Polres Bangun Jembatan Darurat Wadasgumantung
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Kamis, 17/10/2019, 14:18:54 WIB

Waka Polres Brebes Kompol Faisal Perdana dan jajaranny saat melakukan kerja bhakti pembangunan je,batan daruratWadasgumantung (Foto: Zaenal Muttaqin) 

PanturaNews (Brebes) - Jajaran Polres Brebes Jawa Tengah menggelar kerja bhakti mempersiapkan pembangunan jembatan darurat penghubung Dukuh Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Kamis 17 Oktober 2019.

Kegiatan kerja bhakti dilakukan bersama Polri, TNI dan beberapa elemen masyarakat, di antaranya BPBD, Saka Bhayangkara, Mahasiswa, pemuda dan lainnya.

Waka Polres Brebes, Kompol Faisal Perdana SIK SH mengatakan, pembangunan jembatan darurat untuk membantu masyarakat Wadasgumantung yang selama ini terisolir akibat putusnya jembatan penghubung satu-satunya.

"Jembatan yang sebelumnya menjadi penghubung utama telah putus," katanya.

Adanya jembatan darurat akan membantu anak-anak sekolah bisa berangkat sekolah dengan aman dan juga dapat memperlancar transportasi dan perekonomian masyarakat Dukuh Wadasgumantung menuju ke desa Kutamendala.

Keberadaan jembatan darurat nantinya agar dijaga dan tidak ada aktivitas penambangan Galian C di sekitar jembatan. Hal itu penting karena adanya penambangan itu akan berdampak rusaknya lingkungan yang akhirnya jembatan mudah rusak.

"Mari kita jaga lingkungan di sekitar jembatan darurat, jangan ada lagi aktivitas pencarian pasir dan batu agar jembatan ini bisa digunakan dlm jangka waktu yang lama," terang Waka Polres.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, Syatibi yang hadir dan terlibat langsung pada kegiatan kerja bhakti itu juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian jembatan yang akan segera dibangun tersebut.

"Di sekitar jembatan nanti jangan ada aktivitas penambangan Galian C, minimal jarak 100 meter sebelah kiri dan 100 meter sebelah kanan jembatan harus bebas dari penambangan," katanya.

Jembatan penghubung Wadasgumantung nantinya dibangun sepanjang 48 meter dan l3bar 1,5 meter. Jembatan permanen biayanya dianggarkan sebesar Rp 3 Milyar. Selain jembatan juga ada pembuatan jalan sepanjang dua kilometer.

"Saat ini Pemkab Brebes didukung Polres Brebes sedang mengurus dan menyelesaikan adminitrasinya dengan pihak Perhutani, karena tanag untuk jalan dan jembatan itu ada di lahan Perhutani," ungkap Syatibi.

Kegiatan kerja bhakti mempersiapkan jembatan darurat Wadasgumatung diawali dengan apel yang digelar di bantaran Sungai Pedes itu diikuti oleh personel TNI 15 anggota, Polri 40 anggota, BPBD 30 orang, Linmas 20 orang, Saka Bhayangkara 30 orang, mahasiswa 10 orang, Kades dan perangkat desa se Kecamatan Tonjong 20 orang, warga masyarakat 100 orang, guru dan murid SD Kutamendala 40 orang.

Sementara itu, pada Rabu 16 Oktober 2019 malam, Polres Brebes menggelar silaturahmi dan sarasehan serta doa bersama dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan mahasiswa di lapangan Dukuh Wadasgumantung.

Kapolrea Brebes, AKBP Aris Supriyono yang hadir pada malam itu mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersamaan dan persatuan. Masyarakat juga diminta untuk berdoa agar jembatan yang akan dibangun dapat terlaksana dan aman serta tidak mudah rusak.

"Kita berdoa nanti dapat berlangsung aman dan lancar," katanya.

Selain itu doa bersama juga dalam rangka memohon kepada yang Maha Kuasa agar negara Indonesia ini tetap aman, terutama menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada beberapa hari mendatang.