![]() |
|
|
BAHASA merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Dalam kata lain, bahasa merupakan alat penghubung untuk menyampaikan suatu maksud kepada lawan bicara.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional merupakan bahasa yang wajib dikuasai oleh seluruh warga negara Indonesia, tentunya kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus ditanamkan pada anak-anak sejak dini.
Pemerolehan bahasa adalah suatu proses yang berlangsung di dalam otak seseorang kanak-kanak ketika dia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Ada dua proses yang terjadi ketika seorang anak-anak sedang memperoleh bahasa pertamanya, yaitu proses kompetensi dan proses performensi.
Kompetensi adalah proses penguasaan tata bahasa yang berlangsung secara tidak disadari, selanjutnya adalah proses performensi yang terdiri dari dua proses, yakni proses pemahaman dan proses penerbitan atau proses menghasilkan kalimat-kalimat.
Di zaman yang semakin tergerus oleh kemajuan teknologi saat ini semakin mempengaruhi pengggunaan bahasa pada suatu masyarakat. Maka dari itu penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar sejak anak-anak usia dini sangatlah penting. Demi memberikan pemahaman bagaimana cara pemakaian bahasa Indonesia sesuai kaidah kebahasaan yang ada.
Dengan menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sejak dini, diharapkan anak-anak mampu memahami dan menguasai bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua setelah bahasa ibunya. Disebabkan adanya arus globalisasi yang semakin kuat, menyebabkan segala sesuatu dapat mudah diakses melalui internet.
Maka tak jarang anak-anak muda di era sekarang lebih memahami bahasa-bahasa asing yang mereka tonton melalui video maupun didengarkan melalui audio. Mereka bahkan hafal dan mampu menuliskan lirik-lirik lagu asing dengan benar tanpa kesalahan. Hal ini justru dianggap sebagai hal yang keren dikalangan mereka apabila mampu menguasai apa yang mereka tonton.
Namun, mirisnya banyak dari mereka yang justru tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, salah satunya adalah mengetahui tata bahasa baku Indonesia. Hal ini justru menjadi hal yang harus segera ditangani sebelum bahasa Indonesia menjadi bahasa yang justru tidak dikenal oleh warga bahasanya sendiri.
Berkaitan dengan bahasa pada kanak-kanak diperoleh suatu teori atau hipotesis yang berkaitan dengan masalah pemerolehan bahasa, salah satunya adalah hipotesis nurani yang mengatakan bahwa pemerolehan bahasa tidak ada kaitannya dengan kecerdasan kanak-kanak. Artinya, baik anak yang cerdas maupun tidak cerdas akan sama-sama memperoleh bahasa sebagai alat komunikasi mereka.
Kalimat-kalimat yang didengar kanak-kanak seringkali tidak gramatikal, tidak lengkap dan jumlahnya sedikit. Oleh sebab itu, jika dari masa kanak-kanak mereka sudah dijejali dengan penggunaan bahasa yang campuran maupun bahasa asing maka mereka akan terbiasa menggunakan bahasa tersebut. Dengan ini maka sanagt penting menerapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar sejak usia dini untuk melatih memori mereka agar terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang wajib mereka kuasai.
Penggunaan bahasa Indonesia pada masyarakat yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan seperti penggunaan kata loe sebagai pengganti kata kamu dan kata gue sebagai pengganti kata saya, membuat anak-anak akan terbiasa menggunakan kalimat tersebut yang diadaptasi dari bahasa gaul anak-anak remaja.
Bahasa Indonesia yang baik dan benar yang diidentikan sebagai bahasa baku dianggap sebagai bahas yang kaku dan biasanya hanya digunakan pada acara-acara formal seperti pidato dan lain-lain. Para orang tua sering melatih bahkan memasukan anak-anak mereka pada bimbingan belajar agar dapat menguasai bahasa asing seperti, dan mereka menganggap sebagai suatu kebanggaan apabila anak-anak mereka mampu dengan fasih melafalkan bahasa asing tersebut.
Namun, sangat jarang dari mereka yang perduli apakah anak-anak mereka mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, mampu membedakan kalimat baku dan tidak baku. Fenomena tersebut justru bisa dikatakan miris, disaat warga negara asing berlomba-lomba agar dapat memepelajari bahasa Indonesia, namun warga negara Indonesia malah lebih bangga apabila mereka mampu menguasai bahasa asing.
Seperti yang diketahui, di universitas luar negeri seperti Thailand, justru terdapat matakuliah pendidikan bahasa Indonesia yang diperuntukkan bagi mereka yang ingin mempelajari bahasa Indonesia secara khusus.
Dalam hal ini peran pemerintah sangat diperlukan dalam kaitannya menanamkan kebiasaan berbahasa Indonesia yang baik dan benar sejak kanak-kanak. Dengan mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kegiatan belajar mengajar.
Implementasi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bagi kanak-kanak sanagt penting sebagai proses pengenalan kebahasaan yang memang harus dilakukan sejak dini, sehingga mereka terbiasa dalam menggunakannya. Memori anak-anak yang masih kuat dan proses pemahaman yang cepat dapat memepermudah menerapkan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Sehingga anak-anak akan menganggap bahasa Indonesia adalah bahasa asal mereka bukan sebagai bahasa yang asing dan terkesan kaku.
Bahasa Indonesia harus dilestarikan keasliannya dengan menerapkannya pada anak-anak sehingga apabila mereka menerima bahasa asing melalui media massa yang banyak beredar, mereka telah memiliki pemahaman tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang semestinya kita sebagai penerus bangsa lebih bangga ketika mampu mengucapkan dan memahami penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah, bukan bangga ketika mampu menguasai banyak bahasa asing tetapi tidak mengenal bahasa kesatuan bahasa Indonesia.
