![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Jembatan penghubung di Desa Sridadi Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ambruk pada Kamis 25 Maret 2021 sekira pukul 14.00 WIB. Jembatan yang melintang di atas Sungai Jeruhbehet tersebut merupaka penghubung utama antara Dukuh Karanganyar dengan Dukuh Legok, Sigombyang, Bojongsari dan Suruhsunda.
Kepala Desa Sridadi, Sudiryo mengatakan, jembatan sebelumnya mengalami kerusakan pada pilar penyangga akibat gerusan arus sungai yang deras setiap kali terjadi hujan dan banjir.
"Sebelumnya pondasi atau pilar jembatan sudah miring, tiba-tiba Kamis sore kemarin pilarnya miring fan bentangannya ambruk," ujarnya, Jumat 26 Maret 2021.

Menurutnya, jembatan berukuran panjang 30 meter dan lebar dua meter itu menjadi penghubung Dukuh Karanganyar dengan Dukuh Legok, Dukuh Sigombyang, Dukuh Bojongsari dan Dukuh Suruhsunda.
"Ada sekitar 1000 Kepala Keluarga atau sekitar 3000 jiwa lebih warga yang ada di empat perdukuhan itu," ungkap Sudiryo.
Dikatakan, jembatan yang dibangun pada tahun 2016 dengan kontruksi beton cor tersebut menjadi jalur transportasi utama bagi warga. Warga yang kebanyakan petani sayur itu biasa mengangkut hasil pertaniannya melalui jembatan tersebut.
"Putusnya jembatan mengakibatkan kesulitan jalur transportasi, warga harus memutar arah sejauh lima kilometer atau tiga kali lipat, untuk menuju pasar atau Balaidesa," terangnya.

Ditambahkan, kerugian akibat jembatan ambruk diperkirakan mencapai Rp 150 juta. Pemerintah Desa saat ini sedang mengupayakan pembuatan jembatan darurat dengan kayu atau bambu.
"Rencana besok kita akan mulai gotong royong buat jembatan darurat dengan bambu," pungkasnya.