![]() |
|
|
MUSIM pancaroba merupakan musim pergantian pada cuaca atau iklim. Terdengar kata pancaroba tidak jauh dimaknai sebagai musim hujan berkepanjangan. Yang mana musim tersebut dapat mengakibatkan proses pergerakan manusia karena mudah menimbulkan penyakit.
Penyakit pada musim pancaroba sudah tidak lazim lagi, seseorang akan mudah terjangkit penyakit pada saat musim pancaroba. Mulai dari penyakit flu, batuk, demam, sakit kepala dan lain sebagainya. Semua gejala yang ada tentu akan menghambat manusia dalam menjalankan aktivitasnya. Karena penyakit membuat seseorang merasa tidak nyaman.
Penyakit musim pancaroba memang terjadi secara musiman. Sering terjadi saat peralihan musim yang ditandai oleh keadaan udara yang tidak menentu. Atau terjadinya angin kencang curah hujan tinggi, yang diselingi dengan panas terik matahari.
Terlebih di era pandemi saat ini, dimana rentan sekali penyakit virus masuk ke dalam tubuh seseorang. Pada faktanya, keberadaan Covid-19 telah membuat resah banyak orang seperti mengurangi akses untuk bertemu, mengurangi jarak dalam berkomunikasi, membatasi aktivitas seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Hingga saat ini Covid-19 belum juga hilang di negeri ini yakni Indonesia.
Penyakit musim pancaroba memang tidak dapat diabaikan karena mengakibatkan hal buruk pada seseorang yang mengalami gejala penyakitnya. Sebagaimana dalam hal ini diungkapkan oleh dr. Domas Fitria Widyasari, dokter RS UGM mengatakan musim pancaroba terjadi dibarengi dengan berbagai virus maupun bakteri yang menyebar. Misalnya penyakit musim pancaroba ini yakni Demam berdarah (DBD), ISPA, flu, diare, tifus, dan penyakit lain akibat virus, seperti cacar air dan campak.
Selain penyakit di atas, sesak napas menjadi salah satu penyakit akibat musim pancaroba. Dimana penyakit musim pancaroba ini sering terjadi akibat alergi udara dingin/panas. Terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit tersebut bisa gampang kambuh. Batuk, bersin, pilek dan sesak napas sehingga menjadi pertanda orang tersebut mulai terserang.
Jadi, penyakit karena virus akan lebih mudah untuk berkembang biak saat peralihan musim. Dengan kondisi lingkungan yang lembap dan paparan sinar matahari yang mulai berkurang pertumbuhan virus akan berlangsung lebih cepat.
Oleh karena itu seseorang diharapkan untuk lebih waspada menghadapi musim pancaroba ini. Kondisi cuaca yang buruk harus diantisipasi dengan menjaga kondisi tubuh dengan baik agar terhindar dari berbagai penyakit musim pancaroba.
Pentingnya mencegah terjadinya penyakit musim pancaroba dengan pola hidup yang sehat, mulai dari memakai masker jika keluar ruangan atau rumah, istirahat yang cukup tanpa begadang, banyak mengonsumsi vitamin C, minum air putih sebanyak 2 liter ataupun lebih guna menjaga imun dalam tubuh. Hal tersebut dilakukan karena waspada itu sangatlah penting daripada mengatasi hal-hal yang terjadi.
