Pendidikan Karakter Langkah Awal Memanusiakan Manusia
--None--
Jumat, 07/01/2022, 10:47:19 WIB

SETIAP anak lahir dan tumbuh dengan karakteristik yang berbeda-beda, tempat dia tumbuh dan berkembang tergantung apa yang mereka serap dari lingkungan sekitar. Orang tua, guru dan orang-orang di sekitar anak menjadi faktor penentu dalam pembentukan karakter.

Pendidikan karakter merupakan suatu usaha manusia secara sadar dan terencana yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada anak yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Yang masih banyak di temui di kalangan masyarakat adalah pola pikir yang beranggapan pendidikan karakter hanya tanggung jawab guru saja padahal itu merupakan pemikiran yang keliru, sudah seharusnya orang tua juga ikut andil dalam pembetukan karakter karena mau bagaimanpun juga orang tua merupakan sekolah pertama anak.

Peran orang tua merupakan hal yang paling penting dalam pembentukan karakter anak hal ini perlu di lakukan se dini mungkin bahkan perlu di lakukan saat anak belum mengenal tentang segala hal. Anak-anak memiliki perilaku yang mudah meniru apa yang mereka lihat dan mereka dengar dari lingkungan sekitar dan yang paling banyak berintraksi dengan mereka adalah orang tua nya.

Maka dari itu sebagai orang tua harus memberikan contoh-contoh kegiatan yang baik dan benar. Seperti menolong, meminta maaf saat melakukan kesalahan, berterimakasih serta sopan dan santun saat bertutur kata. Hal ini di lakukan agar anak mencontoh serta membentuk kepribadiannya menjadi lebih baik yang di harapkan bisa di terapkan dalam kehidupan yang sesungguhnya.

Guru di gugu lan di tiru juga merupakan faktor penting dalam pembentukan karakter anak, sifat anak-anak yang masih labil dan cenderung meniru orang yang di kaguminya, menjadi faktor kenapa guru sudah seharusnya menjadi sosok idola yang di cintai murid-muridnya.

Guru di tuntut untuk menjadi pribadi yang baik, ramah dan sopan agar anak-anak bisa nyaman dan menaruh kepercayaan kepadanya dan bisa menganggap guru seperti orang tua mereka sendiri. Melakukan hal-hal kecil seperti memberi apresiasi berupa ucapan terimakasih atas hasil usaha yang mereka lakukan, juga termasuk dalam pendidikan karakter agar anak bisa menghargai hasil usaha sendiri maupun orang lain.

Contoh lain dari pendidikan karakter di sekolah adalah penerapan 5 S, Senyum, Salam, Sapa, sopan dan santun. Penerapan 5 S bisa menjadikan sekolah menjadi tempat yang menyenangkan, mengasikan, aman dan nyaman.

Lingkungan dalam bergaul juga dapat menentukan karakter anak, baik buruknya seseorang terkadang bisa di lihat dari tempat di mana dan dengan siapa mereka bergaul tetapi pengaruh lingkungan tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama.

Di dalam bergaul anak akan banyak sekali menemui teman-teman yang memiliki sifat, tingkah laku, maupun pola pikir yang berbeda-beda kalau tidak bisa memilih mana yang baik dan mana yang benar anak akan terjerumus ke dalam karakter yang negatif.

Sebagai contoh faktor lingkungan dapat mempengaruhi karakter anak, misal jika anak tumbuh dalam lingkungan yang keras, cenderung akan menyelesaikan masalah dengan cara yang keras juga dan misalkan anak tumbuh di lingkungan pesantren ataupun ahli agama kemungkinan besar akan memiliki ahlak yang baik.

Pendidikan karakter di indonesia masih sangatlah lemah dan kurang mendapat perhatian yang serius padahal pendidikan karakter sangatlah penting di terapkan dalam kehidupan anak-anak indonesia agar terciptanya karakter bangsa yang baik.

Di abad 21 ini banyak sekali perilaku manusia yang tidak mencerminkan dirinya sebagai manusia contohnya seperti bayi yang di buang orang tua nya, anak membunuh ibunya dan masih banyak lagi perbuatan-perbuatan yang bahkan hewan saja tidak akan berbuat seperti manusia.

Di sini kita bisa mengetahui betapa pentingnya pendidikan karakter jika di terapkan saat anak masih usia dini. Anak bisa di analogikan sebagai sebuah pohon yang bila mana akarnya kuat maka akan menjadi pohon yang hijau, lebat dan tahan segala cuaca.

Dan pendidikan karakter bagaikan sebuah akar. Karena mau bagaimana pun Indonesia akan perlu para anak muda para penerus bangsa, yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas serta sehat jasmani dan rohani.