Sastrawan Tegalan Ngambah Ajibarang Banyumas
TIM PN-Laporan Tim PanturaNews
Selasa, 09/04/2019, 17:41:05 WIB

Eppy Budi Prie  dan Dwi Ery Santoso.

PanturaNews (Tegal) - Sembilan penyair Tegal dari Komunitas Sastrawan Tegalan turut menyumbangkan karya puisinya dalam buku "Wulan Ndadari, Kumpulan Guritan Panginyongan" yang dihimpun Penyair Banyumas, Wanto Tirta.

Sembilan nama penyair dari Tegal yakni Dhenok Harti, Mohammad Ayyub, Tambari Gustam, Lanang Setiawan, Dr. Maufur, Dr. Tri Mulyono, Dwi Ery Santoso, dan Eppy Budi Prie.

Tulisan mereka dikumpulkan bersama 40 penyair lain dari Banyumas dengan Wanto Tirta sebagai editor, dan Hamidin Krazan sebagai penyunting. Peluncuran buku digelar di Pendapa Ajibarang, Banyumas, bersamaan dengan HUT ke-9 Majalah Ancas Banyumas yang dikelola novelis kenamaan Ahmad Tohari, Minggu 7 April 2019 kemarin.

Dalam acara itu, Nursholeh berkesempatan membaca wangsalan Tegalan dihadapan tamu undangan. Dilanjutkan penampilan dari Maufur, Tri Mulyono, Dwi Ery Santoso, dan Eppy Budi Prie.

Menurut Wanto Tirta, buku tersebut merupakan ajang kumpul para penulis dari Brebes, Tegal, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Pemalang dan Kebumen.

"Niatan kami menghimpun sajak-sajak lokal dari berbagai daerah, adalah agar masing-masing sajak-sajak mereka lebih dikenal tidak sebatas pada daerahnya sendiri, tapi melangkah lebih jauh ke daerah lain. Kerennya, sajak daerah bukan hanya jadi lakon di kandangnya sendiri," tegas Wanto.

Rencananya, kata Wanto Tirta yang kondang disebut Presiden Parikan, agenda penerbitan buku kumpulan puisi berhasa lokal tersebut akan diagendakan tiap tahun. "Insya Allah setiap tahun sekali akan diagendakan," ujarnya.