![]() |
|
|
...salah satu korbannya yaitu N dengan nominal uang senilai Rp. 155 juta. SIS menjanjikan anak dari N lulus Caba PK tahun ini...
PanturaNews (Brebes) - Mengaku sebagai anggota TNI-AD dari kesataun Kopassus dan Ajudan Panglima TNI, Slamet Iskandar Syah (SIS) ditangkap anggota Koramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Jawa Tengah, kemarin.
Dijelaskan Danramil Songgom, Kapten Infanteri Sutarno, awal penangkapan bermula dari Babinsa setempat yang menerima laporan dari Kadus Songgom, Damanhuri.

Bahwa di kampungnya ada anggota TNI yang berpangkat Letnan Dua (Letda) Infanteri, meminta izin akan akan melangsungkan pernikahan secara militer, yaitu pedang pora di Hotel Grand Dian Brebes tanggal 23-24 Maret 2022.
“Mendapatkan laporan itu, tanggal 21 Maret 2022, Babinsa setempat dan anggota unit intel Kodim Brebes wilayah Kecamatan Songgom, langsung melakukan penyelidikan awal untuk meyakinkan informasi itu,” ujar Sutarno, Selasa 22 Maret 2022.
Menurut Sutarno, setelah diadakan penyelidikan ditemukan adanya kejanggalan pada surat undangan pernikahan yang mencantumkan kehadiran Panglima TNI beserta para pejabat lainnya itu.

Selanjutnya, SIS bersama calon istrinya yang sedang hamil, Suci Damayanti (SD) yang beralamat tinggal di Kebon Jeruk Jakarta Barat, dibawa ke staf intel Kodim Brebes pada pukul 16.00 WIB untuk dilakukan pendalaman.
Sementara disampaikan Dandim Brebes melalui Pasi Intel, Kapten Infanteri Suyatno, saat diinterogasi SIS tidak dapat nenunjukan identitas sebagai anggota TNI.
Untuk itu, dilakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dan yang bersangkutan akhirnya mengakui bahwa dirinya adalah tentara gadungan. Dalam proses BAP, Didi Supardi (DS) selaku guru spiritual SIS, juga dihadirkan untuk dimintai keterangan.
“SIS akhirnya mengakui bahwa ia tentara gadungan yang berdinas di Mabes TNI sebagai ajudan Panglima TNI, untuk mempermudah aksi penipuan dalam hal werfing (rekrutment TNI),” bebernya.
SIS sebelumnya bekerja sebagai security di Bank BCA Matraman Jakarta. Kemudian untuk SD sendiri mengaku sebagai anak angkat dari Kolonel Infanteri Waris Nugroho, Danrem Madiun, untuk memuluskan aksi SIS. Namun, setelah dilakukan pengecekan via telpon, Danrem Madiuan tidak mengenal yang bersangkutan.
“Sekitar pukul 18.30 WIB, SIS bersama SD dan DS diserahkan ke Subdenpom IV/Brebes untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.
Adapun barang bukti yang ikut diserahkan ke Subdenpom Brebes meliputi 1 stel pakaian PDL TNI yang dibeli di Pasar Senin Jakarta, baret Kopassus, foto yang bersangkutan dengan pakaian dinas TNI.

Foto Danrem Madiun, KTP TNI palsu yang dibuat di Jakarta dengan NIK dari Kecamatan Songgom, KTP dengan pekerjaan swasta, daftar nominatif siswa Calon Bintara (Caba) PK palsu yang dibuat sindikat yang bersangkutan.
Kemudian 2 buah SIM yaitu A dan C, 1 buah kartu fitness, dompet warna hitam, 1 buah kunci sepeda motor berlogo marinir, 1 buah kunci kontrakan berlogo Akmil, 1 unit mobil Avanza type E Nopol F 1129 CQ beserta STNK.
Kartu BBJS, 5 buah kartu ATM, 1 buah kartu NPWP, 1 buah kartu member Alfamart, slip bukti transfer uang sejumlah Rp. 50 dan Rp. 60 juta, 1 buah tas pinggang hitam, 1 buah tas perempuan warna hitam, 1 buah dompet merah, serta uang cash Rp. 26,5 juta.
Petugas juga melakukan pengecekan terhadap ponsel SIS untuk mencari infomasi terkait jaringan sindikatnya itu. Untuk foto-foto SIS menggunakan baju dinas TNI yang beredar di media sosial, juga dilakukan penghapusan.
Setelah dilakukan BAP di Subdenpom Brebes, SIS dan kawan-kawan akhirnya dilimpahkan ke Satreskrim Polres Brebes pada 21 Maret 2022 kemarin sekitar pukul 21.30 WIB, dengan laporan penipuan.
Di mana salah satu korbannya, yaitu N, anggota Yonif 407/PK dengan nominal uang senilai Rp. 155 juta. SIS menjanjikan anak dari N, lulus Caba PK tahun ini.
Mereka diterima Kanit 1/Pidum Reskrim Polres Brebes, Aiptu Titok Ambar Pramono.