Semarak Pergerakan Literasi Dalam Bulan Bahasa 2021
--None--
Jumat, 22/10/2021, 20:36:03 WIB

PADA dasarnya setiap insan telah diberikan kemampuan dalam berbahasa yang baik dan benar. Bahasa yang baik adalah bahasa yang digunakan tiap kali berkomunikasi dengan orang lain dan dipahami dengan jelas.

Pengertian bahasa sendiri merujuk pada sistem lambang bunyi yang arbitrer, dan digunakan oleh anggota masyarakat untuk saling berinteraksi. Arbiter berarti mana suka, makna dari kata tersebut adalah setiap orang dengan sesuka hati boleh menggunakan bahasa yang telah tersedia dan tersebar di seluruh Indonesia.

Bangsa Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa dan bahasa. Terutama dalam hal bahasa, Indonesia memiliki jumlah bahasa daerah sebanyak 801 bahasa yang tersedia di tahun 2019. Keragaman tersebut membuat seseorang berpikir mengenai makna sebuah persatuan. Persatuan dikatakan sebagai gabungan dari beberapa perbedaan yang sudah bersatu.

Salah satu yang menjadi pemersatu bahasa yang sejak lama dijunjung tinggi adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tujuannya untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi akibat kesalahan dalam pengimplementasiannya.

Sejatinya, bahasa Indonesia wajib untuk dipelajari oleh setiap warga negara Indonesia, akan selalu menjadi bahasa wajib karena telah ditetapkan oleh UUD 1945 bab 15 pasal 36 yang berbunyi, “Bahasa negara adalah bahasa Indonesia”, kalimat tersebut menegaskan bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar nasional yang memiliki kedudukan sangat kuat dan digunakan dalam kepentingan kenegaraan. Berbahasa Indonesia adalah salah satu upaya melestarikan ikrar sumpah pemuda 93 tahun yang lalu setelah 73 tahun Indonesia merdeka.

Selanjutnya, dari salah satu sumber berita menginformasikah bahwa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui badan pengembangan dan pembinaan bahasa akan mengadakan sebuah kegiatan dalam kebahasaan dan kesastraan pada setiap tahun tepatnya di bulan Oktober.

Bulan Oktober ditetapkan sebagai hari jadi bulan bahasa yang bertepatan pada tanggal 28 oktober sekaligus merayakan hari sumpah pemuda. Kegiatan tersebut memiliki tujuan utama yakni mengembangkan, memelihara semangat dan meningkatkan peran masyarakat luas dalam pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra.

Dikutip dari laman yang diakses secara online, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Kemendikbudristek) akan mengadakan perayaan bulan bahasa dan sastra pada tahun 2021. Dikatakan ketika dalam rangka silaturahmi secara virtual pada hari kamis (7/10).

Dari pernyataan tersebut, bulan bahasa senantiasa diperingati setiap waku yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Bertujuan untuk mengajak bangsa Indonesia agar terus mengingat dan mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berusaha untuk mendapatkan bahasa pengantar untuk negara Indonesia. Serta menerapkan bahasa Indonesia sebagai pergerakan, pemersatu perbedaan bahasa dari sabang hingga merauke.

Kegiatan bulan bahasa ini, sekaligus memperbaiki tingkat pemahaman masyarakat dalam memahami bahasannya sendiri. Perlu adanya evaluasi pemerhatian terhadap tercapainya taraf maksimal yang diharapkan. Hal ini menjadi penting karena kedepannya banyak sekali informasi, peraturan pemerintah, maupun pembelajaran yang harus disampaikan dan dipahami oleh masyarakat Indonesia melihat tingkat kecanggihan teknologi terus diperbarui setiap waktu. Gerakan literasi menjadi acuan diadakannya bulan bahasa. Mengapa demikian?

Literasi dikatakan sebagai kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan dalam kehidupan. Melihat masyarakat yang masih belum peka terhadap pentingnya literasi dalam berbahasa membuat kesadaran masyarakat untuk membaca perlu adanya peningkatan yang cukup, serta mengarahkan pada rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa Indonesia. Kegiatan membaca merupakan hal yang sudah tidak asing lagi didengar oleh seluruh masyarakat, karena membaca adalah salah satu kunci membuka dunia.

Bulan bahasa menjadi momen yang tepat untuk kita mengembangkan keterampilan bahasa dan memperkaya pengetahuan akan sastra. Kita dapat memulai dengan menyisihkan waktu untuk membaca, seperti membaca puisi, novel, dongeng, maupun sebagainnya. Untuk melatih psikis, setiap orang dapat mengikuti lomba-lomba yang telah disediakan oleh badan penyelenggara.  

Antara literasi dan bulan bahasa akan saling keterkaitan, dikarenakan melalui bulan bahasa kita mampu meningkatkan daya literasi dalam jiwa dan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memberikan sebuah pemahaman kepada seluruh masyarakat.

Dengan demikian sebagai bangsa Indonesia yang cinta akan tanah air, perlu adanya partisipasi dalam membantu memeriahkan, melestarikan, dan mengembangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional. Bulan bahasa salah satu pemersatu dalam mengukur rasa kecintaan kita terhadap bahasa dan tanah air Indonesia.

Diharapkan seluruh masyarakat mendalami peran sebagai bangsa yang menyemarakan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan berbahasa Indonesia.

(Dewi Apriliyati adalah Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tegah. Email: dewiapriliyati2000@gmail.com)