Pentingnya Pembelajaran Seni Tari Tradisional di Sekolah Dasar
--None--
Minggu, 13/02/2022, 18:00:27 WIB

PEMBELAJARAN menurut Gagne adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Pembelajaran akan berjalan dengan lancar apabila terdapat perencanaan dan adanya kegiatan antara pengajar dan juga peserta didik di dalam dan luar kelas.

Pembelajaran yang menyenangkan saat di sekolah dasar tentu akan menjadi peletak utama seorang anak menyukai dan menemukan keinginan dan kemauan dalam mempelajari suatu hal, termasuk dalam hal berkesenian, khususnya seni tari.

Indonesia memiliki ragam kebudayaan yang beragam yang tersebar luas diseluruh provinsi. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia dan setiap suku bangsa memiliki berbagai tarian khasnya sendiri. Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.

Banyaknya ragam tarian Nusantara yang dimiliki menjadi kebanggan sendiri bahwa tarian tradisioanal di Indonesia unik dan asli karya anak bangsa dan tidak akan ditemukan di negara manapun. Menjaga kelestarian tari tradisional bisa dimulai dengan mengenalkan dan juga mempelajari saat usia sekolah yaitu sekolah dasar.

Usia anak sekolah dasar adalah usia emas proses pertumbuhan diri anak, mengingat dunia anak adalah dunia bermain. Meningat anak-anak tidak pernah terlepas dari aktivitas bermain. Oleh karena itu kegiatan ataupun bentuk kesenian untuk anak-anak lebih tepat dengan pola kesenian yang bernuansa bermain. Dengan adanya pembelajaran seni tari di sekolah dasar mengajarkan anak untuk berani berekspresi tanpa rasa malu, percaya diri, dan belajar disiplin.

Tentu mengajarkan seni tari kepada anak-anak tidak mudah, dibutuhkan kesabaran dan kreativitas dalam penyampaiannya, dan mendorong anak agar berani tampil di depan, mengingat usia anak yang masih kecil, yang kebanyakan masih merasa malu, masih belum percaya diri, masih sering bercanda, melihat situasi yang demikian tentu melatih anak menari dapat menggunakan teknik bermain. Bukan hanya rasa senang saja yang didapat melainkan ilmu dan juga meningkatkan  kesehatan pada tubuh anak karena sering bergerak yang menyehatkan tubuh.

Pembelajaran seni tari merupakan merupakan pembelajaran yang mengajak siswa untuk bermain dan belajar. Selain membantu membentuk aspek motoric pada usia anak dibawah 12 tahun, menari juga mengajak siswa untuk mengenal budaya asli daerahnya khususnya kesenian tari tradisional yang memang harus dijaga dan dikembangkan di lingkungan sekolah dasar.

Tujuan lain dari pembelajaran seni tari di sekolah dasar adalah menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistic sehingga nantinya terbentuk sikap yang kritis, apresiatif, dan kreatif pada diri siswa. Seni adalah media komunikasi yang mengandung keindahan, dan seni tari merupakan karya pertunjukkan yang bersifat kinetic (berhubungan dengan gerak) yang dapat berlalu dengan waktu, mediumnya adalah seniman itu sendiri, dan unsur penunjang yang berupa iringan music, riasan dan juga kostum penari.

Pendidikan seni, melatih rasa keindahan yang sifatnya juga individual. Dalam hal ini Herbert Read mengemukakan art is most simply and most usually defined as attempt to create a pleasing form, secara sederhana seni adalah usaha untuk menciptakan bentuk yang menyenangkan (the meaning of art, Penguin Books: 1959).

Jika seni merupakan kreasi keindahan maka, bentuk, suara dan gerak dalam pelajaran seni di dalam kurikulum pendidikan umum berusaha mengembangkan rasa keindahan yang sebenarnya sangat berguna dalam penampilan. Kelengkapan penampilan seseorang terletak pada kemampuan mengatur diri agar percaya diri serta mempunyai rasa kemanusiaan. Di samping itu pembelajaran seni juga melatih mengungkapkan rasa (ekspresi) agar dalam diri anak terjadi keseimbangan antara penerimaan yang sudah menumpuk dalam memori dapat diungkapkan.

Dengan mengenalkan pembelajaran seni tari di sekolah dasar kepada siswa, disamping menambah ilmu dan juga keterampilan siswa, juga menjaga serta melestarikan kebudayaan bangsa. Melalui menari guru juga dapat memahami karakter siswa, mengetahui minat dan bakat siswa terutama mereka yang memang berkompeten dalam bidang kesenian, khususnya tari tradisional. Sudah seharusnya kita bangga akan kayanya negeri ini dengan ragam kebudayaan tarian yang sulit ditemukan di negara lain.

Jika bukan dimulai sejak usia belia, jika bukan lagi kita sebagai generasi muda yang bangga dan turut serta dalam melestarikan tarian ini mau siapa lagi? Lantas akankah kita terdiam jika suatu saat nanti melihat tarian asli bangsa Indonesia diakui oleh negara lain sebagai budaya asli mereka?

Tidak merasa sakitkah, tidak kecewakah kita budaya sendiri diakui dan diambil negara lain hanya karena kita lalai dan enggan berlatih serta melestarikan kesenian tari tradisonal. Mari menjaga, mari berlatih, mari menari, mari berbangga hati dengan menari tarian asli dari Indonesia.