Santri Diminta Jaga Tradisi dan Nilai-Nilai Agama
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Selasa, 22/10/2019, 11:25:43 WIB

H Ahso MAg Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Brebes  memjadi irup HSN di Lapangan Asri Bumiayu (Foto: Zaenal Muttaqin) 

PanturaNews (Brebes) - Ribuan santri mengikuti upacara Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar di Lapangan Asri Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Salasa 22 Oktober 2019. Santri dari berbagai pondok pesantren (Ponpes) dan sekolah di Bumiayu itu nampak tertib dan hikmat mengikuti sampai akhir.

Bertindak sebagai inspektur upacara, H Ahso MAg yang juga Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Kabupaten Brebes.

Membacakan amanat Ketua Umum PBNU Said Agil Siraj, Ahso mengajak santri untuk kreatif, inovatif dan adaptif terhadap nilai nilai baru yang baik sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai agama yang baik, di tengah revolusi gelombang keempat (4.0).

"Santri tidak boleh kehilangan jati dirinya sebagai Muslim yang berakhlaqul karimah yang hormat kepada kiai dan menjunjung tinggi ajaram para leluhur terutama dakwah dan pemberdayaan walisongo," katanya.

Menurutnya, bahwa santri disatukan oleh asasiyat (dasar dan prinsip perjuangan), khalfiyat (background sejarah, dam ghayat (tujuan). Karenanya santri dituntut untuk cerdas mengembangkan argumem yang relevan, kontekstual dan membumi, dan kompatibel dengan semangat membangun simbiosis islam dan kebangsaan.

"Jati diri santri ialah moralitas dan akhlaq pesantren dengan kiai sebagai simbol kepemimpinan spiritual (qiyadah ruhaniyah)," terang Ahso membacakan amanat tersebut.

Dikatakan, bahwa santri melekat sebagai stempel seumur hidup membingkai moral dalam akhlaq pesantren. Tujuan pengabdian santri adalah meninggikan kalimat Allah yang paling luhur (li i'lal kalimatillah allati hiya al ulya) yaitu tegaknya islam rahmatan lil alamin.

"Islam yang diperjuangkan bukan sekedar akidah dan syariah tetapi ilmu dan peradaban (tsaqofah wal hadlarah), budaya dan kemajuan (tamaddun) dan juga kemanusiaan (wal insaniyah)," terangnya.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa Islam dalam etos santri adalah keterbukaan, kecendikiaan, toleransi, kejujuran, dan kesederhanaan. Semangat inilah yang diwariskan oleh salafush shalih yang telah mencontohkan cara membela agama yang benar.

"Islam harus dibela dengan ilmu pengetahuan dan peradaban itulah cara bela islam yang benar," tegasnya.

Upacara HSN di Lapangan Asri Bumiayu dihadiri Camat Bumiayu, Drs Apriyanto Sudarmoko, Kapolsek Bumiayu Akp Wawan Dwi Leksono, Danramil Bumiayu, Kapten Ngadino dan jajaran intansi pemerintah tingkat Kecamatan Bumiayu.

Usai upacara dilanjutkan dengan pawai ta'aruf santri mulai dari lapangan Asri menyusuri jalan Diponegoro hingga Gedung MWC NU di Pasar Wage Bumiayu.

Sebelumnya juga dilakukan pelepasan dua anggota Pramuka dari Ponpes Darun Najat Tegalmunding Pruwatan, yang akan bergabung regu Pramuķa Jawa Tengah untuk mengikuti jambore internasional di Thailan. Pelepasan dilakukan Camat Bumiayu, Apriyanto Sudarmoko.