Dewi Aryani: 1 Hektar Lahan Dipenuhi Pohon Menghasilkan 0,6 Ton O2
-LAPORAN SL. GAHARU
Minggu, 28/11/2021, 11:30:33 WIB

Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia 28 November 2021Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Dewi Aryani menanam 100 bibit pohon durian di Desa Sigedong. (Foto: Dok/Tim DeAr)

...pohon menghasilkan O2 atau oksigen di siang hari, dan dapat menyerap CO2 atau karbondioksida...

PanturaNews (Tegal) - Pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan, bisa dilakukan melalui penanaman pohon. Banyak manfaat yang dihasilkan dari penanaman pohon.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani. M.Si saat memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia pada 28 November 2021 di Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

“Satu hektar ruang terbuka hijau yang dipenuhi pohon besar, dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk 1.500 penduduk per hari,” terang Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.

Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kota Tegal ini menjelaskan bahwa manfaat pohon diantarnya adalah untuk Estetis (keindahan). Pohon menciptakan keindahan dari bentuk khas yang dimiliki.

“Secara Orologis, pohon mencegah erosi atau pengikisan tanah melalui akar pohon yang kuat,” jelas Dewi Aryani yang pernah meraih The Best Legislator.

Diuraikan Wanita Parlemen 3 Periode ini, secara Hidrologis dapat membantu menyerap air hujan ke tanah. Dan secara Klimatologis, dapat menurunkan suhu setempat, sehingga udara sekitarnya akan menjadi sejuk dan nyaman.

Juga Edaphis, yaitu sebagai tempat hidup satwa. Ekologis, memberikan keseimbangan lingkungan. Protektif, memberikan perlindungan dari berbagai hal seperti terik sinar matahari, angin kencang, penahan debu, serta peredam suara.

“Hygienis, karena pohon menghasilkan O2 atau oksigen di siang hari, dan dapat menyerap CO2 atau karbondioksida,” kata Dewi Aryani.

Pada kesempatan itu, Dewi Aryani mengajak semua eleman masyarakat untuk menanam dan merawat pohon di lingkungan sekitarnya, dan menggelorakan semangat untuk merawat pohon sebagai bentuk kampanye penanggulangan perubahan iklim. 

“Pohonku, pohonmu, pohon kita bersama,” tandas Dewi Aryani.