Terulang Kembali, Berbeda Penetapan Awal Ramadhan
--None--
Sabtu, 02/04/2022, 08:21:10 WIB

Perbedaan tersebut tidak serta merta menjadi bahan saling menyalahkan...

BULAN Ramadhan, bulan yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya oleh umat muslim di seluruh dunia, mereka bahagia menyambut bulan suci penuh berkah, ampunan, dan rahmat yang agung dari Allah Swt kepada umat Nabi Muhammad Saw.

Di bulan Ramadhan umat muslim diwajibkan puasa selama sebulan penuh, terkecuali bagi yang berhalangan dan terdapat uzur syar’i yang nantinya wajib diganti (qadha). Ramadhan tiba, Ramadhan tiba, Ramadhan tiba menjadi lantunan lagu yang hampir setiap hari di dengar menjelang bulan puasa pada tahun 2022 yang jatuh pada bulan April.

Ramadhan menjadi ajang perlombaan dalam mencari pahala sebanyak-banyaknya, karena pada bulan yang suci ini Allah Swt. akan melipatgandakan pahala  pada orang-orang yang melakukan hal-hal kebaikan.

Hari ini Jumat, 1 April 2022 Pemerintah Republik Indonesia sudah menetapkan 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada hari Minggu, 3 April 2022, ketetapan jatuhnya 1 Ramadhan disampaikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui sidang isbat yang digelar secara langsung di Auditorium HM. Rasjidi Kemenag, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Sidang isbat ini tidak hanya dilakukan secara langsung atau luring namun juga dilakukan secara daring, sidang isbat dilakukan secara hybrid mengingat korona virus masih menjadi pandemi di ibu pertiwi.

Dilansir dari laman resmi Kemenag, sidang isbat digelar setiap tahunnya, sesuai dengan fatwa MUI Nomor 2 tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah, sidang ini selalu di lakukan tanggal 29 bulan Sya’ban.

Dilansir dari detiknews sidang isbat melibatkan beberapa pihak, yakni Tim Unifikasi Kalender Hijriah kementrian Agama, duta-duta besar negara sahabat, kemudian perwakilan ormas-ormas Islam.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang kini tergabung dalam BRIN, BMKG dilibatkan pula pada proses pencarian hilal. Kemudian beberapa tamu undangan lain yang diundang seperti Pimpinan MUI dan Komisi VIII DPR RI.

Sidang isbat ini dilakukan secara tiga tahapan, tahap pertama oleh TIM Unifikasi Kalender Kemenag yakni pencarian dan pemaparan posisi hilal 1 Ramadhan 1443 Hijriah. Kedua, tahap sidang isbat yakni penetapan awal bulan Ramadhan dilakukan bada maghrib.

Tahap ketiga, atau tahap akhir ini adalah tahap telekonferensi pers penetapan awal Ramadhan 1443 Hijriah yang disiarkan secara langsung melalui TVRI dan media sosial Kemenag.

Sidang isbat ini tidak dilakukan secara asal, pengumuman hasil sidang dilakukan dengan menunggu adanya laporan hasil pemantauan hilal di 101 titik pada seluruh wilayah Indonesia, kemudian akan dimusyawarahkan untuk memperoleh jawaban kapan jatuhnya awal Ramadhan 1443 Hijriah ini.

Penetapan 1 Ramadhan 1443 Hijriah oleh pemerintah nampaknya memiliki perbedaan dengan PP Muhammadiyah yang sudah lebih dulu menetapkan 1 Ramadhan 1443 H ini.

Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 dan 1 Ramadhan 1443 jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Hal serupa terjadi kembali setelah beberapa tahun setelah Ramadhan dan Idul Fitri dilakukan umat muslim secara bersamaan. Perbedaan awal Ramadhan ini juga pernah terjadi pada 2013 dan 2014.

Pada 2013 Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada 9 Juli 2013, sedangkan pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1434 jatuh pada 10 Juli 2013. Serupa terjadi kembali satu tahun kemudian, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1435 Hijriah jatuh pada Sabtu, 28 Juni 2014 dan Pemerintah pada Minggu, 29 Juni 2014. Perbedaan jatuhnya awal Ramadhan 1443 Hijriah ini menyebabkan adanya perbedaan pula pada jatuhnya 1 Syawal 1443 Hijriah antara Muhammadiyah dan pemerintah.

Perbedaan tersebut tidak serta merta menjadi bahan saling menyalahkan siapa yang benar, dan siapa yang salah. Namun juga harus mampu menciptakan rasa saling menghormati pada keputusan yang ada.