Candi Gagang Golok Sejak Abad ke Lima
-LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN
Kamis, 25/07/2019, 17:09:49 WIB

Arkeolog yang juga Kepala Balar Yogyakarta, Drs Sugen Riyanto MHum lakukan pengecekan penelitian di lokasi penemuan Candi Gagang Golok Dukuh Kalipucung Galuhtimur (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Arkeolog yang juga kepala Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta, Drs Sugeng Riyanto MHum melakukan pengecekan dan penelitian ke lokasi penemuan candi kuno di Dukuh Kalipucung, Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 25 Juli 2019.

Candi yang oleh warga setempat di sebut Candi Gagang Golok tersebut berada di tengah hutan jati Perhutani dan sudah lama diketahui oleh warga setempat. Warga juga sempat melakukan eskavasi untuk upaya pelestarian.

Menurut Sugeng, berdasarkan pengecekan dan penelitian sementara, diduga kuat merupakan candi yang terdiri dari struktur batu bolder atau batu kali dan batu bata. Struktur itu menunjukkan sebelum candi dibuat sudah ada tempat pemujaan tau punden yang dibuat dari batu-batu bolder.

"Jadi sebelum dibangun candi memang sudah menjadi tempat pemujaan," katanya.

Dikatakan, candi menghadap ke timur dengan bangunan yang terdiri dari beberapa bagian. Candi menghadap ke timur dan ditemukan ada bekas tangga, pagar, ada umpak penopang tiang penyangga kayu dan diduga ada atapnya.

"Bangunan candi tidak semuanya bata, tapi juga ada batu," ungkap Sugeng.

Candi yang ditemukan merupakan bangunan dan halaman utama. Pada pintu masuk ada dua patung dwarapala, meski saat ini baru ditemukan satu. Di tengah candi terdapat sumur yang ditutup bagian atasnya dengan arca untuk pemujaan.

"Di tengah ada sumur dan itu ditutup dan ada patung di atasnya," tutur Sugeng.

Berdasarkan pengamatan sementara diketahui candi itu sudah ada pada abad ke lima dan ke enam atau disebut fase punden. Selanjutnya mulai dibangun candi pada abad ke delapan yang merupakan fase candi.

"Jadi ini memang ada dua fase, pertama fase punden yang terbuat dari batu-batu kali itu kemudian pada fase berikut dibangun candi di atasnya pada fase candi," terang Sungeng.

Berdasarkan pada fase punden dan fase candi tersebut, diperkirakan candi itu ada sejak masa pra hindu sampai mataram kuno. Adanya candi itu menunjukkan adanya kebudayaan yang berkembang pada masa lalu di daerah kawasan lokasi tersebut.

Sugeng menambahkan, hasil penelitian selanjutkan akan dilaporkan dan direkomendasikan ke Balai Pelestari Cagar Budaya Jawa Tengah (BPCB Jateng), Dinas terkait atau pemerintah daerah, untuk dilakukan upaya pelestarian.

"Kita akan buat laporan dan dibuatkan rekomendasi ke BPCB dan dinas terkait untuk segera dilakukan langkah-langkah pelestarian," kata Sugeng.

Sugeng juga merasa bangga dan terima kasih pada warga setempat yang telah melakukan upaya-upaya pelestarian, sehingga ada pemagaran di lokasi agar tidak rusak.

"Upayawarga juga sudah cukup baik ada upaya untuk pelestarian," pungkasnya.

Pengecekan dan penelitian arkeolog Balar Yogyakarta ke Candi Gagang Golok bersama tim dan ditemani pula oleh H Rafli Rizal kordinator pelestari fosil situs Bumiayu-Tonjong (Buton).