![]() |
|
|
WHO (World Health Organization atau Badan Kesehatan Dunia) secara resmi mendeklarasikan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada tanggal 9 Maret 2020. Apa itu Coronavirus?
Coronavirus atau virus corona adalah sekelompok virus berbentuk bulat dengan sisi seperti mahkota. Ada tujuh jenis virus korona manusia yang diketahui. Wabah terbesar yang saat ini diakibatkan oleh coronavirus SARS-CoV-2, yang menimbulkan penyakit Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Pandemi ini tidak hanya menghantam sektor kesehatan namun secara tidak langsung sektor ekonomi juga ikut mengalami dampaknya.
Pandemik virus corona atau Covid-19 yang kian luas telah menyebabkan berhentinya banyak kegiatan usaha dan produksi. Hal ini akibat diberlakukannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga kita mengalami krisis ekonomi yang tak bisa dihindari.
Krisis ekonomi adalah adanya ketidakstabilan dalam suatu perekonomian. Biasanya, istilah dari krisis ekonomi adalah mengacu pada perubahan-perubahan yang drastis terhadap perekonomian sehingga mengakibatkan ketidakstabilan. Kenapa dikatakan sebagai perubahan drastis? karena, krisis ekonomi sendiri sangat berdampak ke perekonomian yang susah untuk diatasi dan diperlukan pengawasan langsung dalam rangka untuk mengatasinya.
Berbicara mengenai krisis ekonomi dunia sekarang sedang mengalami krisis ekonomi yang terjadi karena adanya wabah penyakit atau Coronavirus COVID-19 yang sudah berlalu beberapa bulan belakangan. Tentunya Indonesia juga mengalami hal yang sama, dari yang tua hingga muda mengalami dampaknya bahkan kalangan teratas sampai kalangan terbawah.
Mereka yang tidak memiliki pekerjaan tentunya tidak bisa terhindar dari pegeluaran kebutuhan setiap harinya, walaupun mereka tidak mempunyai pekerjaan tentunya itu sudah menjadi tanggungan. Tidak sedikit orang yang menganggur karena mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari berbagai perusahaan atau toko-toko di mall bahkan banyak pula yang mengalami gulung tikar karena memang dari pusat tidak ingin menjadi tempat berkembangnya mata rantai Coronavirus tersebut dan kita harus mematuhi semua aturan pemerintah agar tidak menambah terjadinya Coronavirus.
Oleh sebab itu, menjalankan protokol kesehatan menjadi hal terpenting yang harus dilakukan seperti mencuci tangan dengan air yang mengalir, memakai masker, jaga jarak, hindari berkerumunan dan tetap di rumah.a untuk mencegah penularan mata rantai Virus Covid-19 tersebut, Sehingga tingkat kriminalitas juga semakin meningkat karena tekanan ekonomi yang ditanggung sehingga banyak yang melakukan pencurian sepeda motor, begal, perampokan supermarket dan msih banyak lagi, hingga yang lebih parah lagi mereka sampai mengahiri hidupnya karena tertekan dengan keadaan ekonomi yang mereka tanggung saat itu.
Bahkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan tingkat kriminalitas meningkat selama pandemi corona. Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono menyatakan peningkatan kriminalitas sebesar 19,72 persen dari masa sebelum pandemi. Lalu mereka menyatakan naiknya tingkat kriminalitas salah satunya disebabkan banyak orang terdampak secara ekonomi di tengah pandemi. Mereka akhirnya memilih jalan pintas melakukan kriminalitas.
Berbagai cara dilakukan Pemerintah Untuk menanggulangi krisis ekonomi dalam masyarakat contohnya menggelontorkan berbagai macam bentuk bantuan sosial terutama dalam masa pandemi ini. Bantuan tersebut tersebar melalui berbagai program dari masing-masing Kementerian. Dari Kementerian Sosial ada Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Dana Desa memberikan Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD). Selain itu ada juga Program Kartu Prakerja dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ada juga beberapa Kementerian yang melakukan Program Padat Karya Tunai diantaranya Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Namun bantuan dari pemerintah kepada masyarakat selama masa pandemi ini menimbulkan banyak tanda tanya dalam masyarakat, menurut mereka permasalahan yang terjadi adalah bantuan yang tidak tepat sasaran, data Pemerintah yang tidak akurat, serta alokasi bantuan sosial bagi penduduk pendatang.
Lalu bagaimanakah caranya untuk mengatasi krisis ekonomi? Cara mengatasinya yaitu kita mempersiapkan keuangan sebelumnya. Jika sebelum krisis ekonomi kita sudah menabung, maka uang tersebut bisa digunakan selama krisis ekonomi hingga ekonomi membaik. Menganggarkan keuangan untuk hal-hal penting yang mendesak agar kita dapat menggunakannya saat masa-masa seprti ini.
Mengurangi hutang, jika kita terpaksa untuk menghutang setidaknya kita harus mencari msukan tambahan untuk melunasinya bahkan bisa menaikkanbekonomi kita seperti bisnis online yang tidak perlu melakukan kontak fisik dengan konsumen. Menyimpan stok makanan, krisis ekonomi membuat makanan susah dicari, maka dari itu perbanyak stok makanan dan dilihat kadaluarsa nya agar dapat lebih tahan lama jika berlangsung cukup lama.
Namun jangan terlalu rakus membelanjakan kebutuhan sehari-hari selain bisa menghemat orang lain juga membutuhkannya jadi secukupnya saja. Tugas kita harus tetap optimis bahwa dibawah kendali Presiden RI, bangsa ini akan bangkit Kembali.
(Desta Ramadani Fitri adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)