![]() |
|
|
Satu tahun berlalu. Pandemi Corono Virus Disease 2019 (Covid-19) belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sehingga, hingga saat ini pemerintah masih menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran dengan sistem daring.
Dimana semua sekolah menutup aktivitas pembelajaran dengan tatap muka (konvensional), diganti dengan pembelajaran jarak jauh atau dengan sistem daring. Kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan sistem ini dianggap mampu mengakselerasi perkembangan pendidikan di era society 5.0.
Pasalnya dengan menggunakan sistem inj maka para guru, dosen, mahasoswa dan peserta didik dituntuk untuk dapat mengelola dan mengoperasikan penggunaan teknologi seperti smartphone, laptop, tablet dan lainnya.
Pandemi Covid-19 memberikan gambaran akan pendidikan yang akan berlangsung di masa depan yang membutuhkan peranan teknologi. Pendidikan di situasi pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan bagi seluruh pihak pendidikan dalam menggunakan teknologi.
Adanya wabah Covid-19 ini menjadi kesempatan bagi pihak pendidikan tentang cara menggunakan teknologi digital. Dengan demikian dapat membantu mahasiswa, guru, dosen dan.peserta didik dalam mempersiapkan tantangan pendidikan di masa depan, tepatnya di era society 5.0 ini.
Realitasnya, pendidikan di masa pandemi dan di era 5.0 ini mempunyai beberapa tantangan yang harus dihadapi, diantaranya:
-a. Tidak mempunyai laptop/smartphone/tablet
Tidak sedikit orang tua siswa yang mempunyai teknologo digital untuk memfasilitasi anaknya dalam pembelajaran daring. Masalah ini menjadi tantangan dalam berjalannya pendidikan di masa pandemi dan mengakibatka peserta didik kurang paham dalam menggunakan teknologi digital
-b. Ketidaksediaan kuota internet dan koneksi internet
Ketidaksediaan kuota internet mampu menjadi tantangan bagi berjalannya pendidikan di Indonesia. Walaupun pemerintah telah memberikan subsidi kuota internet, tetapi masih banyak yang belum menerimanya terutama yang berada di daerah yang terpencil.
Selain itu, ketidaksediaan koneksi internet juga menjadi tantangan berjalannya pendidikan di masa pandemi, sedangkan di era 5.0 ini diharuskan dapat menggukan teknologi digital untuk pembelajaran dan perkembangan pendidikan.
-c. Menumpuknya tugas dan waktu pengerjaan yang sangat singkat.
Para mahasiswa dan peserta didik merasa terbebani karena adanya tugas yang numpuk dan waktu pengerjaan yang sangat singkat.
Pembelajaran daring menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dengan situasi Indonesia yang memiliki ribuan pulau. Bagaimana teknologi dapat digunakan, bagaimana penyediaan akses internet pada daerah-daerah terpencil.
Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Jangan saling menyalahkan dan mengeluh. Pemerintah dan masyarakat sudah berusaha untuk berjalannya pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini.
Selain itu, pembelajaran daring di masa pandemi juga dapat mendorong mahasiswa ataupun peserta didik dalam mengahapi era 5.0, diantaranya:
-a. Dengan adanya wabah Covid-19 maka dituntuk guru, dosen, mahasiswa ataupun peserta didik untuk menggunakan teknologi digital. Sehingga mampu menciptakan pembelajaran dimana saja tanpa terkendala oleh jarak.
-b. Melatih serta menanamkan kebiasaan melalui pembelajaran yang mandiri.
-c. Dapat bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan dan solusi untuk masalah tersebut.
Adanya pandemi Covid-19 juga merubah aspek kehidupan, diantaranya pembatasan jam kerja, pembelajaran daring, fasilitas umum dan lainnya. Keadaan ini akan mengubah kebiasaan dan kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan.
Semoga kondisi saat ini dapat mendorong masyarakat, khususnya masyarakat indonesia untuk siap dalam menghadapi persaingan teknologi digital dan era societt 5.0 ini.
(Anggi Erna Aryani adalah Mahasiswa Semester 2 Pendidikan Matematika Universitas Alma Ata Yogyakarta)