![]() |
|
|
DI era globalisasi saat ini, pengguna internet di Indonesia sangat meningkat. Hal ini juga disampaikan oleh Dirjen Aptika, Semuel A. Pangerapan, bahwa tahun 2021 pengguna internet di Indonesia meningkat 11 persen dari tahun sebelumnya, yaitu dari 175,4 juta menjadi 202,6 juta pengguna, (https://aptika.kominfo.go.id - 10/09/2021).
Penggunaan internet di Indonesia salah satunya dimanfaatkan oleh warganet (warga internet) untuk mengakses media sosial. Media sosial, dua kata yang tidak asing ditelinga kita.
Media sosial merupakan sebuah media daring yang dapat digunakan untuk berinteraksi antara orang satu dengan lainnya, dalam penggunaannya media sosial membutuhkan kuota. Tidak hanya untuk berinteraksi dan berbagi informasi saat ini media sosial juga digunakan untuk berbisnis.
Ada pula, yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana mengekspresikan diri sekadar membuat status atau membagikan foto. Media sosial yang saat ini banyak digunakan adalah Youtube, WhatsApp, Instagram, Facebook dan Twitter. Hampir setiap orang memiliki salah satu dari media sosial tersebut. Adapun penggunaan media sosial saat ini lebih didominasi oleh generasi milenial.
Untuk meningkatkan kinerja biasanya pengembang media sosial melakukan pembaruan dan tak jarang biasanya akan ada fitur baru dalam media sosial. Adanya fitur-fitur tersebut dapat dimanfaatkan oleh penggunanya. Sebut saja salah satu fitur terbaru Instagram, yaitu “Add Yours” yang saat ini sedang digandrungi oleh warganet.
Add yours merupakan fitur yang diluncurkan oleh Instagram pada bulan Oktober lalu. Fitur ini merupakan fitur yang memungkinkan para penggunanya dapat bertukar informasi, misalnya seperti “foto wallpaper, variasi panggilan nama kamu, pacar kamu dll”. Fitur tersebut dapat membagikan informasi antar pengguna satu dengan lainnya, hal ini dapat membuat rantai postingan dalam story Instagram.
Adanya fitur add yours ini menjadi tren tersendiri dalam media sosial khususnya di Instagram. Sebagai warganet yang suka mencoba fitur baru dan selalu mengikuti tren tentunya mereka ingin mencoba. Hal ini terbukti dari banyaknya reply-an story dalam stiker add yours tersebut. Pada awalnya penggunaan fitur add yours ini digunakan untuk bersenang-senang, namun hal ini berujung menjadi sebuah kasus penipuan.
Berdasarkan berita, ada salah satu warganet yaitu akun twitter @ditamoechtar_ yang menceritakan bahwa temannya baru saja ditipu dengan modus transfer uang. Setelah di ingat-ingat rupanya temannya mengikuti challenge add yours. Pasalnya dengan mengikuti tren ini data-data dari penggunanya dapat dilihat oleh semua orang yang melihat story tersebut. Hal ini dapat disalahgunakan oleh pihak nakal. Tentunya kita perlu wasapada dalam mengikuti sebuah challenge.
Dari challenge add your tersebut terdapat stiker yang memungkinkan penggunanya untuk membagikan data pribadi. Beberapa diantaranya adalah “selfi dengan KTP, alamat tinggal kamu, nomor WhatsApp kamu, tanda tangan kamu, tempat tanggal lahir kamu, dll”. Data-data tersebut jika disebarluaskan dan disalahgunakan tentunya sangat berbahaya.
Apabila akun Instagram kita bersifat publik, yang artinya semua orang dapat melihat story dan postingan kita di Instagram maka hal ini tentu sangat berbahaya. Tak hanya yang akun publik saja, namun hal ini juga dapat terjadi jika akun Anda bersifat privasi. Karena kejahatan datangnya kapan saja dan dari mana saja.
Oleh sebab itu, sebagai warganet kita harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Kita juga perlu menyaring atau filter orang yang mengikuti kita. Adanya proses filter tersebut sangat bermanfaat, sehingga kita dapat mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, mengikuti challenge boleh-boleh saja. Akan tetapi, tidak semua challenge kita harus mengikutinya. Pilihlah challenge yang sekiranya bermanfaat bagi kita dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jadilah generasi milenial yang cerdas dan bijak.
