![]() |
|
|
PanturaNews (Brebes) - Kematian diduga tak wajar, kuburan Denis Purwanti (25), warga Dukuh Cikokol, Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang meninggal dan dikebumikan dua pekan lalu di pemakaman desa setempat, dibongkar untuk keperluan otopsi, Jumat 13 September 2019.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, Denis meninggal dunia di Cileungsi Kabupaten Bogor Jawa Barat pada 29 Agustus 2019 dan dibawa pulang ke Jipang pada Jumat 30 Agustus 2019 dan dimakamkan. Tiga hari setelah kematian Denis, keluarganya yang merasa janggal atas kematiannya datang ke Cileungsi. Dari tetangga korban di rumah kontrakannya di Cileungsi, diperoleh informasi jika Denis dan suaminya sering cekcok.
Denis yang telah dikaruniani seorang anak ini, semula dikabarkan meninggal karena bunuh diri. Namun informasi dari tetangga kontrakan ketika kejadian, jenazah Denis sudah di bawah dan dari foto yang ditunjukkan oleh tetangga korban ada bekas ikatan tali di leher Denis di bagian tengah.
"Pada bagian tangan jari-jarinya juga melepuh," kata Caswin, keluarga korban.
Curiga atas kematian yang tak wajar itu, keluarga Denis melapor ke Polsek Cileungsi. Atas laporan tersebut petugas melakukan upaya penyelidikan kematian Denis yang telah menikah dengan Yudit selama empat tahun.
Guna keperluan penyelidikan, tim Forensik dari Mabes Polri melakukan pembongkaran kuburan Denis untuk dilakukan otopsi. Sampai berita ini ditulis proses pembongkaran kuburan masih dilakukan.
Petugas dari Polres Brebes juga nampak membantu dalam proses pembongkaran kuburan tersebut. Warga sekitar yang penasaran juga banyak menonton di lokasi pemakaman tempat dilakukan pembongkaran.
Kapolsek Bantarkawung, Iptu Hasari membenarkan adanya pembongkaran kuburan tersebut. Menurutnya, pembongkaran dilakukan dalam rangka penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematiannya.
"Pembongkaran kuburan guna kepentingan penyelidikan oleh Polisi," katanya.
Menurutnya, semula korban dilaporkan suaminya meninggal karena bunuh diri. Sementara ada kejanggalan pada tubuh korban, diantaranya luka dalam di leher, dada, tangan dan kaki.
"Guna memastikan penyebab kematiannya itu, saat ini dilakukan pembongkaran dan otopsi," kata Hasari.