Bedakan antara Mengkritik dan Menghina Secara Sederhana
--None--
Selasa, 28/09/2021, 20:11:54 WIB

KEBEBASAN berpendapat merupakan salah satu Hak Asasi Manusia (HAM) yang diakui keberadaannya. Dalam sebuah negara, warga negara berhak mengemukakan pendapatnya baik secara lisan maupun tulisan, apalagi di negara Indonesia yang merupakan negara demokrasi.

Dikutip dari pembahasan artikel yang dimuat dalam Kompas.com, kebebasan berpendapat di Indonesia dijamin dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights).

Selain itu, kebebasan berpendapat juga secara tidak langsung masuk dalam butir pengamalan pancasila sila keempat. Pada sila ke empat yaitu: Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama dan tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain (tap MPR no. I/MPR/2003) hal ini juga dibahas di (Kumparan: 2020). Oleh sebab itulah mengapa di Indonesia kebebasan berpendapat termasuk salah satu ketentuan yang dijujung tinggi bagi masyarakatnya.

Di luar pasal mana dan sila mana yang melindungi hak-hak seseorang dalam berpendapat, mari kita bahas secara sederhana perbedaan antara Mengkritik dan Menghina. Secara umum kata mengkritik berarti tanggapan terhadap sesuatu yang disertai uraian baik buruk terhadap suatu hal.

Sedangkan menghina bisa dikatakan memberikan pendapat atau mengomentari sesuatu namun dengan cara merendahkan hal yang ia dibahas atau kedudukan orang lain. Dewasa ini, kebebasan berpendapat seolah menjadi sebuah hal yang bisa bernilai positif atau bisabjuga malah sebaliknya.

Banyak sekali orang yang berlindung dalam kata mengkritik padahal sebenarnya apa yang dia ucapkan adalah sebuah bentuk hinaan atau ujaran kebencian. Mudahnya seseorang dalam mengakses maupun menyebarkan informasi juga menjadi salah satu alasan mengapa semakin banyak tulisan atau meme yang berisi kritikan sampai hinaan tersebut.

Kemudian, apa yang harus kita waspadai dari sebuah tulisan atau ujaran? Bagaimana cara kita mengetahui bahwa apa yang kita lihat memang informasi yang benar, bukan semata-mata hanya ujaran kebencian?

Pertama, pastikan topik yang tengah dikritik tidak menyerang secara pribadi seseorang. Kritikan biasanya membahas tentang karya atau hasil kerja dari orang-orang tertentu misalnya: pemimpin negara, wakil rakyat, atau bisa juga kritikan pada sebuah film, sinetron, lukisan, dan lain sebagainya.

Kritikan yang positif bersifat membangun, disertai dengan alasan-alasan yang logis dan masuk akal. Kritikan juga tidak merendahkan seseorang secara pribadi misalnya kata kata yang menghina fisik, keturuan, agama dan sebagainya.

Kedua, kata-kata yang digunakan dalam mengkritik biasanya lebih sopan. Dalam mengkritik, seseorang akan cenderung mengawalinya dengan kalimat atau kata-kata yang baik. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya rasa tersinggung pada seseorang yang hasil kerjanya atau karyanya tengah kita kritik.

Sedangkan orang-orang yang memang suka menghina atau suka mengujar kebencian, dalam menyampaikan pendapat akan cenderung dengan bahasa yang kasar atau mengundang konflik bagi orang lain atau bagi yang dikritik.

Ketiga, dalam mengkritik memang difokuskan terhadap kekurangan-kekurangan yang terkihat, namun juga biasanya disampaikan kelebihannya. Seseorang yang mengkritik biasanya sudah menguasai apa yang ia bicarakan, sudah mempelajari, atau memang sudah ada di bidangnnya.

Sehingga apa yang ia bicarakan memiliki dasar maupun alasan yang jelas, segala ucapannya bisa dipertanggungjawabkan. Sementara menghina, apa yang disampaikan hanya keburukan saja, tanpa ada sifat membangun, atau memberikan efek positif pada apa yang ia bahas. Sifatnya menyerang, menjatuhkan, agar apa yang ia bahas tidak muncul lagi atau hilang.

Secara umum sebenarnya kita sebagai manusia harusnya bisa membedakan mana yang masuk kategori mengkritik dan mana masuk kategori menghina. Semua akan terlihat jelas apabila kita bisa teliti dalam menanggapinya.

Tulisan ini bertujuan agar kita semua tidak mudah untuk terpancing pada sebuah ujaran, bisa membedakan mana informasi yang baik dan uang buruk, atau juga bisa membatasi diri kita agar lebih bijak dalam mengkritik sebuah hal, agar apa yang kita ujarkan benar-benar sebuah kritikan dan tidak masuk kategori menghina.

(Risna Windika Cahyani adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Peradaban di Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)