Jelang Nataru, Proyek Pengecoran Jalur Pantura Losari-Plawangan Dikebut
-LAPORAN JOHARI
Rabu, 17/11/2021, 02:21:06 WIB

Jalur Pantura Suradadi sedang dibeton

PanturaNews (Tegal) – Menjelang natal dan tahun baru (Nataru), proyek pengecoran di Jalur Pantura Losari-Plawangan (Pemalang) dikebut, progres hingga Selasa 16 November 2021 sudah mencapai 75 persen.

Hal itu dikatakan Dwi Denny Aprilio selaku pelaksana teknis pejabat pembuat komitmen (PPPK) 1.1 Provinsi Jateng, yang juga bertugas sebagai pengawas proyek di lapangan, kepada awak media di Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa 16 November 2021 sore.

Menurut Denny, ruas pananganan mulai perbatasan Losari (Brebes) -Plawangan (Pemalang) sepanjang kurang lebih 66,11 KM. Namun proyek yang dikerjakan tahun 2021 ini, hanya sekitar 9,8 KM terbagi menjadi 5 zona.

“Dari ruas jalan sepanjang 66,11 KM yang dikerjakan rekonstruksi (peningkatan) tahun ini hanya 9,8 KM,” kata Denny.

Sedangkan titik mana saja yang dikerjakan menurut Denny, terbagai di beberpa titik diantaranya untuk di Kabupaten Tegal, di perbatasan Tegal-Pemalang di Desa Plawangan, Suradadi, Purwahamba Indah (Purin). Di Kota Tegal di Jalan Martolyo, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Cipto Mangunkusumo. Sedangkan di Brebes di Desa Bangsri, Kluwut, simpang Pejagan termasuk blok Cimohong. “Kalau kita uraikan ada 13 titik,” ujar Denny.

Di Kabupaten Tegal yang dikerjakan ada sekitar 4 KM yang pekerjaan semuanya rekonstruksi (beton), dengan ketebalan sekitar 31 CM dengan lebar sesuai existing  7,5 M. Di Kota Tegal, ada beberpa ruas jalan yang tingginya tidak sama antara lajur kanan dan lajur kiri, untuk itu harus disamakan tingginya.

“Pekerjaannya perbaikan lapisan aspal lama kemudian dinaikan terus  beton dan pembongkaran existing beton lama dibuka (dikupas) karena retak-retak kemudin dibenton kembali. Kerusakana jalan lebih banyak disebabkan karena rob dan air hujan, untuk itu solusi untuk jangkat panjang menggunakan beton,” ujar Denny.

Selain rekonsntruksi jalan, juga ada sekitar 4 jembatan diperbaiki namun tidak semua lantainya melainkan oprit-opritnya. “Yakni jembatan Bongkok, Maribaya, Soga dan Gogo,” imbuh Denny.

Sedangkan kendalanya menurut Denny, karena curah hujan yang sudah mulai tiba dan titik kemacetan, seperti di Pasar Suradadi dan di obyek wisata PURIN.

Dengan anggaran sekitar Rp128,5 M, proyek dikejakan selama 4 bulan, mulai  20 Agustus sampai 20 Desember 2021. Hingga Selasa 16 Noveber 2021 sudaah mencapai 75 persen.

“Kami berharap pertengahan desember sudah selesai, karena ada nataru,” pungkasnya.