![]() |
|
|
DARI masa ke masa Perkembangan teknologi komputer berkembang dengan sangat pesat, baik di perangkat kerasnya maupun perangkat lunak. Salah satunya adalah teknologi Kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (Al).
Kecerdasan buatan adalah sebuah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang kemudian di terapkan pada sebuah mesin agar mesin tersebut dapat berfikir dan mengambil keputusan sendiri seperti manusia. Kecerdasan buatan memungkinkan mesin untuk belajar dari pengalaman, menyelesaikan input-input baru dan menyelesaikan tugas-tugas selayaknya manusia.
Teknologi ini di klaim mampu mengerjakan pekerjaan manusia secara cepat dan efisien. Salah satu contoh kecerdasan buatan adalah mobil tanpa pengemudi, mobil ini dapat bergerak sendiri dengan sensor tanpa disetir oleh manusia.
Kecerdasan buatan membawa manfaat yang signifikan terhadap kehidupan manusia apalagi di era pandemi seperti saat ini, teknologi ini bisa di gunakan untuk membantu tenaga medis mendiagnosis pasien. hingga membantu pemerintah dalam membuat kebijakan untuk menekan angka penyebaran covid-19.
Contoh kecerdasan buatan yang di manfaatkan manusia di masa pandemi adalah virtual health care assistant (chatbot). Teknologi kecerdasan buatan dalam fitur ini menjawab pertanyaan sebutar covid-19 ketika pengguna menanyakan tentang virus tersebut.
Kecerdasan buatan bagaikan tombak bermata dua selain menguntungkan kecerdasan buatan juga dapat mengancam manusia khususnya di bidang pekerjaan. Salah satunya adalah berkurangnya lapangan pekerjaan bagi manusia karena pekerjaan manusia tergantikan oleh robot, sehingga tingkat pengangguran akan semakin tinggi.
Teknologi ini mungkin terdengar sangat menakutkan tetapi jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda teknologi kecerdasan juga bisa membawa manfaat bagi keselamatan para pekerja, misalnya di perusahaan yang beresiko tinggi bisa memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Semakin berkembangnya kecerdasan buatan pastinya banyak muncul ketakutan mulai dari pekerjaan yang tergantikan oleh robot, kecelakaan mobil tanpa pengemudi, hingga munculnya robot-robot canggih yang melawan manusia.
Di bulan Juli tahun 2017 berita tentang teknologi sangat menghebohkan dengan kabar bahwa facebook memberhentikan eksperimennya robot kecerdasan buatan, karena salah satu staf menemukan dua buah program kecerdasan buatan saling berkomunikasi satu sama lain dengan bahasa mereka sendiri yang tidak di mengerti manusia.
Hanya kedua program tersebutlah yang dapat mengerti pesan yang mereka sampaikan ke satu sama lain. Ini menandakan bahwa kecerdasan buatan memiliki kecerdasan di atas manusia dan bagaimana jika kecerdasan buatan tidak menuruti perintah manusia dan justru melawan manusia selaku penciptanya.
Menurut ahli fisika kuantum profesor stephen hawking kalau kecerdasan buatan merupakan kreasi manusia yang dapat memiliki kemampuan melampaui manusia selaku penciptanya. Salah satu robot kecerdasan buatan tercanggih adalah sophia robot tersebut dirancang untuk memberikan jawaban berbagai pertanyaan dan telah di wawancara di seluruh dunia.
Ini membuktikan bahwa perkembangan robotik berkembang sangat cepat dan tidak menutup kemungkinan akan muncul robot-robot canggih yang dapat menggantikan peran manusia. Robot di ciptakan sebagai alat untuk membantu manusia akan sangat menghawatirkan ketika robot yang seharusnya di buat untuk membantu manusia kini mulai mengancam manusia.
Manusia mengeksploitasi teknologi kecerdasan buatan secara berlebihan sebagai alat produksi padahal tujuan kecerdasan buatan dibuat adalah untuk membantu manusia. Tapi siring dengan perkembangan zaman kecerdasan buatan menjadi mengancam manusia karena para petinggi perusahaan pasti akan lebih memilih menggunakan jasa teknologi kecerdasan buatan yang dapat bekerja layaknya manusia dan dapat bertahan ber jam-jam tanpa merasakan lelah. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat seperti saat ini para ilmuan robotik pasti akan lebih berinovasi dan menaikan kualitas dari suatu mesin yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Menurut penulis perkembangan teknologi kecerdasan buatan dari masa kemasa akan semakin canggih dan tidak akan bisa di hentikan, kita tidak bisa menolak perkembangan zaman agar negara kita tidak menjadi negara yang tertinggal. yang perlu di ubah adalah pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang seharusnya di tujukan untuk membantu manusia dan mempercepat menyelesaikan suatu masalah yang di hadapi manusia bukan untuk mengganti peran manusia.
(M. Fikri Vebri Ashar adalah Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Peradaban Bumiayu (UPB) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)