Urgensi Moral Generasi Millenial
--None--
Senin, 22/11/2021, 16:11:40 WIB

MORAL secara etimologi berasal dari kata mos dalam bahasa Latin, sedangkan dalam bentuk jamaknya berupa mores yang memiliki arti berupa tata-cara atau adat-istiadat.

Sedangkan dalam KBBI V offline disebutkan bahwa moral memiliki arti (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak; budi pekerti, susila. Kemudian moralitas memiliki makna berupa sopan santun, segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket, atau adat sopan santun.

Permasalahan yang sedang terjadi di masa kini berupa adanya penurunan moral yang sedang dirasakan oleh masyarakat khususnya generasi millenial. Di mana mereka yang sudah mulai merasakan masuknya arus globalisasi dan perkembangan digital, memudahkan mereka untuk bertemu dan bercengkrama dengan dunia luar.

Terkontaminasi dengan budaya luar tanpa adanya penyaring yang kemudian diikuti, tentunya akan berdampak buruk bagi kedepannya, apalagi bila sudah dikaitkan dengan moral.

Gawai sebagai alat pelantara globalisasi pun membuat generasi millenial lebih cepat terkena dampaknya. Tanpa ada pengontrol dari orang tua, anak muda bebas mengakses situs-situs yang tidak mendidik.

Tak lupa pertemanan yang semakin luas tidak hanya di lingkup daerah, namun lingkup dunia membuat anak muda semakin penasaran akan sesuatu hal yang tidak biasa mereka lakukan, terutama hal-hal yang berlawanan dengan budaya yang sudah dimiliki.

Semakin canggihnya suatu gawai dan semakin pesat pertumbuhan teknologi akan semakin banyak pula media sosial yang akan anak muda temui. Dengan adanya itu semua dan tidak ada pengontrol akan mengakibatkan anak muda mengalami penurunan moral dan budaya adi luhur Indonesia yang sudah diajarkan turun temurun, seperti menyapa kepada yang lebih tua.

Selain gawai, ada pula tayangan televisi yang menayangkan sinetron tidak mendidik seperti romansa yang terlalu tidak senonoh. Menganggap para pemain sintron menajdi panutannya sehingga anak muda yang mengidolakan akan ikut-ikutan berperilaku seperti idolanya. Itupun menjadi salah satu pintu merosotnya moral pada generasi millenial saat ini. Mengubah pola pikir ke arah yang negatif.

Kemudian, ada pula pergaulan bebas yang saat ini semakin gencar diakukan oleh anak muda. Pertemanan yang terlalu luas tanpa ada penyaring ataupun kontrol dari orang tua, sehingga anak muda meniru apa yang dilakukan temannya juga bisa pemicu turunnya moral pada anak muda saat ini. Memang sebaiknya untuk mencegah terjadinya salah pergaulan adakalanya kita harus pandai-pandai dalam memilih teman.

Memang di era globalisasi dan perkembangan digital ini ada banyak sekali manfaatnya untuk semua sektor dan tentunya menambah wawasan dan cakrawala bagi anak muda khususnya.Tetapi, ada kalanya ada pula dampak negatif yang harus ditanggung masyarakat kita saat ini. Terkhususnya berkaitan dengan moral.

Terlepas dari itu semua, memang kita harus memiliki kesadaran diri dan saling mengingatkan bahwa kita memiliki budaya adi luhur yang harus dijunjung tinggi. Jangan sampai adanya bangsa yang lupa akan budaya yang sudah diwariskan turun temurun. Terutama budaya moral yang sudah melekat pada diri kita.