![]() |
|
|
Bahasa merupakan alat yang digunakan oleh manusia untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesamanya, bahasa ini alat komunikasi terbaik dibandingkan alat komunikasi lainnya, bahasa merupakan simbol bunyi hasil dari alat ucap manusia. Bahasa memiliki sifat dinamis yang artinya berkembang, bahasa selalu mengalami perkembangan dari zaman ke zaman, terbukti dari munculnya bahasa yang bervariasi, variasi bahasa bisa di dasarkan pada penuturnya, penggunaannya, dari segi jalur yang digunakan untuk mengungkapkan bahasa, dan dari segi keformalan bahasa itu sendiri.
Bahasa memiliki banyak fungsi selain dari alat berinteraksi dan berkomunikasi antar sesama manusia, bahasa memiliki fungsi lain yakni sebagai ciri dari kelompok mana dia berasal dan bahasa merupakan alat pemersatu. Bahasa sebagai ciri dan pemersatu bagi kita bangsa Indonesia adalah Bahasa Indonesia yakni bahasa negara dan bahasa nasional.
Secara umum kita tahu bahwa bahasa Indonesia biasa digunakan oleh masyarakat kota, yakni masyarakat modern yang lebih dekat dengan perkembangan zaman, mengapa dikatakan demikian? alasannya karena masyarakat kota cenderung memiliki potensi penduduk yang beragam, banyak masyarakat dari berbagai daerah merantau ke kota untuk mencari nafkah hal ini karena daerah perkotaan memiliki kemajuan yang pesat yang dapat mendukung mata pencaharian mereka.
Masyarakat dari berbagai daerah ini, memiliki bahasa daerahnya masing-masing, namun jika penggunaan bahasa daerah ini digunakan untuk berinteraksi dengan yang lainnya tentu akan sulit bagi mereka memahami bahasa satu dengan yang lainnya, karena itulah penggunaan bahasa Indonesia yang memiliki fungsi sebagai alat pemersatu lebih dominan di daerah kota.
Akan tetapi, penggunaan bahasa Indonesia ini juga digunakan oleh masyarakat desa atau orang-orang desa. Penggunaan bahasa Indonesia di desa digunakan hanya seperlunya saja tidak seperti di daerah kota yang cenderung lebih sering digunakan. Bahasa masyarakat desa umumnya adalah bahasa daerah yakni bahasa yang mereka kenal sejak mereka lahir, bahasa daerah ini bisa kita sebut sebagai bahasa ibu.
Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia di desa dapat kita amati saat kita melihat atau menghadiri sebuah acara-acara resmi atau tidak resmi di desa. Acara-acara seperti ini biasanya seperti: maulid nabi, tujuh belasan, upacara, dan lain sebagainya.
Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia di desa dapat kita amati ketika salah seorang anggota masyarakat desa pulang dari merantau di kota ataupun masyarakat desa yang telah lama tinggal di kota kembali tinggal di desa. Karena faktor kebiasaan atau faktor lingkungan menjadikan masyarakat desa tersebut cenderung menggunakan bahasa Indonesia di desanya.
Penggunaan bahasa Indonesia di desa juga dapat diamati saat desa tersebut kehadiran seorang pengunjung ke desanya, yang datang entah untuk alasan liburan ataupun kepentingan lainnya dia datang ke desa tersebut. Dalam interaksi antara pengunjung dan masyarakat desa tersebut akan terjadi interaksi dengan menggunakan bahasa Indonesia, apalagi jika pengunjung tersebut tidak menguasai bahasa desa yang dikunjunginya.
Interaksi dengan menggunakan bahasa Indonesia ini bisa berjalan optimal ataupun justru sebaliknya, mengapa bisa demikian? karena kemungkinan terjadinya penggunaan dua bahasa dalam komunikasi antara pengunjung dan masyarakat desa tersebut bisa terjadi, hal ini karena penguasaan bahasa Indonesia yang dimiliki masyarakat desa sedikit ataupun justru penguasaan bahasa daerah yang dimiliki pengunjung yang sedikit, karenanya masyarakat desa dan pengunjung tersebut akan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah untuk berinteraksi secara bersama-sama, dan akibatnya komunikasi pun menjadi tidak optimal.
Dari beberapa bentuk penggunaan bahasa Indonesia di desa, kita tahu bahwa penggunaan bahasa Indonesia di desa hanya digunakan seperlunya saja, yakni jika ada sesuatu yang menuntut penggunaan bahasa Indonesia. Untuk masyarakat desa, menggunakan bahasa daerah tidaklah salah ataupun tidak dibenarkan malah justru menggunakan bahasa daerah merupakan bagian dari pelestarian sebuah budaya.
Penggunaan bahasa daerah yang baik dan benar di desa haruslah diimbangi dengan wawasan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar pula, guna tercapainya komunikasi yang optimal apalagi jika penggunaan bahasa Indonesia ini dituntut untuk digunakan. Dan pelestarian bahasa daerah juga bisa dilakukan oleh masyarakat kota guna mempertahankan budaya kita.
(Pedriwati adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)