![]() |
|
|
PanturaNews (Tegal) - Generasi muda tidak boleh golput, apalagi mengampanyekan untuk golput. Ia justru harus menjadi influencer, sekaligus memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat luas, tentang pentingnya menggunakan hak pilih dan tidak mengabaikan partisipasi sekecil apapun di dalamnya.
Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, DR. H. Abdul Fikri Faqih dalam Sosialisasi 4 Pilar di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, belum lama ini.
"Karena itu, generasi muda tidak boleh golput. Jangan pernah abaikan meski hanya 1 atau 2 suara. Jangan pernah menyia-nyiakan potensi kebaikan sekecil apapun," tuturnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berangkat ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Brebes) ini menyampaikan, seratus persen masa depan bangsa ini ada di tangan anak muda.
“Kita yang saat ini ada di parlemen, ada masa expirednya. Yang mudalah yang akan menggantikan, karena rotasi atau pergantian itu adalah sebuah keniscayaan,” ungkapnya.
Fikri merasa yakin, jika partisipasi anak muda dalam menggunakan hak pilihnya baik, Insya Allah masa depan bangsa ini baik, karena anak muda sekarang lebih banyak mengedepankan nalar.
Dalam kesempatan tersebut, Fikri menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun bangsa. Generasi muda saat ini harus paham dengan nilai-nilai pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
“Anak muda ini menjadi tumpuan utama. Rotasi pergantian adalah sebuah keniscayaan. Akan tiba masanya yang saat ini masih menjadi pejabat, menjadi anggota dewan, akan tergantikan dengan anak-anak muda,” katanya.
Fikri menambahkan, masuknya budaya asing ke Indonesia yang sebagian besar cenderung menjurus pada hal-hal yang negative, menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Akibatnya, generasi muda semakin meninggalkan akar budaya luhur bangsanya dan cenderung mengikuti budaya negatif, seperti pergaulan bebas, sikap hidup boros dan glamour, serta penyalahgunaan narkoba.
“Ini yang tidak boleh terjadi. Generasi muda saat harus sudah terbangun konsep dirinya dengan baik. Memiliki kemampuan klasifikasi yang baik sehingga bisa menyaring budaya-budaya baru yang disesuaikan dengan budaya dan kepribadian bangsa.
Fikri juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam Pemilu 17 April 2019 mendatangkan. "Jangan apatis dengan pemilu apalagi golput. Masa mundurnya bangsa ini, salah satunya adalah dengan memilih pemimpin atau perwakilan yang akan membawa masa depan bangsa ini menjadi lebih baik,” tandas Fikri.