Nilai investasi di Kota Tegal tidak mencapai target. Dari target Rp 1,76 trilyun, hanya tercapai Rp 1,26 trilyun atau setara 73,78 persen. Sehingga persoalan ini pun menjadi sorotan pembahasan Pokja LKPJ Walikota 2021.

“Untuk itu, Pemerintah Kota Tegal melalui dinas terkait, untuk memperbarui sarana media promosi yang lebih up to date agar dilirik para investor,” dorong anggota DPRD Kota Tegal, Zaenal Nurrohman, Jumat 22 April 2022.

Menurut Politisi PKS dari Dapil Margadana Kota Tegal ini, diperlukan beberapa wilayah yang memiliki kawasan industri, bisa jadi benchmark untuk melakukan hal serupa.

“Meski kita punya keterbatasan kawasan industri, tetapi kita tidak boleh mati kreativitias,” tegasnya.

Dikatakan, kehadiran investor akan sangat membantu geliat perekonomian di Kota Tegal. “Saya kira dengan sentuhan kreativitas media promosi yang tepat, bisa dilirik banyak investor yang akan berinvestasi di Kota Tegal,” tambahnya. 

Oleh karenanya, dia meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tegal, untuk segera meng-upgrade sarana promosi yang up to date, baik media promosi offline maupun melalui media promosi online seperti sosial media. 

Dijelaskan Zaenal, dengan makin banyaknya investor yang berinventasi di Kota Tegal, akan menekan angka pengangguran terbuka dan sekaligus mengurangi angka kemiskinan

“Dalam LKPJ tahun 2021 disebutkan, bahwa penurunan tingkat kemiskinan masuk kategori yang tidak tercapai, sebab realisasinya pada 2021 angka kemiskinan masih di angka 8,12 persen dari target 6.40-7.40 persen,” ungkap Zaenal.

Ia menambahkan, investor yang sudah masuk seperti perusahaan garmen, gudang-gudang distributor perusahaan, terbukti bisa mengurangi angka pengangguran terbuka.

“Hanya saja investor yang ada saat ini masih belum cukup menekan angka pengangguran. Karena itu Pemkot Tegal perlu lebih serius untuk memikirkan strategi menarik para investor untuk berinvestasi,” tandas Zaenal.