![]() |
|
|
Masa depan bangsa Indonesia ditentukan oleh para generasi pemuda. Oleh karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih pelajar, mahasiswa, maupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan factor penting dalam membangun kemajuan bangsa. Maka dalam hal ini, peran pemuda merupakan hal utama bagi masa depan dan cita-cita bangsa.
Kemajuan bangsa diawali dengan bagaimana generasi muda bisa berpartisipasi aktif dalam membangun daerahnya sendiri, yaitu desa yang ia singgahi. Karena pada hakikatnya, pemudalah yang menyimpan potensi besar dalam pembangunan desa. Lalu, dalam hal ini apa saja yang dibutuhkan pemuda untuk pembangunan desa?
Apakah pemuda harus memiliki pemikiran yang kreatif.? Ya, tentu pemuda yang memiliki pemikiran kreatif menuju masa depan desa khususnya, yang akan memudahkan dalam pembangunan desa.
Pemuda yang kreatif merupakan pemuda yang mampu berfikir kritis tentang kondisi desanya, dengan pemikiran kritis inilah ia akan memiliki pemikiran yang maju mengenai hal apa dan cara apa yang bisa di lakukan pemuda untuk perkembangan desanya menjadi desa yang bermutu dan berkualitas dengan pemudanya yang kreatif.
Dalam membangun sebuah desa, memang tidaklah mudah. Karena dengan permasalahan yang ada di desa pemuda harus mempu bekerja keras, giat, dan saling bekerja sama antar sesamanya yang tentunya membutuhkan kepercayaan dan komitmen yang tinggi dan konsisten terhadap tujuan yang akan di capai. Pemuda juga harus berani dan bisa mengambil kepercayaan masyarakat yang cenderung akan banyak menilai. Hal tersebut menjadi tantangan besar bagi pemuda untuk selalu meningkatkan keprcayaan masyarakat.
Dalam upaya pembangunan desa, tentunya pemuda harus memiliki inisiatif yang kratif untuk mengambil perananya guna mengoptimalkan dan membantu pemerintah desa dalam memajukan desanya. Hal ini misalnya dapat ditandai dengan membentuk suatu organisasi desa sebagai salah satu wadah yang menjadi perwakilan pemuda desa untuk menciptakan kolaborasi dari perencanaan-perencanaan bersama demi mencapai tujuan bersama, yaitu membangun dan memajukan desa.
Setelah membentuk suatu organisasi, maka disinilah pemuda bisa menuangkan ide kreatifnya secara bersama dengan komitmen yang telah dibuatnya. Misalkan dengan menciptakan berbagai program-program kekreatifitas pemuda desa yang dapat menunjang kemajuan desa, seperti adanya program pemberdayaan sampah dengan adanya bank sampah yang nantinya sampah-sampah tersebut akan di daur ulang menjadi barang-barang yang memiliki nilai ekonomis tentunya.
Selanjutnya hasil dari program kreatifitas daur ulang sampah pun akan berguna kembali, misalkan untuk membeli berbagai perlengkapan desa seperti tong sampah desa. Maka disinilah desa yang semula belum adanya perkembangan, maka dengan program-program yang di laksanakan pemuda akan terus mengalami perkembangan dan kemajuan.
Dengan program-program yang dirancangnya sebagai tujuan awal dalam berorganisasi, tentunya pemuda itu harus peka terhadap kondisi desanya serta selalu berfikir kritis mengenai hal-hal yang terjadi di desanya dan dia cenderung akan berfikir kreatif demi menuntaskan berbagai hal yang terjadi di masyarakat.
Pemuda yang kreatif juga tak lupa untuk selalu bekerja sama dengan pengurus-pengurus desa yang lainnya (pamong desa). Merekalah orang-orang yang aktif dalam pembangunan desa.
Jadi, pada hakikatnya pemuda yang kreatif yaitu pemuda yang berfikir kritis dan peka terhadap situasi dan kondisi desanya maka diapun juga mampu bekerjasama atau berkolaborasi, gesit, aktif, dan mampu serta berani dalam melakukan hal apapun. Terutama dalam menciptakan program-program barunya yang akan terus membantu pembangunan dan kemajuan desa.
(Haerul Anwar adalah mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Peradaban di Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)