![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akan bekerja sama dengan Bank pemerintah untuk melaksanakan program Supply Chain Financing (SCF). Program SCF dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan pelayanan kepada pasiennya, terutama pasien peserta BPJS.
"Kita akan kerja sama dengan Bank pemerintah untuk melaksanakan program SCF," kata Direktur RSUD Bumiayu, dr Ali Budiarto, Senin 14 Oktober 2019.
SCF merupakan program pembiayaan oleh Bank yang khusus diberikan kepada Faskes mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran.
"Untuk peningkatan kualitas pelayanan pada peserta BPJS baik rawat inap maupun rawat jalan RSUD Bumiayu, kita akan melaksanakan program SCF bekerja sama dengan Bank milik pemerintah," kata Ali.
Melalui program SCF, nantinya Bank memberikan dana talangan pada RSUD Bumiayu untuk membayarkan piutangnya BPJS yang sudah diverivikasi, sesuai dengan peraturan yang berlaku di BPJS Kesehatan. Pembayaran tagihan pelayanan kesehatan maksimal 15 hari setelah berkas lengkap.
"Sebenarnya BPJS yang mestinya membayar, namun melihat kondisi keuangan BPJS nampaknya tidak mungkin membayar tagihan dalam waktu dekat, sehingga nantinya yang membayar Bank," terang Ali.
Perlu diketahui, saat ini tepatnya lima bulan terakhir klaim BPJS senilai hampir Rp 6 milyar masih menunggak. Sementara RSUD Bumiayu harus belanja obat-obatan, bahan penunjang medis, cairan infuse dan kebutuhan lainnya, untuk memberikan pelayanan kesehatan pada pasiennya, yang dananya, di antaramya bersumber dari pendapatan BPJS.
"Adanya program SCF akan membantu masalah tunggakan BPJS tersebut," ucap Ali.
Perlu diketahui, jumlah pasien RSUD Bumiayu terus meningkat, bahkan berdasar data yang ada hingga akhir September 2019, jumlahnya mencapai 30.739 pasien. Jumlah itu terbagi atas rawat jalan 24.871 pasien dan rawat inap mencapai 5.868 pasien.