![]() |
|
|
Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Datang hanya satu kali dalam satu tahun. Pada momen tersebut manusia berbondong-bondong untuk meningkatkan kualtas dri menjadi priibadi yang mumpuni dalam mengemban misi khalifah di bumi. Bulan ramadhan merupakan bulan dimana seorang menjaga tanaman yang sejka ditanam bulan sa’ban. Hingga nanti memanennya pada bulan Syawal.
Umat Islam di Indonesia dalam menyambut dan melaksanakan ibadah puasa mempunyai cara unik tersendiri. Contohnya ketika membangunkan orang untuk santap makan sahur, muslim di jawa biasanya kalangan pemuda dan anak desa menyiapkan peralatan musik sederhana terbuat dari bambu yang dipotong-potong dan dibuat lubang ditengahnya, atau yang dinamakan kentongan agar ketika dipukul akan menghasilkan suara-suara yang beraneka tergantung ukuran dari potongan bambu tersebut.
untuk menunggu waktu berbuka puasa juga dikenal istilah ngabuburit biasanya muslim diindonesia mengisi dengan membaca Al-qur’an dimasjid atau dimushola terdekat ada juga yang menamkan nggolet sore dalam muslim jawa, dengan jalan-jalan sekitar kampung untuk menunggu waktu buka puasa. Terdapat juga berbagai macam makanan dan minuman yaitu takjilan, dijawa sering dikenal orang membuat takjilan seperti cendol, dawet dan berbagai minuman khas lainya, ini adalah budaya umat islam dalam menyambut yang hanya terdapat diIndonesia menarik sekali bukan.
Hikmah Puasa
Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa Islam dibangun atas dasar lima pilar yang tidak dapat berdiri, kecuali dengan kelima pilar itu, yaitu pengakuan akan keesaan Allah Subhanahu Wata’ala dan kenabian Rasulullah Muhammad SAW, menjaga salat lima waktu yang dilaksanakan berdasarkan syarat, rukun dan wajibnya, membayar zakat kepada yang berhak bila sudah terkena kewajiban, puasa bulan Ramadan dengan niat yang benar dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu mengadakan perjalanan, baik mampu dalam arti cukup perbekalan maupun mampu dalam arti lainnya (seperti biaya keluarga yang ditinggalkan). Adapun amalan lain selain yang lima ini dianggap sebagai pelengkap kecuali ada dalil yang mewajibkannya.
Puasa dalam bulan Ramadan adalah kewajiban yang harus dipenuni oleh umat islam diseluruh dunia, Allah berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183 “Hai orangorang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Dikatakan bulan Ramadan adalah bulan maghfiroh, karena merujuk pada Q.S Al-azhab ayat 35 yang tertera diatas, dari ayat tersebut adalah sebuah kenikmatan dan nilai yang unggul yang Allah berikan untuk orang yang berpuasa.
Keutamaan dalam bulan puasa juga petik dari penjelasan Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: “Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu” (Shahih Muslim No.1793)
Setelah Allah memerintahkan umatnya untuk berpuasa selama 30 hari atai satu bulan. Dengan balasan setimpal pula Allah memberikan sebuah fitrah di hari raya idul fitri. Pada hari tersebut semua makhluk dibersihkan seperti saat pertama kali lahi. Saling memaafkan serta berjabat tangan dengan semua sanak keluarga. Momet idul fitri yang ada dua hari dalam satu tahun dalam hal ini tentu semua manusia menyiapkan segala hal untuk menyambut moment tersebut. Namun ada yang kurang benar dalam penyambutan moment tersebu.
Kata orang jawa “ Salah Kaprah bener ora lumrah” maksud dari kalimat tersbut ialah sudah salah terus ketika benar tidak umum. Pada penyambutan momen terbut, hal terunik adalah bahwa mindset semua masyarakat ketika hari tersbut harus menggunakan baju baru. Padahal maksud dari fitrah atau suci ialah memakai baju yang sudah bersih namun tidak harus baru. Selain itu orang-orang akan mempersipakna kue-kue untuk menyambut tamu yang akan berkunjung ke rumahnya. Hal ini dikamsudkan agar para tamu betah di rumahnya.
Substansinya yang harus diperbaiki meyambut hari raya idul fitri ialah hati yang selalu memendam kebencian. Penyakit hati yang harus diobati sebelum hari raya idul fitri. Penyakit hati ini bisa merusak persaudaraan. Rasa kepercayaan yang telah ada semakin memudar hingga berubah menjadi pemikiran yang negatif atau prasangka buruk terhadap orang lain.
Keteguhan hati dalam meminta maaf dan memaafkan. Terkadang hanya ringan dimuliut ketika memaafkan namun berat dihati. Momen pada hari tersebut tidak berlaku dalam satu hari saja, namun harus keberlanjutan. Meminta maaf dan saling memaafkan bukan perihal momen atau hari, namun dimana hati merasa sangat bersalah dan harus memiliki ketulusan untuk memaafkan.
(Yanti Suryanti adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)