![]() |
|
|
Patriarki! Patriarki! Patriarki!
PATRIARKI itu apa sih? sampe banyak banget orang-orang yang menyuarakan patriaki. Patriarki adalah sistem yang terbentuk pada sistem sosial diantara masyarakat, dimana budaya ini dicap sebagai sistem yang selalu berpihak pada laki-laki yang menyebabkan banyak perilaku diskriminasi hadir diantara masyarakat dan merugikan perempuan dalam berbagai hal yang mana perempuan dianggap lebih lemah dari laki-laki dalam masyarakat.
Sekarang sadar kan bagaimana budaya patriarki memberikan sebuah keuntungan seperti kekuatan dominasi dan tentunya privilege bagi laki-laki? Tapi sadar ga sih kalau ternyata laki-laki juga merupakan korban dari adanya sistem soial yang bernama patriarki ini. Ga percaya? Yuk simak aja langsung.
-1. Patriarki merugikan laki-laki secara emosional
Makhluk yang bernama laki-laki ini juga manusia loh kawan, jadi sangat wajar untuk mereka merasakan berbagai macam emosi seperti halnya senang, sedih, menangis dan lainnya.
Namun, dalam budaya patriarki dimana sosok laki-laki dianggap sebagai seseorang yang maskulin, kuat, seakan-akan dilarang menunjukan emosi mereka seperti sedih dan menangis karena dianggap sebagai suatu yang cemen dan lemah yang identik dengan wanita. Karena itu banyak kesalahan dimana anak laki-laki selalu dididik untuk tidak menangis dan jangan menangis dari kecil oleh orang tua mereka.
-2. Patriarki membatasi pilihan laki-laki.
Selain membatasi dalam beremosi, patriarki juga membatasi laki-laki dalam melakukan berbagai jenis kegiatan yang mereka suka, terlebih lagi jika kegiatan tersebut dianggap atau sesuatu yang di “stereotype”-kan sebagai sebuah kegiatan seorang perempuan, karena laki-laki dianggap sebagai seseorang yang maskulin, kuat dan seorang pemimpin dalam masyarakat maka mereka akan dianggap aneh, lembek, hingga tidak pantas oleh masyarakat yang menganut budaya patriarki jika mereka melihat seorang laki-laki melakukan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh perempuan.
Contohnya seperti masuknya budaya K-POP yang sangat masif akhir-akhir ini membuat banyak laki-laki lebih peduli dalam merawat badan dan wajahnya, namun masyarakat beranggapan bahwa hal tersebut adalah hal yang identik dengan perempuan, laki-laki yang suka menari dianggap sebagai orang yang lemah bahkan dianggap banci.
Karena hal itulah partisipasi dan keikut sertaan laki-laki dalam melawan budaya patriarki sangat diperlukan, bukan hanya wanita yang dirugikan dalam masalah yang timbul akibat budaya sosial yang telah mendarah daging dan dianggap sebagai suatu hal yang normal diantara masyarakat ini.
