![]() |
|
|
PanturaNews (Indramayu) - Sikap tegas aparat dalam penanganan sengketa lahan tebu yang berujung kematian terhadap dua petani, dinilai tepat oleh Bupati Indramayu, Nina Agustina Da’i Bachtiar.
“Pasalnya, sengketa lahan yang diselesaikan dengan cara kekerasan tidak hanya merugikan petani, namun akan ikut mengganggu iklim investasi daerah,” ujar Nina, Selasa 5 Oktober 2021.
Bupati Indramayu menilai, keberadaan petani seharusnya dilindungi bukan dijadikan obyek untuk kepentingan kelompok tertentu. Oleh karenanya dia berharap, aksi premanisme yang berkedok ‘melindungi petani’ tidak terjadi lagi di Indramayu.
“Kasihan petani kita. Seharusnya jangan diseret ke pusaran konflik kepentingan kelompok. Secara pribadi, saya prihatin dan menyampaikan terima kasih kepada Polres dan Kodim jajaran atas tindakan tegas ini,” tegas Nina Agustina.
Jauh sebelum peristiwa pembantaian dua orang petani tebu, Bupati Nina Agustina sebenarnya telah menyampaikan kepada pihak-pihak yang berseteru agar menahan diri.
Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga iklim investasi yang aman dan nyaman.
“Investasi itu sensitif, kasus-kasus seperti ini tentu akan membuat investor berhitung soal kenyamanan dan keamanan,” terangnya.
Karena itu, Bupati Nina menjamin setiap bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum yang berimplikasi terhadap gangguan iklim investasi, akan diberangus dari Indramayu.
“Saya pikir di daerah manapun, atau dibelahan dunia manapun, tidak akan pernah membiarkan bentuk kekerasan. Saya menjamin, situasi di Indramayu aman dan nyaman untuk berinvestasi,” tegas orang nomor satu Indramayu itu.
Diberitakan sebelumnya, bentrok antara petani penggarap lahan tebu dengan sekelompok massa dari Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F-KAMIS) di lahan tebu milik PG Jatitujuh Desa Kerticala, Keamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, mengakibatkan dua orang meninggal dunia, Senin 4 Oktober 2021 siang.
Dalam aksi tawuran tersebut, dua petani penggarap lahan PG. Jatitujuh meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kabupaten Majalengka, untuk ditangani oleh tim medis.