Bertambahnya Bimbel Pertanda, Kurang Cakapan Guru Dalam Mengajar?
--None--
Sabtu, 15/01/2022, 11:56:19 WIB

BIMBINGAN belajar atau biasa disebut Bimbel adalah kegiatan belajar yang dilakukan di luar jam sekolah.

Menurut Mulyadi, dkk. (2014) sekumpulan orang yang ahli dalam bidang psikologi pendidikan mengatakan, bahwa bimbingan belajar adalah proses pemberian bantuan kepada murid dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang berhubungan dengan masalah belajar.

Jadi ketika kita memiliki kesulitan dalam hal masalah belajar, jika dirasa perlu sebaiknya mengikuti kelas bimbel yang di dalamnya terdapat tutor-tutor terbaik yang dapat mengerti dan cocok dengan diri kita.

Sebagai orang tua, alangkah baiknya mampu untuk memberi arahan dan solusi kepada anak-anaknya yang kesulitan dalam belajar, bagaimana caranya agar anak tersebut bisa menghadapi permasalahan belajarnya.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan para orang tua yang memiliki anak dengan kesulitan belajar, dengan memasukan anak tersebut ke dalam lembaga bimbel, karena salah satu tujuan dari lembaga bimbel adalah mencari solusi dalam menghadapi kesulitan saat menyelesaikan bidang studi tertentu.

Dengan memiliki tujuan tersebut lembaga bimbel mengharapkan, agar nanti kedepannya anak tersebut mulai dapat mengatasi kesulitan belajarnya sedikit demi sedikit.

Dengan mengikuti bimbel tidak sedikit manfaat yang dapat diperoleh, yakni siswa dapat meningkatkan prestasi, siswa dapat lebih memahami materi di sekolah dengan dibantu lembaga bimbel karena biasanya cara-cara penyelesaian suatu mata pelajaran di bimbel lebih praktis dan mudah dimengerti, selain itu siswa dapat siap untuk mengikuti setiap ujian dengan percaya diri karena sebelum hari ujian tiba, di bimbel sudah membahas soal-soal yang kemungkinan akan keluar.

Sebenarnya bimbel hanya dibutuhkan pada ilmu-ilmu pasti seperti Matematika, Fisika, dan Kimia, daripada ilmu-ilmu yang tidak pasti karena dapat dipelajari dengan hanya membaca serta memahami setiap kata dalam buku. Namun, kembali lagi kepada pribadi siswanya masing-masing, karena setiap siswa memiliki pemahaman yang tentu berbeda-beda.

Beredar rumor yang mengatakan bahwa bertambahnya lembaga bimbel sebagai pertanda kurang cakapan guru dalam mengajar sangat memprihatinkan. Berkembang pesatnya bimbel di masa sekarang bukan semata-mata karena kesalahan gurunya saja. Melainkan, mereka yang membuka lembaga bimbel ingin membantu permasalahan-permasalahan belajar pada siswa.

Bahkan tidak sedikit pula guru membuka lembaga bimbel dan menjadi tutor mata pelajaran tertentu. Tentu dengan segala pertimbangan, apakah di sekolah yang saat ini sedang menjadi pekerjaan utama dalam mengajar dan memberi ilmu kepada siswanya sudah benar atau masih kurang. Pasti setiap guru yang membuka bimbel dan mengajar di bimbel memiliki tujuan masing-masing, kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi menjadi salah satu alasan, terlebih guru-guru yang masih honorer.

Selain itu kebanyakan siswa mengikuti bimbel ketika akan menghadapi ujian-ujian di sekolah misal siswa kelas 6,9, dan 12 untuk mempersiapakan diri karena akan menghadapi Ulangan Akhir Semester, Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.

Karena hampir semua bimbel yang penulis tahu akan membantu mempersiapkan siswa-siswanya untuk menghadapi ujian, mereka akan membahas soal-soal yang diperkirakan akan keluar dalam ujian yang akan datang.

Jika di sekolah, guru tidak akan fokus pada pembahasan mengenai soal-soal yang mungkin akan keluar karena guru lebih memfokuskan untuk menyelesaikan materi-materi yang sudah direncanakan di dalam rancangan pembelajaran yang berdasar pada kurikulum pendidikan, dan juga mengulasnya kembali ketika materi satu semester sudah tersampaikan seluruhnya.

Guru hanya manusia biasa, yang tentu saja memiliki kekurangan terutama dalam hal mengajar. Namun, sebisa mungkin guru akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk siswa-siswanya.

Seorang guru akan berusaha memahami karakterteristik setiap peserta didiknya agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik, namun bayangkan saja seorang guru memahami karakterisik setiap peserta didik di dalam satu kelas yang memiliki 38 siswa maksimal.

Guru tidak memahami secara pasti masalah-masalah belajar apa yang dimiliki oleh setiap anak didiknya, kecuali jika anak tersebut bercerita mengenai masalah-masalah dalam belajarnya, seorang guru akan dapat mengerti dan mencoba mencari cara untuk mengatasi permasalahan belajar peserta didiknya.

Jika di lembaga bimbel, setiap kelasnya hanya terdapat paling banyak 10 siswa, bahkan ada yang hanya 2-3 siswa tentu dengan biaya yang lebih besar. Jadi mereka para pendidik di bimbel lebih dapat fokus mengajar, pun dengan peserta didiknya karena hanya terdiri dari beberapa siswa saja.

Para pendidik di bimbel akan dengan mudah memahami karakteristik setiap siswanya, dan mengetahui bagaimana cara belajar setiap siswanya. membantu menyelesaikan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru di sekolah, dan membantu menjelaskan kembali materi yang kurang dipahami oleh siswa di sekolah.

Jadi, menurut penulis maraknya lembaga bimbel saat ini bukan hanya kesalahan guru dan menganggapnya tidak cakap saja dalam mengajar, namun lembaga bimbel ingin membantu para siswa yang mungkin memiliki kesulitan dalam hal belajar agar  siswanya mampu mengatasi kesulitan-kesulitan mereka.