Akibat Kabel Sutet Putus Tanaman Padi Rusak, Petani Minta Ganti Rugi
W.CL-LAPORAN RESMAN S
Senin, 09/08/2021, 10:11:55 WIB

Kabel listrik sutet yang putus di kawasan Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu merusak tanaman padi milik petani setempat. (Foto: Dok/MC)

PanturaNews (Indramayu) - Tanaman padi yang sudah berusia 60 hari di kawasan Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akibat putusnya kabel listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) beberapa waktu lalu dikeluhkan petani.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada ganti rugi dari pihak PLN. Kerusakan tanaman padi yang masih berwarna hijau sepanjang sekitar 250 meter itu, belum ada tindaklanjut atau ganti rugi. Petani minta tanggung jawab.

“Justru, petani bingung untuk mempertanyakan masalah tersebut, karena pihak Sutet belum ada yang bisa dimintai pertanggung jawabannya,” keluh Taemin yang mewakili petani lainnya, Minggu 8 Agustus 2021 kemarin.

Kabel Sutet yang putus menimpa tanaman padi milik petani Selain itu, banyak pematang sawah (Galeng) yang rusak akibat diinjak-injak petugas Sutet yang hilir mudik di sawah petani.

"Tanaman padi saya rusak kena kabel sutet yang putus, galengnya juga rusak. Petugas Sutet yang lagi benerin kabel, masang patok dan menginjak-injak tanaman padi yang baru ditanam usia 60 hari, tapi gak ada tanggung jawabnya," kata petani kesal.

Para petani berharap, ada tanggung jawab atau ganti rugi dari pihak PLN jaringan  Sutet, dan bisa diajak komunikasi atas kerugian sejumlah petani yang sawahnya rusak di wilayah tersebut.

"Nanti setelah beres proyek, ya harus di beresin lagi, karena materialnya mengganggu jalan petani yang mau lewat ke sawah. Juga jembatan yang bekas proyek ini di bongkarin lagi, kan sawahnya mau ditanami padi bukan untuk tempat material proyek," kata petani lainnya, H Ono.

Hal senada juga diungkapkan Casma, salah satu Ketua Kelompok Tani di Desa Jangga mengaku banyak mendapat laporan dan keluhan dari petani yang sawahnya terdampak putusnya kabel sutet.

"Kemarin petani yang sawahnya rusak juga nanya ke saya, seperti Pak Sud, Pak Rohim, ada lagi sawah milik Pak Darno, Pak Udin, H Karnen terus sawahnya Pak Tawin yang terdampak, mereka bilang belum ada ganti rugi," terang Casma.

Dikatakannya, meski dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian material dari para petani sangat menggangu dan membuat resah, karena belum ada ganti rugi.

Sampai berita ini diturunkan, pihak PLN Indramayu dan PLN Haurgeulis  belum berhasil dimintai penjelasan rusaknya kabel sutet.