Inovasi Membuka Pembelajaran Menarik
--None--
Selasa, 23/07/2019, 22:24:11 WIB

Pendidikan merupakan transformasi ilmu yang diberikan oleh seorang yang ahli dalam disiplin ilmunya. Selain proses transformasi ilmu pendidikan juga diartikan sebgai proses merubah suatu pribadi seorang untuk menjadi lebih baik. Tujuan pendidikan nasional ialah mencerdaskan kehidupan bangsa dengan didlandasi norma dan aturan yang ada.

Polarisasi pendidikan saat ini direlevansikan dengan perkembangan zaman. Hal ini adalah nilai tambah bagi pendidikan itu sendiri. Semakin banyaknya Calon Pegawai Negeri Sipil yang dibutuhkan pemerintah tentu pendidikan menjadi emas di masa yang akan datang. Bangsa akan semakin kaya dengan pemuda berprestasi dan menjunjung tinggi norma agama.

Dunia pendidikan tidak sesempit kalimat diatas. Sebuah kelebihan tentu terdapat kekurangan hukum  alam memang seperti itu. Selain bentuk kekerasan dalam dunia pendidikan ada beberapa yang menyebabkan dunia pendidikan mengalami degradasi. Seperti pengjaran yang kurang menarik, fasilitas yang tidak mendukung, biaya ekonomi dan jarak yang ditempuh seorang pendidik. Masalah yang sangat fatal dalam hal ini adalah pada saat proses pengajaran yang terkadang menyebabkan siswa merasa bosan dan jenuh. Penulis akan memberikan cara jitu untuk mengatasi hal tersebut.

Keterampilan membuka pembelajaran merupakan salah satu upaya pengajar dalam memberikan pengantar/pengarahan mengenai materi yang akan dipelajari. Pengantar inilah yang akan membuat siswa siap mental dan tertarik mengikuti pembelajaran. Acap kali banyak pengajar yang lebih mengabaikan pembuka pembelajaran yang menarik. Pembuka pembelajaran yang hanya diawali dengan salam dan sapaan merupakan hal yang lazim. Jika di awalnya saja sudah tidak menarik minat belajar siswa, bagaimana selanjutnya siswa bisa fokus untuk menangkap pembelajaran.

Alangkah baiknya, tahap awal pembelajaran diselingi dengan aspek-aspek motivasi dan hal menarik yang akan menggairahkan siswa untuk melakukan KBM. Namun, banyak pengajar yang hanya membuka pembelajaran saja lalu memberi tugas. Siswa di zaman milenial ini, jika guru hanya masuk untuk memberikan tugas lalu ditinggal, mereka malah asyik bermain bukan mengerjakan. Sebagai pengajar seharusnya mampu membuat siswanya berperan aktif dalam pembelajaran sehingga akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Tanpa adanya ketertarikan di awal, maka untuk KBM selanjutnya pun kurang efektif.

Pada tahap pembukaan pembelajaran lah siswa akan mulai mengenal, merangkai pikiran baru dan menyesuaikan apa yang akan dicerna. Jika tahap awal dapat menarik minat siswa untuk belajar, maka yang akan terjadi siswa lebih bersemangat. Selain itu, akan berdampak baik terhadap pembelajaran yang akan dilakukan ke depannya. Perhatian siswa akan lebih terarah pada hal-hal yang akan dipelajari.

Kebanyakan pengajar pada saat pembelajaran dimulai langsung masuk ke inti pembelajaran. Nah, hal seperti inilah yang seharusnya dihindari dan tidak dilakukan. Pada dasarnya, jika di awal pembuka langsung masuk ke inti pembelajaran, siswa belum memiliki kesiapan mental dan tertarik untuk mengikuti hal–hal yang akan di pelajari. Selain itu, otak siswa belum siap dalam menginput materi apa yang ditransferkan oleh guru. 

Melihat situasi atau kondisi tersebut, alangkah baiknya pengajar memberi pembuka pembelajaran yang menarik agar tidak secara langsung menyodorkan materi. Untuk membuat pembuka yang menarik bukanlah hal yang mudah. Membutuhkan suatu kreatifitas dan kemampuan yang cukup luas. Nah, untuk itu mulailah dari sekarang membuat konsep bagaimana membuka pembelajaran yang menarik.

Langkah pertama dalam pembuka pembelajaran yang menarik yaitu dengan menyiapkan hal apa yang akan kita bahas terlebih dahulu sebelum materi. Alangkah baiknya hindari pertanyaan-pertanyaan yang sudah terbiasa ditanyakan. Selanjutnya, pada awal pembukaan, pengajar harus masuk ke dunia siswa terlebih dahulu dan berusaha mengakrabi dengan semua siswa. Bertanya terkait dunia mereka, atau fenomena yang ada, sehingga mereka merasa nyaman di awal pembelajaran. Dekati dan respon terhadap apa saja argumen-argumen yang dilontarkan oleh siswa. Ajak terus berinteraksi sampai siswa sudah merasa nyaman.

Langkah selanjutnya, berikan pertanyaan terkait lingkungan yang ada di sekitarnya dan pertanyaan tersebut ada keterkaitannya dengan hal yang akan dibahas dalam pembelajaran. Contoh pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan akan mempelajari terkait teks ekslpanasi. Berikan pertanyaan yang terkait dengan teks ekspanasi, contoh “kejadian alam apa yang akhir-akhir ini terjadi?”. Secara serentak siswa akan menjawab dan guru mendengarkan atau merespon jawaban dari siswa. Setelah semuanya bercerita terkait hal tersebut barulah kita hubungkan pertanyaan tersebut dengan materi yang akan dibahas. Sebelum memulai ke inti dapat pula diselingi dengan jargon atau cek suara agar menambah semangat siswa. Nah, dengan demikian siswa sudah siap untuk menerima materi yang akan dipelajari. Di awal sudah diberi umpan menarik, maka siswa pun semakin minat dalam menerima pembelajaran.

Menjadi seorang pengajar bukan hanya bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas mengajar. Namun dalam hal ini pengajar bertanggung jawab atas pemahaman seorang siswa, karena tujuan pendidikan adalah mencerdaskan bukan sekadar memberikan.

Salam Pendidik!

(Yeyen Yuniar adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)