![]() |
|
|
PanturaNews (Indramayu) - Alur Sungai Sewo dan breakwater yang rusak, dikeluhkan masyarakat dan nelayan di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Warga dan nelayan Desa Ujunggebang, menduga rusaknya sungai dan breakwater itu, imbas dari proses pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
“Atas kerusakan itu, Kepala Desa Ujunggebang beberapa kali menyampaikan kepada saya, agar mengundang Ibu Bupati untuk melihat langsung kondisi kerusakan alur sungai dan breakwater,” ungkap Camat Sukra, Achmad Mansyur, Selasa 31 Agustus 2021.
Pekan lalu, kata Mansyur, nelayan Ujunggebang dan Subang menyampaikan aspirasinya. Kebetulan waktu itu Bupati Indramayu ikut dalam pertemuan di Subang itu.
Mendengar keluhan masyarakat itu, meski di hari libur kerja Bupati Indramayu, Nina Agustina Da’i Bachtiar didampingi Camat Sukra dan Kepala Desa Ujunggebang, Dedi Gunawan melihat langsung kondisi desa yang berada di tepi laut Utara Jawa, Sabtu pekan lalu.
Setibanya di lokasi, Bupati Indramayu melihat sekaligus mendengar langsung penjelasan dari masyarakat dan kepala desa, perihal rusaknya kondisi alur sungai Sewo dan breakwater.
“Saya akan meneruskan persoalan ini kepada otoritas Pelabuhan Patimban dan PLTU Indramayu,” janji Nina saat itu.
Kemudian Bupati Nina Agustina bersurat resmi kepada otoritas pelabuhan dan PLTU, dengan harapan ada jalan keluar yang baik untuk masyarakat dan nelayan di Desa Ujunggebang.
“Nanti akan saya sampaikan. Sekarang saya sudah melihat langsung kondisinya. Nelayan kita mengeluh dan ternyata memang harus dilakukan langkah-langkah tepat, agar semuanya berhasil dengan baik,” tegas orang nomor satu Indramayu itu.
Pernyataan Nina Agustina sontak diamini Kuwu Ujunggebang, Dedi Gunawan. Ia menyampaikan terima kasih kepada bupati yang telah melihat langsung kondisi nelayan di Ujunggebang.
“Atas nama masyarakat, kami sampaikan terima kasih kepada Ibu Bupati. Di tengah waktu liburnya, menyempatkan diri melihat kondisi masyarakat Ujunggebang. Ini sungguh luar biasa,” tutur Dedi.