Ini Penyebab Wali Kota Marah dan Laporkan Jumadi ke Polda
-LAPORAN JOHARI
Kamis, 25/02/2021, 20:57:38 WIB

Foto Dok PanturaNews

PanturaNews (Tegal) – Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono melalui kuasa hukumnya Basri Budi Utomo Ketua Umum Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Rebublik Indonesia (GNPK RI), telah melaporkan Wakil Wali Kota M Jumadi ke Polda Jateng, Rabu 24 Februari 2021.

Pengaduan ke Polda Jateng itu disampaikan Tim Advokasi yang ditunjuk GNPK Pusat berdasarkan surat kuasa khusus Wali Kota Tegal Dedy Yon tertanggal 24 Februari 2021.

Kuasa hukum Dedy yang juga Ketua Umum GNPK RI Basri Budi Utomo membenarkan jika dirinya sudah mengadukan kasus tersebut ke polisi. “Betul,” katanya melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis 25 Februari 2021.

Basri menjelaskan ihwal dugaan rekayasa kasus tersebut. Dia mengatakan, pada tanggal 9 Februari 2021 sekitar pukul 02.00 WIB, saat pengadu (Dedy Yon) berada di kamar hotel 1937 Century Park Hotel Jakarta sendirian, tiba-tiba datang empat personel anggota kepolisian yang mengaku dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Kemudian mereka melakukan pemeriksaan badan dan penggeledahan. “Namun demikian, Wali Kota Tegal bersih dari narkoba. Termasuk saat dites urine hasilnya juga negatif. Polisi juga tidak menemukan barang bukti,” katanya.

“Sangat disayangkan, bahwa dari keterangan dan pengakuan dari anggota Polda Metro Jaya tersebut, informasi itu bersumber dari keterangan Wakil Wali Kota Jumadi,” katanya.

Lebih lanjut kata Basri, tindak pidana yang dilaporkan kepada penegak hukum dan Diduga Kuat dilakukan oleh Muhamad Jumadi,ST.,MM,  meliputi dugaan tindak pidana penghasutan, pencemaran nama baik, penistaan dan fitnah, pengaduan palsu,

Sekda Kota Tegal Johardi, kepada awak media membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, pada malam kejadian ia bersama wali kota menginap di hotel yang sama, karena paginya akan menerima penghargaan dari presiden. “Saya menginap di hotel yang sama dengan pak wali namun beda lantai dan beda kamar, jada saat penggerebekan tidak tahu,” kata Johardi.

Johardi berupaya mendamaikan wali kota dan wakil, agar keduanya harmonis kembali. “Saya sedang berusaha untuk mendamaikan, namun pak wali masih sibuk,” pungkasnya.