![]() |
|
|
USAHA Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu tulang punggung ekonomi di Indonesia. Masyarakat Indonesia banyak membuka UMKM karena modal yang dikeluarkan tergolong sedikit.
Namun semenjak adanya pandemi Covid -9, membuat dampak negatif pada sektor UMKM. Wabah virus ini berpengaruh terhadap penurunan hasil penjualan UMKM. Persebaran virus yang cepat membuat pemerintah mengambil kebijakan lockdown dan pembatasan jam operasi kerja.
Oleh karena itu, UMKM perlu dukungan supaya bangkit dari keterpurukan baik dari pemerintah atau masyarakat itu sendiri. Salah satu UMKM yang terkena dampak Covid-19 adalah UMKM di sekitar wisata Watu Amben yang berlokasi di Jalan Dlingo-Patuk, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta.

Objek wisata ini menyuguhkan pemandangan alam daerah Yogyakarta dari ketinggian. Pemandangan alam yang disuguhkan sama seperti di Bukit Bintang akan tetapi pemandangan dari Watu Amben lebih terlihat jelas karena tempatnya lebih tinggi. Sehingga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk membuka UMKM berupa warung kopi.
Salah satu UMKM yang ada disana, adalah Warung Kopi Gubuk Jangkung. Nama pemilik UMKM tersebut adalah Candra Pamungkas. Gubuk Jangkung sendiri berdiri mulai tahun 2016 dengan berbasis usaha keluarga.
Menurut Candra, awal mula mendirikan warung kopi ini karena memang suka minum kopi dan juga tempat yang strategis. Warung kopi ini menyediakan berbagai macam menu makanan dan minuman yang biasanya digemari oleh kalangan muda.
Sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia warung kopi Gubuk Jangkung ini merupakan salah satu warung yang ramai dikunjungi. Namun selama pandemi, Candra mengungkapkan bahwa pendapatan yang dia peroleh menurun drastis. Bahkan saat hari-hari biasa dia tidak dapat penghasilan sama sekali.
Candra selaku pemilik Gubuk Jangkung menuturkan, sebelum pandemi Covid-19 muncul bisa mendapat penghasilan tertinggi Rp 2-3 juta pada momen-momen tertentu seperti saat tahun baru.
“Tetapi saat pandemi, karena peraturan dari pemerintah jam 9 malam ditutup, mengakibatkan pendapatan menurun. Bahkan di hari-hari biasa, saya pernah tidak mendapat penghasilan sama sekali,” ungkap Candra.
Pada kondisi tersebut hanya bisa melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap kebijakan yang ada. Perubahan strategi penjualan juga dilakukan agar usaha tetap bertahan dan berpenghasilan.
“Kegiatan penjualan dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan relasi antarteman. Selain itu, kegiatan penjualan juga dilakukan dengan sistem delivery,” tambah Candra.
