Lingkungan Mencengkeram Pola Pikir Manusia
--None--
Sabtu, 16/10/2021, 10:25:22 WIB

Saya mengira bahwa lingkunganlah yang membuat pola pikir saya berubah, bahkan sampai cita-cita pun bisa berubah...

LINGKUNGAN atau biasa disebut dengan lingkungan hidup ini, jelas tidak akan lepas dengan yang namanya saling berinteraksi. Interaksi tersebut, bisa di lakukan oleh antar manusia atau anatara manusia dan tumbuhan, sumber kehidupan dan lain-lain.

Lingkungan pada umumnya menjadi salah satu faktor yang mendorong kita untuk memulai maju melangkah, dan mendorong kita untuk jalan menuju kesuksesan. Begitu juga dengan sebaliknya, tidak semua lingkungan itu berdampak baik. Semuanya itu tergantung pada lingkungan dan kita sendiri.

Manusia hidup di lingkungan yang berbeda-beda mulai dari sifat, karakter, adat dan juga moral. Semua itu dipengaruhi oleh Lingkungan dimana kita tinggal. Dengan perbedaan itu, kita di tuntun untuk tidak membiasakan kebiasaan kita ketika sedang berada di lingkungan yang berbeda, karena ketika kita beda lingkungan bisa jadi kebiasaan kita di salah artikan atau di anggap kurang baik dan lain-lain.

Lingkungan adalah tempat dimana kita berada, lingkungan juga mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia mulai dari sifat, karakter, pola pikir, moral dan cita-cita. Semua itu bisa di pengaruhi tergantung dimana tempat kita tinggal. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang di sebuah lingkungan, harus berhati-hati mulai dari pergaulan, berbicara, menilai sesuatu dan lain-lain.

Pola pikir menjadi berkembang yang di sebabkan oleh lingkungan ini, sangat berarti sekali bagi kita. Mulai dari banyak nya kesadaran, dari yang awalnya tidak mengerti  menjadi mengerti, dari yang awalnya berfikir seperti ini menjadi seperti itu,  bahkan ketika membahas cita-cita pun, pola pikir kita ketika pindah lingkungan itu bisa di rubah.

Seperti yang saya alami dulu, ketika saya masih Sekolah Dasar, saya melihat banyak orang tua yang tengah kesakitan, pada akhirnya saya berfikir dan berkeinginan untuk bercita-cita menjadi seorang dokter. Dengan alasan ingin mengobati orang-orang yang sedang kesakitan atau terkena penyakit.

Begitupun selanjutnya, ketika saya menginjak sekolah MTs (Madrasah Tsanawiyah) dimana lingkungan tersebut rata-rata beragamis, akhirnya saya berkeinginan menjadi seorang Hafidzoh Hafidzoh yaitu seorang penghafal Al Qur'an.

Alasan saya berkeinginan menjadi Hafidzoh, karena pada waktu itu saya berfikir bahwa dunia itu hanya tempat sementara. Tidak perlu berpikir keras untuk memikirkan kehidupan kita diuji dunia. Karena pada hakekatnya yang kekal itu kehidupan di akherat.

Sampai pada detik ini pun setiap saya berpindah lingkungan, Cita-cita saya terkadang juga ikut berganti. Saya mengira bahwa lingkunganlah yang membuat pola pikir saya berubah, bahkan sampai cita-cita pun bisa berubah.

(Naela Apriyati adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)