Puluhan Santri Positif Covid-19, Sekolah-Ponpes Ditutup Sementara
W.CL-LAPORAN RESMAN S
Rabu, 10/03/2021, 12:32:45 WIB

Pondok Pesantren ditutup dan lingkunganya ditutup sementara menyusul banyaknya santri yang terkonfirmasi positif Covid-19. (Foto: Resman)

PanturaNews (Indramayu) - Untuk sementara sekolah dan akses ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Urwatul Wutsqo Indramayu dan ponpes lainnya ditutup sementara, menyusul banyaknya santri yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ponpes yang berada di Desa Terusan dan Sindang itu, diminta untuk sementara ditutup,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Indramayu, dr. Deden Bonni Koswara saat dihubungi PanturaNews, Selasa 10 Maret 2021.

Menurut Deden yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ini karena akan dilakukan tindakan tes swab dan penyemprotan lokasi ruang kelas kegiatan belajar mengajar, serta fasilitas ponpes lainnya.

Deden menerangkan, secara keseluruhan jumlah santri terkonfirmasi positif di tiga ponpes mencapai 169 orang. Penambahan diketahui setelah dilakukan tracking terhadap sejumlah kontak erat.  

Awalnya, kata Deden, klaster terjadi di Ponpes Al Urwatul Wutsqo sebanyak 77 santri terpapar Covid-19. Kemudian menyebar ke Asrama Ar-Rohimah sebanyak 20 orang dan klaster terakhir sebanyak 72 santri di Ponpes Tahfidz Abdurrahman Basuri juga positif Covid-19.

Sementara secara terpisah Camat Sindang, Drs. Ali Sukma Jaya, M.Si menjelaskan, sebagai Kordinator Satgas Covid-19 kecamatan, pihaknya sudah memerintahkan tim medis melakukan tindakan pencegahan.

“Pencegahan dilakukan di lingkungan sekolahan ponpes dan pemukiman warga,” ujar Ali Sukma Jaya.

Dari pantauan, saat ini Desa Sindang Blok Karangasem masuk katagori zona merah Covid-19. Warga positif Covid-19 tercatat di Jalan Nyiresik Desa Sindang, Kecamatan Sindang di  Komplek perumahan Guru, yaitu suami istri pensiunan Guru SMA. Keduanya di rawat di Rumah Sakit.

“Dari Blok Karangasem Desa Sindang pada minggu keempat bulan Februari 2021, tercatat satu warga meninggal dunia positif Covid-19,” tutur Camat Sindang.